Jumat, 27 Mei 2016

TABUNGAN ENERGI POSITIF

Kapan terakhir kali Anda berbuat baik??
Apapun, Sekecil apapun berbuat baik adalah amalan. TERSENYUM saat berpapasan dengan orang di jalan, meskipun kita tidak kenal orang tersebut adalah perbuatan baik. Pernah melakukan hal kecil ini, kalau belum pernah atau sudah lupa kapan terakhir melakukannya, cobalah untuk memulai melakukan lagi?

Senyum kita akan membuat orang lain lebih percaya diri dan membuat perasaan kita lega dan damai karena telah membuat orang lain bahagia.

Untuk kebaikan kecil yang lainnya, menyapa orang, memberikan bangku kita di kerete / mobil kepada yang lebih membutuhkan, menolong orang yang jatuh di jalan, dan lainnya? Mari kita lakukan hal tersebut tanpa memikirkan apapun, kita lakukan dengan ringan tangan, tidak usah berharap ada imbalan apapun atas kebaikan yang kita lakukan itu, toh gak ada ruginya buat kita.

Hukum Tabur Tuai
Mungkin anda pernah dengar "teori tabur tuai", dalam bahasa kerennya "give and take". Kalau mau dapat senyum dari orang lain, selalu tersenyumlah kepada orang lain, kalau mau disayang pasangan sayangilah dia... apapun yang kau mau orang lain perlakukan pada anda, maka lakukan hal itu pada orang lain. Tetaplah berbuat baik meskipun meskipun tidak ada orang yang memperhatikan. Pada tahapan ini, kita dituntut untuk memiliki keikhlasan dan tidak lagi berhitung dalam melakukan sesuatu.

Salah seorang pembicara seminar, motivator, bernama Prof Zen (lupa nama lengkapnya) pernah menyampaikan dalam satu kelas yang saya ikuti pernyataan mengenai hal ini. Dia menyebutnya dengan TABUNGAN ENERGI POSITIF, yaa sudah barang tentu ada kebalikannya yang disebut dengan TABUNGAN ENERGI NEGATIF. Yang menarik adalah, bahwa tabungan tersebut dipastikan akan cair selama kita hidup di Dunia, sebab kalau di akhirat sudah barang tentu akan ada perhitungan dan balasan dari Allah sesuai dengan tabungan yang kita bawa saat menghadap-Nya

Tabungan energi POSITIF adalah semua hal baik yang kita lakukan, tanpa itung-itungan dan ihklas dan hal tersebut memberi manfaat kepada orang lain. hal baik sekecil apapun akan senantiasa terakumulasi menjadi tabungan kebaikan (tabungan energi positif).

Kita tidak usah berharap kapan Tuhan akan mencairkan tabungan kita, karena disaat kita ditimpa kesusahan, disaat kita memerlukan pertolongan, saat itulah TABUNGAN ERNERGI POSITIF kita dicairkan

Energi positif kita dapat dari perbuatan-perbuatan baik kita selama ini, disadari atau tidak, yang kecil atau yang besar, semua akan tersimpan sebagai tabungan energi positif. Sebaliknya, energi negatif kita kumpulkan dari hal-hal yang disadari atau tidak kita lakukan, misalnya mengeluh, ngomongin orang lain, berbuat jahat pada orang lain, melanggar larangan agama, malas-malasan dan sebagainya, semua akan terkumpul sebagai tabungan energi negatif.

Banyak cerita terjadi di sekitar kita, atau bahkan kita mengalami sendiri, dalam kondisi kepepet atau kondisi kita tidak berdaya, tiba-tiba kita dapat pertolongan dari orang lain yang tidak disangka-sangka. Anak akan melakukan kegiatan di sekolah dan memerlukan biaya besar, sampai hari terakhir pembayaran belum ada uang, tiba-tiba saja ada pertolongan tidak disangka-sangka. Percaya atau tidak pertolongan seperti itu akan selalu datang dan yang perlu diingat adalah pertolongan hanya akan datang bila kita punya tabungan energi positif.

Dan sebaliknya.... kita harus hati-hati kalau ternyata tabungan energi negatif kita banyak, karena pasti akan cair. Kalau tiba-tiba kaca mobil kita dicongkel orang dan barang-barang didalamnya hilang, kenapa harus mobil saya, sedangkan masih ada ratusan mobil yang lain, apa salah saya? Jawabannya adalah proses pencairan energi negatif. Walaupun kita sudah berhati-hati, eeeh tiba-tiba dompet kita raib diambil copet, yaaa betul itu cairnya energi negatif.

Beberapa waktu yang lalu, tetangga kehilangan mobil barunya, sudah sangat berhati-hati, namanya juag mobil baru, sudah memarkir kendaraan di tempat parkir yang benar, pagar digembok dan mobil sudang dipasang kunci stang. Mau menyalahkan Tuhan? menyalahkan orang lain? Atau merasa bahwa kehilangan mobil adalah musibah yang begitu besar. Selain mobil kita gak bisa kembali, menyesal dan marah-marah akan menghabiskan energi kita. Kejadian tersebut, menurut teori Prof zen tadi, disebut dengan PENCAIRAN ENERGI NEGATIF. Ya, adalah keburukan-keburukan kecil yang tanpa kita sadari kita lakukan, atau bahkan kejahatan atau bahkan dosa yang pernah kita lakukan baik snegaja atupun tidak. Hal tersebut akan terakumulasi yang dikemudian hari akan cari dalam bentuk apapun sebagai musibah.

Hitung-hitungan
Sebagian besar dari kita, termasuk saya, sering sekali hitung-hitungan setiap kali mengerjakan sesuatu. Sangat manusiawi dan masuk akal.

Tapi apakah hal itu dibenarkan hanya karena jamak dilakukan orang, atau justru seharusnya kita menjadi orang yang tidak berhitung dalam melakuka apapun. Lakukan saja sesuai kata hati, lakukan saja kalau kita mampu, lakukan saja kalau itu ada manfaat buat kita dan terutama buat orang lain.
  • Kalau saya rajin kerja, apakah saya akan naik gaji?
  • Kalau saya bantu kerjaan kamu, apa balasan yang mau kamu berikan?
  • Aku do'akan kamu dech, tapi jangan lupa doakan aku juga yaa....
  • Sudahlah, itu bukan kerjaan kita, harusnya dia yang kerjakan...
  • Gak ada gunanya rajin, mau rajin, mau kagak, gajinya segitu-segitu saja kan?
  • Ngapain saya kerjakan, orang lain juga gak ada yang peduli kok....

Bagaimana kalau kita balik pola pikir kita! Give dulu baru take. 
Tidak ada ruginya berbuat baik, tidak ada ruginnya bekerja keras, tidak ada ruginya membantu pekerjaan orang lain. Perbuatan baik, sekecil apapun akan kembali pada diri kita, sebagai tabungan energi positif.

Selain itu, semakin banyak yang kita kerjakan, semakin banyak belajar dan akhirnya semakin banyak ilmu yang Anda kuasai.

Teruslah berbuat baik meskipun tidak ada yang memperhatikan
Jadi mulai sekarang, mari terus berbuat baik, sekecil apapun itu. Tidak peduli ada yang memperhatikan atau tidak, ada yang menyuruh atau tidak, ada yang menilai atau tidak, teruslah berbuat baik, karena hal tersebut tidak akan hilang dan akan tersimpan sebagai energi positif yang Allah akan cairkan di saat kita sedang dalam kesusahan.
Secara profesional, apa yang kita lakukan akan menjadi reputasi, seperti apa diri kita di mata orang lain.

Pada tahun 2012, tepat 12 tahun saya berkarya di sebuah perusahaan retail besar di Indonesia. Dalam kondisi galau karena penghasilan tidak lagi memadai untuk memenuhi kebutuhan, kebijakan yang berubah-ubah, skema insentif yang PHP, top managemen yang saling seteru dan kondisi tidak mengenakkan lainnya.

Namun saya tetap bekerja profesional seperti biasanya. Tetap datang ke kantor lebih awal dari yang lainnya, tetap ringan tangan membantu bagian lain, tetap kreatif. Intinya saya tetap berbuat baik, sebaik-baiknya. Prinsip saya saat itu adalah ‘kalau kerjakeras saya tidak dilihat oleh bos saya, biarkan bos yang lain yang akan melihatnya’. Setelah setahun bertahan dalam kondisi galau, tepat bulan Agustus 2012 benar saja ada Bos dari Telkom yang melihat kerja keras saya, dan sayapun rela mengakhiri karir 12 tahun ini untuk pindah ke Telkom. Modal saya adalah reputasi baik, tabungan energy positif.

Semua yang akan kita lakukan akan menjadi catatan atau embel-embel dibelakang diri kita, yang siapapun akan melihat dan menilai kita dari embel-embel yang kita miliki tersebut – JR

Salam Tabungan Energi Positif

Salam Smart Life
Joko Ristono

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jumat, 27 Mei 2016

TABUNGAN ENERGI POSITIF

Kapan terakhir kali Anda berbuat baik??
Apapun, Sekecil apapun berbuat baik adalah amalan. TERSENYUM saat berpapasan dengan orang di jalan, meskipun kita tidak kenal orang tersebut adalah perbuatan baik. Pernah melakukan hal kecil ini, kalau belum pernah atau sudah lupa kapan terakhir melakukannya, cobalah untuk memulai melakukan lagi?

Senyum kita akan membuat orang lain lebih percaya diri dan membuat perasaan kita lega dan damai karena telah membuat orang lain bahagia.

Untuk kebaikan kecil yang lainnya, menyapa orang, memberikan bangku kita di kerete / mobil kepada yang lebih membutuhkan, menolong orang yang jatuh di jalan, dan lainnya? Mari kita lakukan hal tersebut tanpa memikirkan apapun, kita lakukan dengan ringan tangan, tidak usah berharap ada imbalan apapun atas kebaikan yang kita lakukan itu, toh gak ada ruginya buat kita.

Hukum Tabur Tuai
Mungkin anda pernah dengar "teori tabur tuai", dalam bahasa kerennya "give and take". Kalau mau dapat senyum dari orang lain, selalu tersenyumlah kepada orang lain, kalau mau disayang pasangan sayangilah dia... apapun yang kau mau orang lain perlakukan pada anda, maka lakukan hal itu pada orang lain. Tetaplah berbuat baik meskipun meskipun tidak ada orang yang memperhatikan. Pada tahapan ini, kita dituntut untuk memiliki keikhlasan dan tidak lagi berhitung dalam melakukan sesuatu.

Salah seorang pembicara seminar, motivator, bernama Prof Zen (lupa nama lengkapnya) pernah menyampaikan dalam satu kelas yang saya ikuti pernyataan mengenai hal ini. Dia menyebutnya dengan TABUNGAN ENERGI POSITIF, yaa sudah barang tentu ada kebalikannya yang disebut dengan TABUNGAN ENERGI NEGATIF. Yang menarik adalah, bahwa tabungan tersebut dipastikan akan cair selama kita hidup di Dunia, sebab kalau di akhirat sudah barang tentu akan ada perhitungan dan balasan dari Allah sesuai dengan tabungan yang kita bawa saat menghadap-Nya

Tabungan energi POSITIF adalah semua hal baik yang kita lakukan, tanpa itung-itungan dan ihklas dan hal tersebut memberi manfaat kepada orang lain. hal baik sekecil apapun akan senantiasa terakumulasi menjadi tabungan kebaikan (tabungan energi positif).

Kita tidak usah berharap kapan Tuhan akan mencairkan tabungan kita, karena disaat kita ditimpa kesusahan, disaat kita memerlukan pertolongan, saat itulah TABUNGAN ERNERGI POSITIF kita dicairkan

Energi positif kita dapat dari perbuatan-perbuatan baik kita selama ini, disadari atau tidak, yang kecil atau yang besar, semua akan tersimpan sebagai tabungan energi positif. Sebaliknya, energi negatif kita kumpulkan dari hal-hal yang disadari atau tidak kita lakukan, misalnya mengeluh, ngomongin orang lain, berbuat jahat pada orang lain, melanggar larangan agama, malas-malasan dan sebagainya, semua akan terkumpul sebagai tabungan energi negatif.

Banyak cerita terjadi di sekitar kita, atau bahkan kita mengalami sendiri, dalam kondisi kepepet atau kondisi kita tidak berdaya, tiba-tiba kita dapat pertolongan dari orang lain yang tidak disangka-sangka. Anak akan melakukan kegiatan di sekolah dan memerlukan biaya besar, sampai hari terakhir pembayaran belum ada uang, tiba-tiba saja ada pertolongan tidak disangka-sangka. Percaya atau tidak pertolongan seperti itu akan selalu datang dan yang perlu diingat adalah pertolongan hanya akan datang bila kita punya tabungan energi positif.

Dan sebaliknya.... kita harus hati-hati kalau ternyata tabungan energi negatif kita banyak, karena pasti akan cair. Kalau tiba-tiba kaca mobil kita dicongkel orang dan barang-barang didalamnya hilang, kenapa harus mobil saya, sedangkan masih ada ratusan mobil yang lain, apa salah saya? Jawabannya adalah proses pencairan energi negatif. Walaupun kita sudah berhati-hati, eeeh tiba-tiba dompet kita raib diambil copet, yaaa betul itu cairnya energi negatif.

Beberapa waktu yang lalu, tetangga kehilangan mobil barunya, sudah sangat berhati-hati, namanya juag mobil baru, sudah memarkir kendaraan di tempat parkir yang benar, pagar digembok dan mobil sudang dipasang kunci stang. Mau menyalahkan Tuhan? menyalahkan orang lain? Atau merasa bahwa kehilangan mobil adalah musibah yang begitu besar. Selain mobil kita gak bisa kembali, menyesal dan marah-marah akan menghabiskan energi kita. Kejadian tersebut, menurut teori Prof zen tadi, disebut dengan PENCAIRAN ENERGI NEGATIF. Ya, adalah keburukan-keburukan kecil yang tanpa kita sadari kita lakukan, atau bahkan kejahatan atau bahkan dosa yang pernah kita lakukan baik snegaja atupun tidak. Hal tersebut akan terakumulasi yang dikemudian hari akan cari dalam bentuk apapun sebagai musibah.

Hitung-hitungan
Sebagian besar dari kita, termasuk saya, sering sekali hitung-hitungan setiap kali mengerjakan sesuatu. Sangat manusiawi dan masuk akal.

Tapi apakah hal itu dibenarkan hanya karena jamak dilakukan orang, atau justru seharusnya kita menjadi orang yang tidak berhitung dalam melakuka apapun. Lakukan saja sesuai kata hati, lakukan saja kalau kita mampu, lakukan saja kalau itu ada manfaat buat kita dan terutama buat orang lain.
  • Kalau saya rajin kerja, apakah saya akan naik gaji?
  • Kalau saya bantu kerjaan kamu, apa balasan yang mau kamu berikan?
  • Aku do'akan kamu dech, tapi jangan lupa doakan aku juga yaa....
  • Sudahlah, itu bukan kerjaan kita, harusnya dia yang kerjakan...
  • Gak ada gunanya rajin, mau rajin, mau kagak, gajinya segitu-segitu saja kan?
  • Ngapain saya kerjakan, orang lain juga gak ada yang peduli kok....

Bagaimana kalau kita balik pola pikir kita! Give dulu baru take. 
Tidak ada ruginya berbuat baik, tidak ada ruginnya bekerja keras, tidak ada ruginya membantu pekerjaan orang lain. Perbuatan baik, sekecil apapun akan kembali pada diri kita, sebagai tabungan energi positif.

Selain itu, semakin banyak yang kita kerjakan, semakin banyak belajar dan akhirnya semakin banyak ilmu yang Anda kuasai.

Teruslah berbuat baik meskipun tidak ada yang memperhatikan
Jadi mulai sekarang, mari terus berbuat baik, sekecil apapun itu. Tidak peduli ada yang memperhatikan atau tidak, ada yang menyuruh atau tidak, ada yang menilai atau tidak, teruslah berbuat baik, karena hal tersebut tidak akan hilang dan akan tersimpan sebagai energi positif yang Allah akan cairkan di saat kita sedang dalam kesusahan.
Secara profesional, apa yang kita lakukan akan menjadi reputasi, seperti apa diri kita di mata orang lain.

Pada tahun 2012, tepat 12 tahun saya berkarya di sebuah perusahaan retail besar di Indonesia. Dalam kondisi galau karena penghasilan tidak lagi memadai untuk memenuhi kebutuhan, kebijakan yang berubah-ubah, skema insentif yang PHP, top managemen yang saling seteru dan kondisi tidak mengenakkan lainnya.

Namun saya tetap bekerja profesional seperti biasanya. Tetap datang ke kantor lebih awal dari yang lainnya, tetap ringan tangan membantu bagian lain, tetap kreatif. Intinya saya tetap berbuat baik, sebaik-baiknya. Prinsip saya saat itu adalah ‘kalau kerjakeras saya tidak dilihat oleh bos saya, biarkan bos yang lain yang akan melihatnya’. Setelah setahun bertahan dalam kondisi galau, tepat bulan Agustus 2012 benar saja ada Bos dari Telkom yang melihat kerja keras saya, dan sayapun rela mengakhiri karir 12 tahun ini untuk pindah ke Telkom. Modal saya adalah reputasi baik, tabungan energy positif.

Semua yang akan kita lakukan akan menjadi catatan atau embel-embel dibelakang diri kita, yang siapapun akan melihat dan menilai kita dari embel-embel yang kita miliki tersebut – JR

Salam Tabungan Energi Positif

Salam Smart Life
Joko Ristono

Tidak ada komentar:

Posting Komentar