Rabu, 25 Mei 2016

SAAT SERANGAN JANTUNG TERJADI DI BAWAH USIA 80Tahun

Sekitar 10 tahun lalu, dalam sebuah seminar, Profesor Spesialis penyakit Jantung di Rumah Sakit Harapan kita menyampaikan bawah ‘kalau Anda terkena serangan jantung sebelum usia 80 tahun berarti ada yang salah dengan pola hidup, namun jika serangan jantung di atas 80 tahun, anggap saja takdir’

Hmmm, masuk akal ya? Serangan jantung terjadi ketika pembuluh darah koroner di jantung tersumbat, sehingga otot jantung tidak mendapatkan asupan oksigen dan makanan, mengakibatkan otot jantung mati dan akhirnya jantung berhenti berdetak – Mati. Proses penyumbatan ini memakan waktu yang lama, bisa puluhan tahun, sehingga memberikan kesempatan bagi kita untuk memilih, kita jadi punya waktu untuk menentukan mau tersumbat atau tidak. Ini selaras dengan pernyataan di atas, artinya kalau Anda melakukan upaya maka proses penyumbatan tidak akan terjadi, kalaupun terjadi tidak akan sampai menimbulkan serangan jantung karena darah masih bisa mengalir.

Tidak Tahu atau Tidak Mau
Beberapa tahun terakhir kita dikejutkan dengan berita tentang public figure yang ‘seolah’ meninggal mendadak karena serangan jantung. Anda pasti ingat siapa saja mereka? Apakah mereka kelihatan sehat? Apakah mereka masih mudah? (di bawah 80 tahun), Apakah masih melakukan aktivitas seperti biasa di hari mereka mengalami serangan Jantung?

Bisa jadi mereka tidak tahu, bahwa gaya hidup yang mereka jalani selama ini perlahan-lahan menyisakan endapan di dinding pembuluh darah. Makanan lezat yang mereka makan, sepertinya baik-baik saja, enak dan badan jadi kuat. Tembakau yang mereka hisap membuatnya bisa bekerja lebih konsentrasi, kalau tidak merokok nggak bisa berfikir, tidak disadari bahwa radikal bebas berperan mempercepat proses pengendapan ini. Stress tingkat tinggi, efek dari persaingan hidup di kota besar, kerja sangat keras mengejar kesejahteraan, tanpa disadari berkontribusi dalam proses penyumbatan pembuluh darah. Dan masih banyak lagi hal yang tidak diketahui dan tidak disadari – tidak tahu.

Sementara itu, dengan semakin majunya teknologi informasi, semakin banyak orang ter-edukasi. Bahkan saya yakin saat ini Anda sedang berupaya untukmenjalankan pola hidup sehat, Anda sudah tahu bahwa makanan berlemak itu tidak sehat, Anda tahu bahwa karbohidrat berlebih tidak baik, tahu bahwa harus makan buah dan sayur setiap hari, tahu bahwa merokok itu berbahaya, Anda tahu bahwa harus olahraga minimal seminggu 3 kali, tahu bahwa harus mengganti nasi putih dengan beras merah, gula putih dengan gula merah – kita tahu.

Pertanyaannya adalah ‘apakah setelah tahu Anda bisa menjalankannya dengan konsisten?’. Saya pernah memutuskan membeli alat Treadmill, karena sadar harus olahraga cardio demi kesehatan, ya Anda benar, alat tersebut berumur tidak lebih dari sebulan sebelum akhirnya saya jual. Hangat-hangat tahi ayam, atau bahasa kerennya tidak konsisten, menjadi momok bagi banyak orang untuk berhasil dalam mencapai tujuan.

Selalu ada Pilihan
Jika kehidupan diibaratkan sebuah huruf, maka hidup akan berawal dari huruf B (birth/lahir) dan D (death/meninggal). Tetapi di antara kedua huruf B dan D, ada C sebagai (choice/pilihan). Hidup senantiasa menawarkan pilihan, entah itu suatu hal yang menyakitkan ataupun membahagiakan, dan semuanya bukan tanpa konsekuensi. (sumber: gemintang.com)

Kasus serangan jantung ‘pilihannya’ adalah hidup sehat atau menjalani hidup seperti kebanyakan orang. Saat Anda memilih hidup sehat, niscaya bisa menghindari terjadinya serangan jantung. Pilihan berikutnya adalah konsisten atau hangat-hangat tahi ayam?

Thomas Alva Edison punya pilihan untuk menyerah ketika lampu ke 9,999 tetap tidak menyala, tapi dia memilih untuk tetap mencoba, sampai akhirnya di percobaah ke 10,013 dia berhasil menemukan lampu pijar.

Muhammad Ali punya pilihan untuk berhenti berlatih karena telah menjadi Juara dunia tak terkalahkan, tapi dia juga punya pilihan untuk ‘menyakiti dirinya’ dengan latihan yang sangat keras agar lawan tidak bisa menyakitinya di Ring.

Indonesia sedang berbenah untuk memperbaiki peringkat sebagai negara dengan tingkat korupsi yang tinggi. Kenapa korupsi menjadi hal yang lumrah dilakukan oleh kebanyakan orang? Mulai kecil-kecilan sampai yang merampok uang negara. Kenapa? Yaa karena para koruptor memilih untuk mengambil jalan pintas dibandingkan mendapatkan uang dengan kristalisasi keringat. Karena mereka memilih mengikuti arus dibandingkan memilih menentang arus, nggak ada temennya. 

Saya jadi ingat, kakak dari temen saya terpaksa diasingkan dari kantor pusat sebuah BUMN hanya karena dia menolak untuk ikut-ikutan budaya korupsi, wooww, dan ini benar-benar terjadi.

Selamat menentukan pilihan!, jangan salah pilih ya!

Salam Smart Life
Joko Ristono

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rabu, 25 Mei 2016

SAAT SERANGAN JANTUNG TERJADI DI BAWAH USIA 80Tahun

Sekitar 10 tahun lalu, dalam sebuah seminar, Profesor Spesialis penyakit Jantung di Rumah Sakit Harapan kita menyampaikan bawah ‘kalau Anda terkena serangan jantung sebelum usia 80 tahun berarti ada yang salah dengan pola hidup, namun jika serangan jantung di atas 80 tahun, anggap saja takdir’

Hmmm, masuk akal ya? Serangan jantung terjadi ketika pembuluh darah koroner di jantung tersumbat, sehingga otot jantung tidak mendapatkan asupan oksigen dan makanan, mengakibatkan otot jantung mati dan akhirnya jantung berhenti berdetak – Mati. Proses penyumbatan ini memakan waktu yang lama, bisa puluhan tahun, sehingga memberikan kesempatan bagi kita untuk memilih, kita jadi punya waktu untuk menentukan mau tersumbat atau tidak. Ini selaras dengan pernyataan di atas, artinya kalau Anda melakukan upaya maka proses penyumbatan tidak akan terjadi, kalaupun terjadi tidak akan sampai menimbulkan serangan jantung karena darah masih bisa mengalir.

Tidak Tahu atau Tidak Mau
Beberapa tahun terakhir kita dikejutkan dengan berita tentang public figure yang ‘seolah’ meninggal mendadak karena serangan jantung. Anda pasti ingat siapa saja mereka? Apakah mereka kelihatan sehat? Apakah mereka masih mudah? (di bawah 80 tahun), Apakah masih melakukan aktivitas seperti biasa di hari mereka mengalami serangan Jantung?

Bisa jadi mereka tidak tahu, bahwa gaya hidup yang mereka jalani selama ini perlahan-lahan menyisakan endapan di dinding pembuluh darah. Makanan lezat yang mereka makan, sepertinya baik-baik saja, enak dan badan jadi kuat. Tembakau yang mereka hisap membuatnya bisa bekerja lebih konsentrasi, kalau tidak merokok nggak bisa berfikir, tidak disadari bahwa radikal bebas berperan mempercepat proses pengendapan ini. Stress tingkat tinggi, efek dari persaingan hidup di kota besar, kerja sangat keras mengejar kesejahteraan, tanpa disadari berkontribusi dalam proses penyumbatan pembuluh darah. Dan masih banyak lagi hal yang tidak diketahui dan tidak disadari – tidak tahu.

Sementara itu, dengan semakin majunya teknologi informasi, semakin banyak orang ter-edukasi. Bahkan saya yakin saat ini Anda sedang berupaya untukmenjalankan pola hidup sehat, Anda sudah tahu bahwa makanan berlemak itu tidak sehat, Anda tahu bahwa karbohidrat berlebih tidak baik, tahu bahwa harus makan buah dan sayur setiap hari, tahu bahwa merokok itu berbahaya, Anda tahu bahwa harus olahraga minimal seminggu 3 kali, tahu bahwa harus mengganti nasi putih dengan beras merah, gula putih dengan gula merah – kita tahu.

Pertanyaannya adalah ‘apakah setelah tahu Anda bisa menjalankannya dengan konsisten?’. Saya pernah memutuskan membeli alat Treadmill, karena sadar harus olahraga cardio demi kesehatan, ya Anda benar, alat tersebut berumur tidak lebih dari sebulan sebelum akhirnya saya jual. Hangat-hangat tahi ayam, atau bahasa kerennya tidak konsisten, menjadi momok bagi banyak orang untuk berhasil dalam mencapai tujuan.

Selalu ada Pilihan
Jika kehidupan diibaratkan sebuah huruf, maka hidup akan berawal dari huruf B (birth/lahir) dan D (death/meninggal). Tetapi di antara kedua huruf B dan D, ada C sebagai (choice/pilihan). Hidup senantiasa menawarkan pilihan, entah itu suatu hal yang menyakitkan ataupun membahagiakan, dan semuanya bukan tanpa konsekuensi. (sumber: gemintang.com)

Kasus serangan jantung ‘pilihannya’ adalah hidup sehat atau menjalani hidup seperti kebanyakan orang. Saat Anda memilih hidup sehat, niscaya bisa menghindari terjadinya serangan jantung. Pilihan berikutnya adalah konsisten atau hangat-hangat tahi ayam?

Thomas Alva Edison punya pilihan untuk menyerah ketika lampu ke 9,999 tetap tidak menyala, tapi dia memilih untuk tetap mencoba, sampai akhirnya di percobaah ke 10,013 dia berhasil menemukan lampu pijar.

Muhammad Ali punya pilihan untuk berhenti berlatih karena telah menjadi Juara dunia tak terkalahkan, tapi dia juga punya pilihan untuk ‘menyakiti dirinya’ dengan latihan yang sangat keras agar lawan tidak bisa menyakitinya di Ring.

Indonesia sedang berbenah untuk memperbaiki peringkat sebagai negara dengan tingkat korupsi yang tinggi. Kenapa korupsi menjadi hal yang lumrah dilakukan oleh kebanyakan orang? Mulai kecil-kecilan sampai yang merampok uang negara. Kenapa? Yaa karena para koruptor memilih untuk mengambil jalan pintas dibandingkan mendapatkan uang dengan kristalisasi keringat. Karena mereka memilih mengikuti arus dibandingkan memilih menentang arus, nggak ada temennya. 

Saya jadi ingat, kakak dari temen saya terpaksa diasingkan dari kantor pusat sebuah BUMN hanya karena dia menolak untuk ikut-ikutan budaya korupsi, wooww, dan ini benar-benar terjadi.

Selamat menentukan pilihan!, jangan salah pilih ya!

Salam Smart Life
Joko Ristono

Tidak ada komentar:

Posting Komentar