Jumat, 29 Januari 2016

SELF HELP & TRANSFORMATION

Menjalani hidup sukses itu harus berbekal dengan motivasi yang kuat. Apakah  motivasi yang kuat sudah cukup? ternyata motivasi saja tidak cukup, harus dilengkapi dengan pengetahuan dan ketrampilan, sehingga kita bisa menjalani hidup dengan bermakna. Sudah menjadi kodrat alam dan mahkluknya untuk senantiasa BERUBAH, menjadi lebih baik, lebih berguna, lebih bahagia, lebih dan lebih...
Tapi begitu banyak dari kita yang NYAMAN DI ZONAnya saat ini, takut memulai sesuatu yang baru.

Agar hidup kita menjadi mudah dijalani dan selalu memberikan manfaat buat banyak orang, kali ini Fiona Wong, Holistic Life Coach yang telah menjelajah nusantara dan membantu ribuan orang menjalani hidup lebih baik, memberikan KESEMPATAN EMAS bagi Anda untuk memulai perubahan...

Temukan Rahasia dan Tips yang dijamin 100% bisa Anda jalankan:
Untuk pendaftaran dan booking Kursi (terbatas), hubungi: 081908624640


Salam Smart Life
Joko Ristono

REAL TOOLS FOR REAL LIFE


Self-Transformation-Coaching

Pernahkah Anda bertanya kepada diri sendiri?
  • Ketika sedang menghadapi masalah, terutama yang berkaitan dengan emosi dan pikiran, bagaimana Saya  membantu diri sendiri?
  • Bagaimana Saya berkontribusi membuat hidup Saya lebih maju, nyaman dan menyenangkan?

Manusia seutuhnya terdiri dari aspek tubuh Fisik, Emosi, Pikiran dan Spiritual yang berhubungan dan saling mempengaruhi. Ketika keempatnya seimbang, selaras dan harmoni dalam diri seseorang, dapat dikatakan bahwa orang tersebut Sehat dan Bahagia Lahir dan Batin. Setiap orang normal tentunya ingin hidup bahagia, siapa yang tidak? Sayangnya dalam kenyataan, sebagian orang merasa tidak/ belum bahagia. Sebenarnya Bahagia dimiliki Setiap Orang tanpa terkecuali, hanya dalam perjalanan hidupnya sering kali sebagaian orang belum dapat melihatnya. Mengapa demikian? Untuk menjawabnya, Saya sering menanyakan pertanyaan ini:
“Apa warna langit? Biru…; Pada saat mendung? Umumnya di jawab, Gelap.. langit hitam”
Langit selalu biru. Hanya karena mendung, menggantung awan hitam maka birunya langit tidak tampak. Sama seperti Bahagia itu sendiri. Bahagia itu selalu ada di hati kita, setiap saat karena bahagia itu adalah Anugerah Adi Kodrati dari Tuhan YME. Namun karena awan-awan gelap yang menutup hati kita, maka kita tidak bisa melihat kebahagian itu. Awan gelap yang menutup kebahagiaan kita itu seperti, penyesalan akan masa lalu, perasaan bersalah, masalah-masalah yang sedang digeluti sehari-hari, kekhawatiran akan esok juga pencuri kedamaian kita hari ini.

Jika awan-awan tersebut di singkirkan, perlahan-lahan perasaan bahagia itupun muncul dan semakin merekah seiring dengan berdamainya kita dengan diri sendiri. Bagaimana menyingkirkan awan tersebut yang saya maksud dengan Real Tools for Real Life.

Manusia lahir memang tidak membawa manual book, jadi sering kali orang bingung mencari tombol on untuk mengaktifkan tombol kebahagiaan. Beruntung, belakangan ini ilmu mind technology (Hypnotherapy, NLP, Egostate Therapy EFT, dll) dan Transpersonal Practice seperti meditasi, yoga, dll semakin disadari peran pentingnya dan mempraktekkan semuanya itu dalam kehidupan sehari-hari sudah mulai menjadi gaya hidup. Perpaduan semua pembelajaran tersebut dapat diintisarikan dan diaplikasikan sebagai Real Tools dalam bentuk teknik-teknik Bantu Diri/ Self Help khususnya untuk permasalahan emosi dan pikiran yang membantu seseorang meraih keseimbangan, keselarasan dan kebahagiaan dalam hidupnya.  Setiap orang dapat menjadi praktisi Self Help untuk membantu diri dan orang-orang terkasih disekitarnya asalkan SADAR bahwa Hal ini Penting dan Perlu. MAU artinya subyek bersedia terlibat dan mengambil bagian, MAMPU artinya Subyek, memiliki Skill untuk melakukan semua itu.

Setiap keluarga dapat dikatakan Pasti memiliki Kotak P3K di Rumah untuk berjaga-jaga karena Sadar pentingnya First Aid untuk membantu tubuh yang terluka atau sakit. Isinya ada kain kassa dan obat merah jika jatuh dan kaki terluka. Ada persediaan obat-obatan seperti obat sakit kepala, obat sakit perut , dll. Tidak serta merta kalau merasa tubuh ada yang tidak beres kita langsung lari ke dokter bukan? Dengan first aid ini saja lebih dari 70% masalah kita bisa teratasi.
Lalu Bagaimana jika Pikiran dan Emosi Anda yang ‘terluka’? Dengan apa Anda akan berusaha mengobatinya? Jadi kotak P3K ini perlu dilengkapi lagi dengan first aid untuk masalah Emosi dan Pikiran., teknik-teknik Bantu Diri yang dimaksud dengan Real tools itu tadi.,
Masalah bisa datang pada siapa saja hanya  bentuknya tentu berbeda-beda. Orang yang sudah sukses pun bisa memiliki masalah dalam mengembangkan usahanya, apalagi orang-orang yang masih dalam proses meraih sukses. Sebagai orang tua dalam membimbing anaknya, ketika umur anak balita, masalah yang dihadapi dalam mendidik mereka tentu berbeda dengan permasalahan ketika anaknya remaja. Nah, masalah adalah trigger atau pemicu emosi dan pikiran manusia. Ketika emosi dan pikiran ini tersulut dan tidak di release maka ia akan ter repressed ke bawah sadar kita dan menjadi bibit masalah yang dapat termanifestasi ke banyak bentuk sabotase diri, bahkan termasuk permasalahan fisik.

Pikiran dapat mempengaruhi tubuh fisik, demikian juga tubuh fisik dan tubuh emosi saling berhubungan erat.  Dibalik permasalahan fisik, ada latar belakang faktor emosi yang memicu. Emosi-emosi utama yang seringkali mendominasi seseorang berhubungan erat langsung dengan organ-organ vital kita; Hati berhubungan dengan kemarahan, Jantung berhubungan dengan kecemasan dan emosi, Limpa berhubungan dengan kekhawatiran, Paru-paru berhubungan dengan kesedihan dan kedukaan, Ginjal berhubungan dengan ketakutan.  Tools Healing dan Terapi diri dapat diaplikasikan untuk membantu menghapus luka batin yang berhubungan dengan emosi-emosi tersebut, sehingga organ-organ yang bersangkutan, berangsur-angsur dapat dipulihkan. Dengan kesadaran mengatur dan mengendalikan emosi2 tsb, maka organ-organ tubuh terkait pun akan terpelihara.

Self Healing and Therapy sebagai tools bantu diri, dapat dilakukan mulai dari yang paling sederhana hingga yang cukup advanced. Berikut adalah 2 contoh teknik sederhana terapi diri yang dapat seseorang lakukan:

(1) Ketika merasa penat dan letih di tengah beraktivitas, janganlah terus memaksakan diri karena bisa menyebabkan stress. sebaliknya, buat diri kembali segar dan fresh dengan latihan berikut. 
  • Duduk rileks, pejamkan mata. Tarik nafasss yg dalammm.. tahan 2 hitungan, hembuskannn perlahannn..
  • Setiap tarikan nafas niatkan menarik udara segar dan sehat berwarna biru langit.. penuhi paru2 terasa segar dan nyaman. Dapat membayangkan berada di pegunungan ataupun pantai.. 
  • Ketika hembuskan nafas lihat dan rasakan seluruh kepenatan dan keletihan keluar dalam gulungan asap...
  • Terus.. inhale, isi dengan kesegaran biru.. exhale.. lepaskan dan buang asap kepenatan..
  • Lakukan bbrp kali dan rasakan bedanya sesudahnya..


(2)    Merasa sumpek dengan sekitarmu? Tempat paling nyaman u beristirahat  adalah Tempat Kedamaianmu.. beristirahat 5 menit di tempat kedamaianmu setara dengan tidur siang 1 jam.
  • Rilekskan seluruh tubuh..
  • Banyak cara u melakukannya..
  • Salah satu cara termudah bisa diawali dengan merasakan keluar masuknya nafas lalu setelah 1-2 menit mulai mengamati perlahan bagian2 tubuh, mulai dari telapak kaki hingga kepala.
  • Lalu rasakan seluruh bagian tubuh secara bersamaan..
  • Niatkan tuk pergi ke tempat kedamaianmu.. satu tempat di mana kamu merasa sangat tenang, damai dan bahagia.. tempat yang aman dan menentramkan batinmu.. bisa outdoor ataupun indoor.. bisa di pantai ataupun kamar tidurmu.. ijinkan saja terjadi.. 
  • Nikmati kedamaiannya dan tinggallah selama yg kau inginkan.. niatkan kau dapat kembali kapanpun dimanapun kau membutuhkannya hanya dengan meniatkan dlm hati 'ke tempat kedamaianku'..
  • Setelah cukup niatkan tuk kembali ke aktivitas normal.

Ya, memang Manusia lahir memang tidak disertai dengan modul operasi dan petunjuk penggunaannya. Tetapi Tuhan sudah begitu baik, menaruh semua yang dibutuhkan begitu dekat.. di dalam diri setiap kita, termasuk semua obat untuk setiap permasalahan hidup kita. Barang siapa yang melakukan perjalanan ke dalam akan menemukannya…

Start your Inner Journey today

for more SELFHELP Article: http://www.fiona-wang.com/

Selasa, 26 Januari 2016

I HAVE A DREAM

Orang sukses selalu memiliki Mimpi?
Sebagian besar orang percaya dan meyakini, bahwa kesuksesan harus diawali dengan sebuah impian, hanya orang-orang yang punya mimpilah yang akan meraih sukses. Sebagian lagi orang menjalani hidup mengalir begitu saja, katanya jalani hidup tidak usah ngoyo, semua sudah diatur oleh yang diatas, mengalir saja. Saya berharap Anda masuk golongan orang yang pertama, yang selalu punya mimpi dan meyakini dan berusaha untuk meraihnya.
Faktanya, memang kalau ditanya, kabanyakan orang akan menjawab punya mimpi, punya cita-cita. Namun ketika ditanya lebih lanjut apa persisnya mimpi yang dia akan raih, maka jarang orang yang bisa menyebutkan dengan baik dan jelas. Alih-alih bisa menyebutkan upaya apa yang akan dilakukan untuk mewujudkan mimpi tersebut.
Konon, tanpa makan manusia bisa bertahan 40 hari, tanpa air manusia mampu bertahan 4 hari, tanpa udara manusia bertahan 4 menit, namun tanpa cita-cita manusia tidak akan mampu bertahan lebih dari 4 detik… bisa dibilang manusia tanpa cita-cita bisa mati mendadak. O iya hampir lupa, ngomong-ngomong tentang mengalir seperti air.. hati-hati yaaa, karena air mengalir akan berhenti di got atau comberan dalam waktu yang lama, baru suatu saat akan kebawa air yang lebih banyak menuju lautan. Anda tidak mau kan kalau berhenti lama di comberan, jadi jangan jalani hidup mengalir seperti air.
Mungkin anda pernah dengan kisah, bagaimana kisah Katie Holmes medapatkan Tom Cruise. Singkatnya, pada saat Katie masih kecil, Tom telah mampu mecuri hatinya, dan Katie mengidolakan sang bintang. Katie kecil memasang poster sang idoal dan melakukan ritual setiap pagi sebelum keluar rumah. Katie kecil memandangi poster sang idola dan mengatakan “Someday you'll be my husband!”. Hal ini rutin dilakukan setiap hari, dan apa yang terjadi 15 tahun kemudian, Tom Cruise pun takluk dipelukan Katie dan menjadikannya Istri. See… begitulah kekuatan Mimpi. (saya sengaja tidak memasang foto saya di sini, takut dijadikan ritual para wanita, hahaahahah)

Victor Frankl, adalah seorang survivor dari kekejaman Nazi di masa Holocaust, dimana pada periode 1940-1945 tentara Jerman melakukan pemusnahan masal penduduk Yahudi, semua ditangkap dan dijebloskan ke dalam kamp konsentrasi, tanpa makanan, tanpa sanitasi, tanpa tempat tinggal yang layak. Parahnya, di 4 kamp konsentrasi ini, manusia dijadikan kelinci percobaan untuk penemuan-penemuan ilmiah, mulai dari uji coba dehidrasi dengan memberikan minuman air laut, uji coba ketahanan di cuaca dingin, di cuaca panas, uji coba obat, berapa lama bayi bisa bertahan hidup sejak lahir, dan cerita buruk lainnya. Intinya tidak ada tempat dimuka bumi yang lebih buruk dari kamp konsentrasi yang membunuh lebih dari 3 juta orang termasuk 1.5 juta anak-anak. Dan apa yang membuat Victor bisa selamat dari kondisi mengerikan itu?
“Everything can be taken from a man but one thing: the last of the human freedoms—to choose one’s attitude in any given set of circumstances, to choose one’s own way.” Kita boleh kehilangan segalanya, namun ada satu hal yang harus selalu ada, yaitu asa, harapan selalu ada meski dalam kondisi seburuk apapun. Keinginan untuk berkumpul kembali dengan orang-orang yang dia cintai membuat dia mampu bertahan selama 3 tahun di dalam neraka tersebut dan akhirnya terbebas di tahun 1945.

Hasil survey kepada Lulusan MBA Harvard Business School (1979 – 1989), hasilnya adalah hanya 3 % orang yang menuliskan Goals mereka dan bisa menjelaskan rencana hidup yang spesifik, sisanya tidak tahu apa tujuan hidupnya dan apa yang akan dilakukan setelah lulus MBA. 10 tahun kemudian, dilakukan surevy terhadap orang yang sama, dan hasilnya 3% orang tersebut, yang memiliki tujuan hidup yang jelas, mereka memiliki penghasilan berpuluh kali lipat dibandingkan 97% lainnya yang tidak melakukan hal itu. Wow… (masih berpikir untuk hidup seperti air mengalir???)

Mengapa demikian? Karena GOALS akan membuat hidup kita Focus, kita menjadi persisten dan tidak mudah menyerah, hidup dan upaya kita jadi terukur dan tentunya dengan Goals membuat kita lebih kreatif (terpaksa kreatif)
Untuk ada sudah menikmati tontonan TV di tahun 80-90 an, tentu Anda ingat serial filem MacGyver. Yaa, pemuda yang selalu mampu lolos dari masalah, kreatif menggunakan benda-benda disekitarnya menjadi alat bantu untuk meloloskan diri. Terlepas bahwa ini hanya sebuah filem, namun moral ceritanya, ketika MacGyver focus, hanya punya satu tujuan “LOLOS”, maka otak dan seluruh anggota tubuh akan tergerak untuk mencari jalan keluar, dan hasilnya… bebaaaasss.. (bagi anda yang belum kebayang bagaimana MacGyver beraksi, segera buka YouTube yaa…)

Pentingnya Mimpi?
Mimpi adalah modal utama yang dapat membuat Anda terus bergerak dalam rangka untuk meraihnya
·     Mimpi adalah Alarm yang akan terus mengingatkan agar kita selalu konsisten dan tekun
·     Tanpa mimpi hidup Anda akan membosankan

Semua penemuan luar biasa yang tercipta dan ditemukan di dunia berawal dari sebuah IMPIAN- Walt Disney.

Di tahun 1903, pertama kali pesawat terbang yang diperjuangkan oleh wright bersaudara bisa terbang setelah bertahun-tahun mereka berusaha untuk menemukan alat transportasi cepat. Impian wright bersaudara menjadi moda trasportasi yang telang memudahkan jutaan orang berpindah dari satu tempat ke tempat lain dalam tempo waktu yang singkat. Bayangkan Anda di Indonesia harus naik kapal mejalankan ibadah haji ke tanah suci, bisa perpuluh-puluh hari anda terobang-ambing ombak lautan, bukan 9 jam seperti saat ini. Impian besar wright bersaudara terwujud dan kehidupanpun menjadi mudah, sama seperti Alfa Edison menemukan lampu pijar.

Bill Gates
Every business and household must have a computer and must run Microsoft software  - Bill Gates 1978. Berawal dari impian setiap rumah dan kantor ada computer dan harus menggunakan software IBM, bill gate menjadi orang terkaya di dunia dengan kekayaan 100o triliun dan telah mendonasikan 19 triliun untuk kemanusiaan. Dia bermimpi ketika computer masih menjadi barang langka dan mahal, seperti Wright yang bermimpi membuat pesawat, dianggap sebagai orang gila oleh orang-orang di sekelilingnya, seperti Jack Ma yang ditentang oleh 23 orang kolega yang diajaknya meeting. Tapi itulah… impian besar akan membawa hasil besar, sudah barang tentu tantangannya akan sangat besar. Bagimana Thomas alva Edison menemukan lampu pijar melewati hampir 10,000 kali gagal (tepatnya Thomas Alva Edison pernah gagal 10,083 kali dalam percobaannya untuk menciptakan lampu pijar). Namun dia menyebutnya bukan sebagai kegagalan “I have not failed. I’ve just found 10,000 way that won’t work”

Bagaimana saya harus bermimpi?
      1. Dream it
Kadang kita untuk bermimpi saja tidak berani, apalah aku ini, saya cukup bersyukur dengan keadaanku saat ini, sudah cukup kok. Saya tidak punya keahlian, jadi saya tidak akan bermimpi muluk-muluk,saya punya banyak keterbatasana biarlah saya jalani hidup semampu saya. Tet… tot… helooooo, mumpung mimpi masih gratis, ayo bermimpi saya, paling nggak dengan mimpi kita punya sesuatu yang diperjuangkan dan hidup menjadi lebih hidup dan membuat kita ‘terpaksa kretif’.
Ada yang ngajari, mimpi itu harus SMART. S.M.A.R.T adalah kependekan dari 5 langkah dalam penetapan tujuan –  specific, measurable (terukur), achievable (dapat dicapai), relevant, dan time-based (tenggat waktu).
-   SPESIFIK. yaa saya setuju, jangan bilang saya mau sehat, tapi impikan kolesterol saya dibawah 200, berat badan saya turun 7 kg, asam urat saya normal, itu namanya spesifik. Jangan bilang saya mau punya rumah, tapi cita-citakan saya mau punya rumah di depok, type 45/120, lokasi tidak jauh dari stasiun kereta. Itu spesifik. Hindari target yang terlalu umum atau kurang mendetail. Target tidak boleh ambigu, harus jelas, dan dipaparkan dengan bahasa yang lugas.
-  MEASURABLE. Target yang ditentukan harus dapat diukur dengan menggunakan indikator yang tepat sehingga dapat melakukan peninjauan ulang, mengevaluasi pencapaiannya serta dapat melakukan tindakan-tindakan perbaikan yang seperlunya. Pengukuran harus berupa nilai-nilai kuantitatif yang berbentuk angka-angka berdasarkan fakta-faktanya.  Kemajuan akan membantu kita untuk tetap berada dalam jalur yang benar, menepati tenggat waktu, dan merasakan semangat dan euforia ketika memperoleh hasil yang menggembirakan di setiap pencapaian yang membawa mereka lebih dekat kepada tujuan.
-   ATTAINABLE. Target harus dapat dicapai melalui usaha-usaha yang menantang dan harus berdasarkan kemampuan yang dimiliki. Kita harus mengetahui dimana letak kemampuannya dan mempertimbangkan yang mampu dilakukan sekarang dengan kemampuan yang sifatnya sempurna. Dari kemampuan sekarang sampai ke kemampuan yang seharunya dilakukan secara bertahap dan Target yang ingin dicapainya juga harus ditetapkan secara bertahap pula.Pada versi SMART Goal lainnya, Attainable juga disebut dengan Achievable. Kalau sekarang Anda tidak pernah berpolitik, jangan buru-buru bermimpi jadi presiden, kejauhan dan rasanya tidak bisa dicapai. Tapi jangan pula membuat mimpi yang underestimate terhadap diri Anda.
-  REALISTIC (REALISTIS). Buat target jangan muluk-muluk (meskipun tidak boleh terlalu rendah juga), buat sesuatu yang besar yang bisa Anda perjuangkan. Cita-cita menikah di tahun depan, meskipun pacara belum punya, masih merupakan sesuatu yang realistis. Cita-cita membeli mobil di tahun depan, meskipun tidak ada tabungan sama sekali, masih merupakan sesuatu yang realistis. Namun cita-cita untuk menjadi juara tinju dunia kelas berat, rasanya tidak realistis sementara usia kita 40 tahun.
-   TIMEBOUND (BATAS WAKTU). Selalu tentukan tenggat waktu, kappa goals anda harus dicapai, kalau target tahunan tulis bulan apa harus tercapai.
      2. Believe it
Meyakini mimpi merupakan 50% keberhasilan. Kisah Jack Ma, orang terkaya di China dengan kekayaan sebesar 320 triliun (Bill Gate 1000 triliun), mengawali mimpinya dengan sebuah keyakikan. Ketikan 23 orang kolega di ruang meeting semuanya menentang idenya, dia tetap yakin dengan idenya dengan internet dan ketika selama 3 tahun tidak ada profil sepeserpun, dia tetap yakin dan 30 tahun kemuadian sejak pertama kali dia memiliki ide berjualan lewat internet, kini pemilik Alibaba.com ini menjelma menjadi konglomerat terkaya di China. Kuncinya adalah keyakinan akan mimpinya.
      3. Describe it
Baik mimpi pribadi maupun mimpi dalam pekerjaan (KPI), harus sangat detail dan didiskripsikan dengan jelas. Dengan demikian anda tahu apa yang harus Anda kejar, dan punya acuan pencapaian, punya arah yang jelas
      4. Plan it
Dalam managemen ada the 4 disciplines of execution (4 disiplin eksekusi) yang hawjib ditaati agar rencana kerja bisa dijalankan dan target bisa tercapai. Disiplin yang ke-2, yang selama ini diabaikan atau sering terabaikan adalah menurunkan atau menerjemahkan Goasl dalam aktivitas Konkrit, dalam rencana kerja. Contoh kalau Anda ingin menurunkan berat badan, maka langkah konkritnya adalah 1. Tidak makan malam, 2. No goreng, 3. Olah raga kardio 30 menit seminggu 4 kali, 4. Tidur cukup, 5. Makan sayur dan buah setiap hari. Suatu project gagal karena 80% pimpinan / leader gagal merumuskan rencana aktivitas ini. Oleh karena itu, jadilah Anda menjadi bagian dari 20% orang yang selalu menerjemahkan Goals dalam rencana aktvitas.
      5. Do it
Setelah semuanya jelas, masih dari managemen the 4 disciplines of execution (4 disiplin eksekusi), adalah disiplin eksekusi, setiap hari diukur, dicatat, dimonitor dan dievaluasi. Bener nggak saya makan sayur hari ini, minggu ini olahraga 4 kali atau hanya 1 kali, tidak lagi begadang, dan sebagainya. Intinya mimpi Anda tidak akan pernah tercapai kalau tidak dieksekusi, persisten dan konsisten. Saya pernah beli mesin treadmill, dan mesin itu hanya berumur 1 bulan sebelum akhirnya dijual di olx.co.id. Ceritanya, minggu pertama semangat, setiap hari saya pakai, minggu kedua gak ada waktu dan saya kadang lupa dengan Goals menurunkan berat badan, minggu ketiga mesin treadmill lebih sering digunakan sebagai jemuran (pakaian yang belum kering di jemuran), dan minggu ke 4 sudah laku. Yaaa… persisten dan konsisten memang menjadi barang yang mahal.

Pada tahun 1950, Florence Chadwick (32 tahun)  menjadi wanita pertama yang berhasil menyeberangi English Channel (selat Catalina) yang berjarak 26mil (41.8km) dengan berenang, dengan waktu selama 16 hours 22minutes. Hanya beberapa meter sebelum sampai, dia menyerah dan putus asa, karena di depan dia tidak juga kelihatan daratan, yang kelihatan ada hanya kabut putih yang menutupi pandangannya. Ketika dia menyerah, baru disadari ternyata dia menyerah hanya berjarak ½ mil dari daratan, woow… Tapi karena tujuannya nggak kelihatan dan seolah tidak ada harapan, akhirnya dia menyerah setelah 16 jam 22 menit berenang. (Bukan DINGINnya AIR LAUT dan KELELAHAN dasyat yang membuatnya menyerah, tapi karena dia merasa KEHILANGAN TUJUANNYA).
Menjaga agar cita-cita kita tetap jelas, tetap kelihatan, tetap sebagai penyemangat, itu adalah hal sulit, tapi memang wajib dilakukan.

BERITA BAIK
Setiap akhir tahun, saya dan keluarga selalu membuat goals untuk tahun depan. Biasanya antara 6 – 10 poin goals yang kami canangkan, mulai dari beli mobil, umroh, juara 1 di kelas, penghasilan 2 kali lipat, atau rajin sholat tahajud, dst. BERITA BAIK bagi kita adalah, ketika cita-cita ditulis dan ditempel, entah bagaimana caranya SELALU TERCAPAI. Pada tahun 2014 saya mencanangkan umroh, tanpa tabungan, dan gaji yang selama ini cukup untuk bertahan hidup (bertahan maksudnya setiap week end jalan-jalan bersama keluarga siiih, heheheh). Dan Allah menjawabnya sangat cepat, di bulan April 2014 saya berangkat. Itulah kekuatan mimpi. Saya pernah mecanangkan mendapatkan penghasilan 2 kali lipat di tahun dari penghasilan saya selama 4 tahun terakhir. Dan di bulan Juli 2012 Allah menjawabnya dengan penghasilan 2.5 kali lipat (wooow..). Lalu apa rahasianya?? Tentukan dan percayai…
Pertanyaannya apakah saya akan memiliki penghasilan 2.5 kali lipat kalau tidak saya cita-citakan? Jawabannya Tidak. Apakah saya bisa berangkat umroh kalo tidak saya cita-citakan? Jawabannya Tidak.
Bahkan ketika anak saya bermimpi mendapatkan NEM 29 agar bisa masuk SMP 1 bogor di tahun 2015, Tuhan memberinya NEM 28.5 sebagai NEM tertinggi di SD Bina Insani Bogor, dan dia menjadi satu-satunya anak SD Bina Insani yang masuk ke SMP N 1 Bogor.

3% orang yang memiliki Mimpi
Yuk, kita menjadi 3% orang yang memiliki tujuan hidup yang jelas, memiliki mimpi yang clear dan mengetahui caranya.

Salam Smart Life
Joko Ristono

Kamis, 21 Januari 2016

MEMANFAATKAN DUKA ORANG LAIN

tulisan titipan dari seorang teman (maaf late posting yang bro...)

Ini cerita nyata kejadian yang temen saya alami, saya ceritakan ulang. 
Moral ceritanya cukup dalam, jadi menurut saya bisa memberikan manfaat untuk banyak orang. Seperti biasa, temen saya melakukan perjalanan kerja Serang – Simatupang. Temen saya yang satu ini memang tangguh, bayangkan menempuh perjalanan 3 jam pulang pergi (6 jam) hanya untuk mencari sesuai nasi, dilakukan setiap hari. Menghadapi tingkah polah pemakai jalan yang beraneka ragam. Sudah biasa menahan sabar, sudah biasa menghadapi kemacetan, sudah biasa ngelus dada lihat orang tidak pakai otak mau menang sendiri, sudah terbiasa kebelet pipis di tengah kemacetan sementara rest area masih jauh (pernah juga sih karena nggak tahan, minggir trus ditutupi pakai pintu mobil... cuuuuuurrr aaaaaah legaaaa). Dari ribuan cerita, ini salah satu cerita yang dia ceritakan, untung dia tidak cerita soal kebelet pipis karena bakal susah nyari moral ceritanya (moral cerita: sedia pempers sebelum berangkat)

ceritanya: 
Siang 17 Juni 2014 jam 12.56 pm tol BSD km 06/600 jarak pandangku tertuju 200 meter kedepan, #hadooohh ..... Macet panjang yang tak biasa pada jam segini di tempat ini.

Segera buka waze, aplikasi yang sangat membantu saat anda menjadi kaum urban di jakarta yang hidup diatas roda seperti saya.
Kata waze, "ada dua "penyakit" didepan sana".
Pertama adalah kecelakaan yang kedua adalah mobil berhenti di bahu jalan, sompret !!! Satu penyakit saja bikin pusing ini ada dua penyakit dilokasi yg nyaris berdekatan... (Sampai disini mobil masih diam, dan aku dapat ngetik cerita ini dengan merdeka)..
Nguing.... Nguing....nguing ..... Toot....toottt....toottt...sirine ambulan plus klakson mobil polisi menjerit jerit dari arah belakang berusaha membongkar antrian kemacetan..
Dalam hatiku... Kesempatan (siap siap pencet tombol lampu hazard) ancang ancang bakal mengikuti antrian laju mobil di belakang ambulan (sangat manusiawi ketika ada kesmepatan, naluri akan mengikuti, tanpa piker panjang). Seketika niat itu aku batalkan ketika ada gelitik hatiku membisikan tak elok memanfaatkan duka orang lain (mematikan lampun hazard, dan kembali rilexs dibelakang kemudi sambil denger elsinta), tapi mobil fortuner dibelakangku sepertinya tidak rela dia terus membunyikan klakson, menyalakan lampu dim berkali kali seakan mengumpat dan menyumpahi kenapa tidak menggunakan kesempatan ikut ambulan yang pasti akan bisa jalan dengan lancar.

Fortuner itu semakin tergoda ketika banyak mobil yang dibelakang ambulan dapat melaju lancar, dengan sedikit memaksa dia putar strir dan Memaksa masuk dalam barisan tersebut daaaaaannnnnnnnnn........... (maaf bukan iklan mobil, buka pula black campaign, bukan mobilnya, tapi orang yang di dalam mobilah yang saya mau tuliskan, Cuma memang yang kelihatan mobilnya, ya sudah terpaksa sebut merek)

JEDDHHAAAAAAARRRRR !!!!!!!!!! Pintu samping fortune dihajar Nisan, disusul suara ke dua......DUUAAAAKKK !!!!!!! pantat nisan dihajar strada.


Saya kirim sms ke elsinta, isinya
Informasi LAKA, TABRAKAN BERUNTUN tiga atau empat mobil. Lokasi, Tol BSD arah Jakarta km 06/600. Korban, Tidak bisa dipastikan (benturan terjadi sangat keras).

Pesan dari cerita ini,
Jangan pernah memaksakan diri terhadap sesuatu yang sudah jelas melanggar aturan.
Sebuah aturan yang dilanggar pasti akan meninmbulkan masalah untuk kita sendiri dan orang lain.


Thank you and have a Good day
Regard,
Tommy Afandhi
Regional Sales&Marketing Manager
PT Bahtera Nusantara Mandiri
Contact : 08111 203 258

Salam Smart Life
Joko Ristono

HEARTSPEAK INDONESIA ajarkan untuk SPEAK FROM THE HEART

Donna Oriza, saya copas tulisan kamu yaa...

Namanya adalah HeartSpeaks Indonesia
Apa yaaa ini??
Sudah ada yg tau?
Sudah ada yang pernah mendengar?

Foundernya sendiri adalah master Trainer FransBudi Santika seorang yang sangat berdedikasi tinggi dan memiliki impian mulia untuk berbagi kepada banyak orang dan dengan kerendahan hatinya beliau pun bahkan seringkali berbagi tanpa meminta sebuah "bayaran" kasarnya ketika membagikan ilmunya di sebuah yayasan sosial...panti sosial dan lembaga keagamaan yang juga haus ilmu dan ingin mempelajari tentang Public Speaking....
Public Speaking....makanan apalagi ini????

Memang tak banyak orang yang akan mengerti memahami tentang pemaknaan ilmu yang ini
Padahal secara tidak langsung...ketika kita sedang berbicara dimuka umum dan berani mengemukakan pendapat kita dimuka umum itu sudah jadi salah satu bagian dari terapan public speaking
😊

Selama proses belajar dengan Heartspeaks ini saya benar benar belajar dalam waktu yang tidak sebentar, terhitung sejak 2008 hingga hari ini saya masih saja belajar dan belajar karena tak usai berakhir untuk mengenal kembali seperti apa pembelajaran dalam ilmu yang satu ini
Mungkin sekarang sudah banyak Dijumpai dimata kuliah Komunikasi yang mempunyai banyak turunan jurusan juga yaaa....Public relation lah...Advertising lah ..Broadcasting lah...dan masih banyak lainnya

Intinya saya mau sampaikan bahwa mempelajari ilmu yang satu ini sangatlah menyenangkan karena kita juga akan belajar mengetahui dan bisa mengenali kelemahan dan kelebihan seseorang saat berbicara dimuka umum/publik 😊

Dan mulai dari belajar ilmu dasarnya dan terus bertahap sampai nantinya menjadi expert tentu juga membutuhkan waktu yang tak sebentar dan butuh benar benar meluangkan waktu kita untuk mempelajari tahapan demi tahapan mulai dari intermediate sampai tingkatan Advance dan bahkan kalo sudah bisa dikatakan sebagai Trainer maka ada kelas lanjutan yaitu TFT....  Training For Trainer

Dan ini yang saat ini di tahun 2015 ini saya ikuti agar dapat mendapat gelar Master Trainer 😀😀😀

Dan dalam Training selama 3xpertemuan ditiap pekan ini kami diberikan 12 materi....mulai bagaimana menyajikan presentasi yang bagus, membuat slide yg sederhana tapi bagus, dllnya sampai 12 item...bocorannya di kelas TFT ini yaaa

Bisa dibayangkan betapa bahagianya saat sertifikasi nya nanti akan muncul nama saya didalamnya 😊😊
Bangga sudah pasti....apalagi belajar ditangan yang tepat orang yang tepat dan lembaga yang tepat
HEARTSPEAKD INDONESIA  yang merupakan lembaga training , konsulting, dan motivator bagi anda para pembelajar Komunikasi profesional dan efektif dari bidang profesi apapun yang ingin meningkatkan karakter, pengetahuan dan keterampilan berkomunikasi secara profesional.
Dan foto2 ini adalah Batch angkatan saya di Bulan November 2015 ini bersama Heartspeaks Indonesia

Dan saya sangat bangga memiliki teman seAngkatan seperguruan dengan latar belakang dan profesi yang beragam.....seperti sales force, akuntan,  HR manager, Entrepreneurs, Dokter presenter TV, dan saya sendiri producer dan penyair Radio.

Semuanya Happy dan semuanya mulai mengenali kelebihan dan kekuatan yang dimiliki dan semuanya sangat mencintai profesi nya sebagai Trainer dan Public Speaker..... because we Speaks from The Heart with Heartspeaks Indonesia 😍😍😍😍

Salam Smart Life
Joko Ristono

sumber: http://donnaoriza.blogspot.co.id/2015/11/heartspeak-indonesia.html



Rabu, 13 Januari 2016

The Power of Dream



Mumpung masih awal tahun, rasanya masih belum terlambat untuk kita menyusun RESOLUSI, menyusun Goals... bukankan sukses diawali dengan penetapan Mimpi... 
Berikut saya copy paste tulisan seorang penulis buku mengenai "power of dream". Semoga bermanfaat:

St.Augustine pernah mengatkan satu hal tentang keyakinan:
“Faith is something you do not yet see, the reward of the faith is to see what you believe”

Saya terjemahkan dalam bahasa sederhana, “Keyakinan adalah sesuatu yang tidak Anda lihat. Hasil dari meyakini adalah melihat apa yang Anda yakini.”

Kutipan dari St.Augustine itu begitu dalam memberikan makna nyata tentang keyakinan, setidaknya dalam kehidupan saya pribadi. Saya, tidak dalam kapasitas sebagai orang bijak seperti St. Augustine, namun berdasarkan pengalaman hidup, saya ingin menambah bahwa “Memiliki sebuah impian yang kuat dan kosistensi berkarya akan membuka jalan-jalan pencapaian yang tidak pernah terpikirkan”

Dalam artikel ini saya ingin berbagi pengalaman, sesuai judul artikel ini, tentang kekuatan sebuah impian (bukan mimpi, tetapi impian).

Sebelumnya saya perlu menyamakan persepsi dulu, bahwa mimpi dan impian yang saya maksud itu berbeda. Mimpi adalah produk ketidak sadaran dan berada di dalam area yang tidak bisa kita kendalikan, misalnya ketika kita sedang tibur. Sedanghkan IMPIAN adalah produk dari keinginan sadar yang ingin kita wujudkan. Jadi mari kita terjemahkan dream yang dimaksud dalam artikel ini adalah impian, bukan mimpi. Ijinkan saya memulai cerita saya ya sobat !

Billboard
Dalam beberapa kesempatan, ketika melihat sebuah billboard, saya pernah berpikir dan bertanya kepada diri sendiri, “Apa yang menjadikan foto seseorang bisa terpampang namplakdalam sebuah baliho atau billboard yang segede gabandi pinggir jalan ini?” tentunya saat itu saya tidak berpikir tentang seseorang yang dengan uangnya mampu menyewa sebuah tempat dan memasang fotonya sendiri seperti kampanye para caleg.Lalu pertanyaan itupun menjadi tertutup dengan pernyataan dalam diri, “Suatu saat, saya layak ditampilkan di billboard atau baliho semacam itu”, meskipun saat itu saya tidak mengerti caranya dan tidak mempunyai peta untuk itu.Pikiran itupun berlalu tanpa jawaban yang pasti. Lalu, baru-baru ini, saya kaget ‘setengah mati’ ketika ada seorang penanggungjawab dari sebuah institusi pendidikan meminta saya mau difoto bersama dengan seorang dosen berkewarganegaraan Amerika yang bertugas di Indonesia. Tujuan dari pemotretan itu adalah sebuah foto besar yang akan dimuat di sebuah billboard di pinggir jalan besar, di titik simpang 6 di kota Semarang, di seberang Paragon Mall. Singkat cerita, pada Selasa, tanggal 4 Juli 2012, saya menyaksikan billboard itu, hampir tidak percaya bahwa yang ada di billboard itu adalah saya.

Jujur, saya bangga menjadi bintang iklan sekarang, setidaknya untuk satu bulan ke depan, foto saya terpampang di sebuah billboard di jalan besar salah satu pusat keramaian di kota Semarang, dimana saya tinggal. Namun bukan perihal kebanggaan itu yang ingin saya ceritakan.

Dulu, sejak mengenal ada aplikasi mainan yang disebut fotofunia, setiap orang bisa bermain-main memilih sebuah gambar dirinya sendiri dan secepat kilat dia bisa membuat foto profil dengan fotonya terpampang di sebuah baliho atau billboard atau di dinding sebuah gedung besar, sedang diperhatikan banyak orang. Namun itu tidak nyata, artinya hanya sebuah rekayasa gambar yang baliho atau billboard yang dimaksud memang tidak ada. Nah kalau dulu bermain fotofunia, sekarang menjadi nyata. Bukan lagi gambar rekayasa tetapi beneran saya sekarang kalau jalan melintasi jalan pemuda, dapat menyaksikan foto dengan billboard ukuran 5×10 meter dan itu adalah foto saya dengan dosen dari Amerika yang tadi saya ceritakan. Jadi sebut saja saat ini saya mulai menjadi bintang iklan.

Saya ingin melanjutkan cerita ini dengan mundur ke belakang perjalanan hidup saya. Maaf, sebut saja agak sedikit narsis dalam hal ini, dan saya tidak akan menyalahkan Anda.

Ceritanya begini:
Tiga tahun silam saya menulis sebuah buku, judulnya Bread for Friends. Buku itu berisi 50 inspirasi yang saya maksudkan memberikan nutrisi mental dan membuat pembacanya kelak mengalami hidup yang progresif. Hal yang saya bayangkan adalah, buku itu akan dibaca puluhan ribu orang dan orang itu membawanya kemana-mana dan buku itu juga diumumkan kepada ribuan orang yang membutuhkan bacaan-bacaan positif untuk perbaikan perspektif kehidupan.

Lalu, waktunya tidak lama berselang, tepatnya setelah dua tahun bekerja keras bahkan ditolak puluhan penerbit, sampai akhirnya jatuh ke penerbit ke-33, draft buku itupun dibukukan dan dalam 3 bulan menjadi buku best seller yang penjualannya melebih apa yang pernah saya bayangkan bahkan saat ini pada bulan ke 13, buku itu masih best seller dan menghasilkan royalti yang jumlahnya jauh lebih besar dari yang saya bayangkan.

Khusus tentang buku pertama saya itu, banyak cerita yang bisa saya ceritakan. Salah satunya adalah ketika duduk di salah satu kursi dalam gerbong kereta, orang di sebelah kita sedang membaca buku yang kita tulis. Perasaan kala itu tidak bisa saya lukiskan dengan kata-kata. Cerita lain adalah orang yang sedang dipenjara, yang sementara diputuskan tidak akan mendapatkan kebebasan, namun bercerita tidak terlalu memikirkan kebebasan fisik lagi sebab telah berubah menjadi lebih stabil mental dan kokoh hatinya setelah membaca buku Bread for Friends.

Tidak hanya berhenti disitu, saya kaget menerima undangan untuk tampil di acara yang sering sekali saya ingin ada di dalamnya. Buku Bread for Friends ditampilkan dan saya dikenalkan dalam acara Kick Andy Show di Metro TV. Buku itupun direkomendasikan kepada jutaan pemirsa Metro TV dan mungkin itu pula salah satu pemberi pengaruh mengapa buku itu selalu cepat habis di toko buku dan saat ini dicetak ulang kesekian kalinya. Bung Andy F Noya juga membeli 800 buku Bread for Friends untuk dibagikan kepada pemirsa Kick Andy Show yang hadir dalam shooting untuk tayangan 3 dan 5 juni 2011. Ada yang bertanya berapa saya bayar sehingga buku Bread for Friends tanpil di KickAndyShow? Bagaimana saya membayar sesuatu yang saya sendiri dipanggil pada saat tidak memikirkannya lagi.

Ok, kembali lagi saya tekankan, bahwa bukan berhasilnya buku Bread for Friends yang menjadi inti dari cerita perjalanan itu, namun bagaimana sebuah impian pada akhirnya bukan lagi impian, tetapi menjadi sebuah kenyataan yang melebihi hal yang diimpikan.

Mundur lagi ke belakang pada masa kecil. Saya pernah membaca sebuah surat kabar lokal Sumatera Utara. Masa itu adalah masa saya masih SD dan melihat sebuah gambar seorang penyanyi yang sedang berfoto di atas makan Mozart. Awalnya saya tidak begitu mengetahui siapa itu Mozart, namun dengan narasi yang cukup lengkap di koran itu membuat saya mengerti sedikit tentang Mozart dan kontan saja ada rasa mengagumi karya-karyanya dan seiring perjalanan hidup saya sering menikmati lagu-lagu klasik Mozart dan para komposer lain yang sudah mendunia.

Khusus untuk cerita ini, saya ingin memberitahu bahwa pada saat masa kecil itu, tepatnya setelah selesai membaca ulasan tentang karya Amadius Mozart itu, kontan saja saya, seroang anak desa yang ibunya buta huruf, ayahnya seorang guru SD, yang hidup di kampung layanan listrik saja belum ada, membaca surat kabar yang selalu telat 1 hari dikirim dari Medan, memiliki impian yang kuat mengunjungi sebuah negara di Eropha dan berfoto di atas makam Wolfgang Amadeus Mozart, yang wafat tahun 1791 itu. Satu kalimat sederhana yang begitu kuat dalam hati saya saat itu, sambil menunjuk foto itu adalah , “Suatu saat, saya akan berfoto di atas makam ini.” Dengan detail saya bayangkan saya berdiri di atas makam itu dengan tangan yang saya biarkan jatuh dan senyum yang menyapa alam disitu. Waktu itu saya belum begitu baik membaca peta dimana Austria dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk perjalanan darat, laut atau udara ke Insbruck dari Tapanuli Utara.

Para sahabat tahu tidak? 25 tahun kemudian, tepatnya tahun 2004 silam, entah mengapa, pada kesempatan pertama saya mengunjungi Eropha, saya dikirim untuk melakukan studi singkat di Eropha Barat. Selain Jerman, Belanda, Italy, Perancis, Swiss, salah satu negara yang kami kunjungi adalah Austria. Saat itu, saya bahkan sudah lupa bahwa saya memiliki impian mengunjungi dan berfoto di atas makam Mozart yang dimakamkan di Insbruck – Austria. Lalu, singkat ceritanya, saat saya berada disana, saya berfoto berdiri seperti yang saya bayangkan dulu, 25 tahun lalu pernah saya bayangkan.

Impian itu menjadi kenyataan, entah bagaimana caranya. “Kenyataan itu tidak saya beli dengan uang, tetapi saya beli dengan keyakinan.” Demikian juga dengan kekuatan impian yang membawa saya mengunjungi Australia dan beberapa kota lain dalam kesempatan yang berbeda. Waktu saya awal-awal sebagai karyawan Telkom dan melihat dengan sangat dalam, saya berada di sebuah foto para pemimpin saya yang sedang berada di sebuah tempat bagus di Australia, saya katakan pada diri ini, “Kamu nanti perlu berada disana’.

Melalui tulisan ini, saya kurang mampu menjelaskan bagaimana proses sebuah impian bermetamorfosis menjadi sebuah kenyataan seperti beberapa hal yang saya alami dalam hidup saya pribadi. Namun kembali lagi kepada sebuah keinginan yang kuat untuk mengingatkan semua pembaca artikel ini, “Rasakanlah ketika sebuah impian Anda muncul dan hiduplah dalam impian itu dengan keyakinan Anda !”

Impian yang kuat akan membukakan gerbang dan jalan pencapaian yang terkadang tidak masuk akal, dan terkadang impian terlealisasi pada saat kita hampir lupa atau mungkin sudah lupa dengan impian itu.

Bangunlah impian Anda menjadi hidup dan hiduplah di atas impian itu dalam keseharian Anda melalui aktualisasi diri yang bermakna lewat karya-karya pembuka anugerah kebaikan hidup.

Kita tidak akan pernah memahami secara detail bagaimana segala sesuatu yang kita impikan itu akan terjadi. Disnilah perbedaan letak dari apa yang disebut dengan mimpi dan apa yang disebut dengan impian, yaitu pada KEKUATANNYA.

Sebelum menulis artikel ini, sejujurnya saya memiliki impian. “Saya membayangkan banyak sahabat sedang membaca artikel ini dan selanjutnya mereka akan membagikannya kepada orang-orang yang mereka cintai.”

Impian saya selanjutnya adalah menulis semakin banyak buku yang akan dibaca jutaan manusia Indonesia yang ingin memperbaiki hidupnya. Selamat memiliki impian dan merealisasikan impian-impian Anda !

InspiraMotiva by Lintong Simaremare

Penulis buku-buku inspirasi (Bread for Friends, Pieces of Keys at Work, Wisdom on the Wall)

Salam Smart Life
Joko Ristono