Rabu, 13 Agustus 2014

MANUSIA ADALAH MAHLUK YG MEMBINGUNGKAN


Sewaktu Ditanya Apakah yang Paling Membingungkan di Dunia ini?
Beliau menjawab : "Manusia",
Karena dia "Mengorbankan Kesehatannya" hanya "Demi uang";
Lalu dia "Mengorbankan Uang"nya demi Kesehatan".
Lalu dia "Sangat Khawatir" dengan "Masa Depannya",
sampai dia "Tidak Menikmati Masa Kini";
Akhirnya dia "Tidak Hidup di Masa Depan atau pun di Masa Kini";
dia "Hidup Seakan-akan Tidak Akan Mati",
lalu dia "Mati" tanpa "Benar-benar Menikmati" apa itu "Hidup".

Bersyukurlah apa yang selama ini kita dapati dan kita nikmati.
Karena kita tidak akan tahu, apa yang akan terjadihari esok.
Ketika lahir dua tangan kita kosong... ketika meninggal kedua tangan kita juga kosong...
Waktu datang dan waktu pergi kita tidak membawa apa-apa...
Jangan sombong karena kaya dan berkedudukan..
Jangan minder karena miskin dan hina...
Bukankah kita semua hanyalah tamu dan semua milik kitahanyalah pinjaman...

TETAPLAH RENDAH HATI seberapapun tinggi kedudukan kita...
TETAPLAH PERCAYA DIRI seberapapun kekurangan kita...
Karena kita hadir tidak membawa apa-apa dan kembali jugatidak membawa apa-apa...
Hanya pahala kebajikan atau dosa kejahatan yang dapat kita bawa.
Datang ditemani oleh Tangis.....
Pergi juga ditemani oleh Tangis.....

Maka dari itu TETAPLAH BERSYUKUR, dalam segala keadaan apa pun,
dan HIDUPLAH disaat yang benar-benar adadan nyata untuk kita,
yaitu SAAT INI, bukan dari bayang-bayang MASA LALU
maupun mencemaskan MASA DATANG yang belum lagi tiba.....

Salam SmartLife
Joko Ristono

sumber: FB Jalmo Wono

Jangan sia-siakan Anugerah


Rasanya kita semua paham akan kenyataan bahwa “Tuhan menciptakan segala sesuatunya dengan hikmah”. Artinya tidak ada satu hal pun di dunia ini yang sia-sia, segala sesuatu yang ada dimuka bumi ini ada manfaatnya. Baik benda mati, benda hidup, kejadian, musibah, kekayaan,kemiskinan dan semuanya.

Apabila kita belum terasa manfaatnya suatu benda atau hikmah dari suatu kejadian, bukan berarti tidak bermanfaat, bukan berarti tidak ada hikmahnya, lebih karena kitanya saja yang belum bisa menemukan manfaatnya. Itu berlaku untuk segala hal.

Mari kita coba lihat beberapa hal sebagai contoh:

Kebodohan:
Kebodohan diri kita? Iya, kebodohan bukanlah semata-mata musibah bagi kita. Justru dengan kebodohan yang kita miliki misalnya, artinya kita harus sadar diri bahwa tidak pada tempatnya berbangga diri dan sok pinter apalagi sombong. Dengan kebodohan pulalah kita akan termotivasi untuk belajar.

Kelamahan:
Kelemahan kita juga ada manfaatnya. Mari kita lihat, begitu banyak orang sukses dan terkenal dan kaya raya, misalnya cukup banyak artis yang dikenal unik melalui 'kelemahan' yang dimilikinya. Lihat para komedian dari srimulat, apakah mereka secara fisik ganteng dan cantik? Tidak, bagaimana Tukul menjadi host acara tivi yang bisa bertahan lebih dari 8 tahun, apakah karena tukul ganteng? Apakah karena tukul pintar? Yaa… bisa jadi Tukul pintar, dia pintar karena bisa mentransformasikan kekurangan dirinya menjadi kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang lain. Masih banyak lagi, elly Gigi, daus Mini, Ucok Baba, Nick Vujicic, dan lainnya

Kelebihan:
Apa lagi bila Anda yang sudah dari sononya dianugerahi dengan berbagai kelebihan. Jika kelebihan itu belum menjadi aset penting, mungkin Anda belum memanfaatkannya dengan baik kan? Tidak semata-mata orang pandai sukses, tidak juga orang ganteng jadi artis…!

Anugerah berupa kelebihan!
Buat apa sebenarnya anugerah itu - berupa kelebihan dan kekurangan - diberikan kepada kita? Anugerah diberikan sebagai bekal untuk hidup kita. Sesuai dengan janji Tuhan untuk mencukupi hidup hambanya yang berusaha.

Nyatanya, orang-orang yang mau berusaha memanfaatkan daya diri atau sumber daya disekitarnya; selalu mendapatkan hasil yang sepadan. Minimal cukup untuk menghidupi dirinya sendiri.

Tapi orang yang diam aja, pemalas, tidak mau berusahan, pengeluh atau atau tidur melulu: biasanya dia akan melewatkan begitu banyak kesempatan hingga tersia-siakan. Pada dasarnya kesempatan hanya datang pada mereka yang siap, siap membuka pintu kesempatan dengan kunci yang dimillikinya. Begitu banyak kan orang yang punya bakat atau keahlian yang mengagumkan, tapi tidak menjadi manfaat apa-apa!

Sebagai seorang pemenang, yang ingin memberikan kebahagiaan kepada orang2 yang kita cintai, yang ingin bermanfaat kepada banyak orang, Kita tidak boleh menyia-nyiakan anugeran seperti itu. Bayangkan bila kita didunia kita tidak dapat manfaat apa-apa dan pada akhirnya di akhirat, kita nggak bisa menjawab kalau Tuhan tanya; 'kamu gunakan untuk apa tuh anugerah yang Aku berikan kepadamu? Glek….

Mari belajar memanfaatkan daya diri yang kita miliki. Pernah dengar tentang faktak bahwa manusia rata-rata hanya memanfaatkan tidak lebih dari 10% kemampuan otaknya? Dengan segitu saja sudah begitu suksesnya manusia, apalagi bila mau mengoptimalkan otaknya sedikit saja lebih…
Tingkatkan dan optimalkan kemampuan yang kita miliki, Supaya jadi produktif dan menambah nilai hidup kita, supaya Tuhan semakin senang pada kita. Karena sudah menjadi pribadi yang bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungan kita.

Beberapa hal yang bisa Anda coba untuk mengoptimalkan kemapuan diri:
  1. Membaca, orang yang punya knowledge dan wawasan adalah syarat untuk bisa berkembang
  2. Goals Setting, buatlah target harian, mingguan, bulanan, tahunan.
  3. Bangun lebih pagi
  4. Berpikir positif
  5. Berhenti mengeluh
  6. Berkawan dengan orang sukses (lebih sukses banding Anda)
  7. Beribadah
  8. Tidak berhitung (itungan)
  9. Mengerjakan pekerjaan lain, meskipun bukan job desk
  10. Bersyukur
  11. Memanfaatkan weekend sebagai re-charge


Selamat Mencoba. Sukses untuk kita semua.

Rasanya hidup terlalu singkat untuk tidak berbuat kebaikan dan membuat manfaat untuk orang lain.

Salam SmartLife
Joko Ristono

Sumber dan ide tulisan: BBM Bondan Seno Prasetyadi

Selasa, 12 Agustus 2014

CRM Level of Bonding


Biaya untuk mencari pelanggan baru mengalami kenaikan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir ini. Kenaikan biaya ini dipicu oleh inflasi dan tingkat persaingan. Angka kenaikan karena faktor persaingan, biasanya  lebih besar dibandingkan karena faktor inflasi.


Dalam industri perbankan misalnya, biaya untuk mendapatkan seorang pelanggan yang baru selama 3 tahun terakhir, diperkirakan naik minimal sebesar 20% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Bahkan, untuk beberapa industri yang sudah cukup jenuh, seperti kartu kredit, maka kenaikan biaya untuk mendapatkan seorang pelanggan, bisa lebih dari 20%.