Rabu, 28 Maret 2018

SELF TALK

Hari ini saya mendapat posting dengan tema yang sama, dari 2 Whatsapps group yang berbeda... dan Sekali lagi ini menyadarkan saya, betapa pentingnya hal ini dan terimakasih sudah diingatkan -- ya yang dibahas adalah tentang SELFTALK.

Banyak diantara kita gagal dan bahkan celaka karena SelfTalk yang salah.


Berikut copy paste 2 WhatsApp:


HUBUNGAN ANTARA SELFTALK, SAKIT, KEMATIAN, & NASIB!

Bercermin dari sakit yang sedang mendera salah satu artis Yana Zein, yang beberapa waktu lalu saya bantu terapi di RS.SILOAM HOSPITAL Jakarta selatan..

Seperti biasa, saya memulai "pacing leading" untuk membangun suasana agar lebih akrab, rileks dan santai..

Setelah itu lanjut dengan perbincangan ringan mengenai hal-hal yang menyenangkan yang disukai oleh klien, ketika klien sedang shooting film, rasa bangga ketika pertama kali main film layar lebar bersama pelawak Doyok dan Kadir..

Ketika saya lihat klien sudah siap untuk melakukan obrolan yang lebih serius, saya bertanya dengan hati-hati dan lembut:
"Selama puluhan tahun berkecimpung di dunia film, entah layar lebar maupun diberbagai sinetron yang pernah di bintangi, apakah bu Yana merasa enjoy dan menikmati masa-masa pindah-pindah lokasi, shooting dari pagi hingga pagi lagi berhari-hari, ibu yakin tidak ada tekanan slama berkarir didunia keartisan, ibu yakin tidak ada internal konflik didalam batin ibu?"

Dan Bu Yana menjawab,
"Selama saya berkarir di dunia perfilman saya merasa sangat enjoy, saya orangnya santai, bahkan mungkin bisa dibilang super cuek.."

"Saya ga pernah ambil pusing omongan orang lain tentang diri saya, bagi saya shooting film itu seperti nafas saya, mau berhari-hari shooting dengan berpindah-pindah lokasi, berganti peran dengan memainkan berbagai adegan, saya merasa sangat senang sekali..saya happy sekali.."

"Saya sadar, bahwa cara hidup saya tidak beraturan, makan minum, istirahat tidur ga jelas, disaat orang lain istirahat tidur, saya begadang sampai pagi, disaat orang lain sedang sibuk kerja, saya malah tidur .."

Saya menyimak dengan serius setiap kata-kata yang meluncur dari bibirnya..

Jika apa yang dikatakannya benar, lalu apa yang menjadi pemicu sakit kanker yang stadiumnya sudah Kanker Stadium 4?

Dalam hal ini, meskipun gaya hidup, pola makan sembarangan, juga memiliki pengaruh munculnya kanker, saya abaikan hal ini, dan saya mencoba menggali hal lainnya dengan lebih dalam..

Karena saya pernah bertanya kepada salah satu artis Layar Lebar dan Sinetron Lulu Kurnia CHt CI, yang ketika saya beri pertanyaan yang sama, dengan kasus yang sama, ia mengatakan ketika pengambilan shooting sih senang, tapi ketika menunggu masa setting lokasi, pindah lokasi, dlsb yang seringkali memakan waktu cukup lama hingga berjam-jam, ia merasa tidak happy, ada perasaan bete, jenuh, kesal, perasaan terpaksa, perasaan tidak nyaman, dan perasaan menekan lainnya yang ia pendam secara intens dalam jangka waktu yang lama, yang pada akhirnya memicu kanker ditubuhnya, yang segera disadari dengan menerima pekerjaan/profesinya ini dengan perasaan nyaman, apapun situasi dan kondisinya..

Dan alhamdulillah Mbak Lulu saat ini bisa tetap berakting kembali, karena kanker sudah lenyap dari tubuhnya..

Nah, "benih" perasaan tidak nyaman dan "tekanan" pekerjaan inilah yang menurut saya menjadi salah satu penyebab munculnya penyakit stroke, jantung, kanker, dan penyakit degeneratif lainnya yang awalnya cuma seperti stres, dan depresi ringan..

Karena ketika tubuh penuh dengan tumpukan emosi sampah, metabolisme tubuh akan memproduksi zat asam, ketika tubuh dalam kondisi asam, maka berbagai macam penyakit mudah untuk berkembang..

Lalu Bu Yana melanjutkan lagi,

"Saya juga tahu resiko menjalani pola hidup yang tidak beraturan seperti ini, PALING JELEK SAYA KENA KANKER, dan SAYA SUDAH SIAP jika kena kanker.."

NAH, INI DIA!!!
Saya langsung menemukan sebuah "selftalk" dan "program sakit" yang di ciptakannya sendiri jauh-jauh hari, bahwa ia akan sakit kanker..

Setelah itu saya jelaskan ke klien, bahwa sebisa mungkin mulai saat ini, selftalk yang ia katakan diupayakan senantiasa positif...

Lalu saya berikan sugesti untuk belajar bersahabat dengan rasa sakit dan penyakit yang sedang dideritanya saat ini, dengan menghilangkan rasa kesal, marah, kecewa, rasa penolakan, rasa kebencian, dan rasa permusuhan terhadap penyakit nya..

Saya ajarkan TERAPI IKHLAS PASRAH, untuk menterapi dirinya sendiri..

Dengan menyentuh bagian tubuh yang sakit, dengan mengatakan:

Wahai rasa sakit..
Wahai penyakit yang bersemayam ditubuhku saat ini..
Maafkan aku jika slama ini aku berusaha untuk mengusirmu..
Maafkan aku jika slama ini aku berupaya keras menolak kehadiranmu..
Maafkan aku jika slama ini aku kesal, marah, kecewa, kepadamu..
Maafkan aku jika slama ini aku membenci dan memusuhimu..

Aku mencintaimu..
Aku menyayangimu..
Aku mengasihimu..

Mulai hari ini..
Aku menerima dirimu apa adanya..
Aku ikhlas..aku pasrah..atas apapun yang kau lakukan padaku..

Wahai tubuhku..
Wahai seluruh organ-organ dan sel-sel tubuhku..
Maafkan aku, jika slama ini aku lupa berterima kasih kepadamu..
Maafkan aku jika slama ini aku mengabaikanmu..
Terima kasih atas semua hal yang tlah kau lakukan untukku..
Terima kasih, karena sampai dengan saat ini kau sudah memberikan yang terbaik dalam hidupku..
Terima kasih untuk bantuanmu, kerjasamamu..
Terima kasih..
Terima kasih..
Terima kasih..

Dan beberapa sugesti lain yang tidak bisa saya sampaikan di sini..

Pada awalnya memang klien akan sulit menerima script yang saya sampaikan, bagaimana mungkin bersahabat dengan penyakit?

Penyakit kok dicintai?
Penyakit kok malah diajak damai?

Tapi setelah saya jelaskan pentingnya membuang rasa tidak nyaman dan segala emosi sampah lainnya, akhirnya ia mengerti..

Sahabat..
Seperti halnya dengan kematian, sebagian besar kematian, sakit, dan penyakit yang kita alami saat ini sesungguhnya adalah buah dari keputusan kita sendiri yang tanpa disadari..

Ketika ada selftalk, 
"TUGASKU SUDAH SELESAI didunia ini.."
"Aku sudah SIAP MATI.."
"INGIN MATI saja rasanya.."
"TIDAK ADA GUNANYA aku hidup.."
"BUAT APA AKU HIDUP, jika aku sudah tidak berharga lagi.."
"MATI sepertinya adalah jalan keluar terbaik masalah ini.."
"Hadiah terindah dan obat terbaik untuk saya saat ini adalah KEMATIAN.."

Dan berbagai selftalk sejenis lainnya..

Saat kita ada selftalk seperti ini dalam hati, maka seluruh sel-sel tubuh, langsung menerima dan merespon ini sebagai "perintah untuk segera menghentikan proses regenerasi sel-sel tubuh"..

Sebuah "perintah untuk mengakhiri proses kehidupan dalam diri", yang dalam ilmu kedokteran dipahami sebagai sakit/ penyakit yang tidak bisa di sembuhkan dan diobati..

Dari selftalk itulah mulai terjadi secara perlahan dan pasti proses perusakan organ-organ tubuh, yang berupa munculnya kanker, gagal ginjal, jantung bocor, stroke, & segala jenis penyakit kronis/degeneratif lainnya..

Maka hati-hati dengan selftalk anda, biasakan mengucapkan selftalk positif, buang jauh-jauh selftalk negatif, termasuk selftalk negatif yang berkaitan langsung dengan NASIB!

So, Let's Transform!
Hermawan GS


SELF TALK - 2 


Suatu ketika istri saya pernah ngobrol dengan seseorang mengenai masalah financial yang sedang dihadapinya..

Dalam obrolan tersebut, akhirnya istri saya langsung menyampaikan kepada saya sambil tertawa.. “Tahu gak Pa, itu tadi pas ngobrol sama si anu, ia bilang begini, saya itu bunda, kl dapat uang itu guampang bangeeett, pokoknya gak tahu kenapa pas saat saya butuh uang, uang itu tiba2 datang dari mana2, dan dari tempat yang tidak di-sangka2, tapi gak tahu kenapa habisnya cepat juga..”

Hahaha...saya ikut tertawa mendengar ceritanya...
Selftalk awalnya sih sudah bagus banget, tapi ending nya kok ya ngenes banget !

Seperti juga ketika saya memberikan pelatihan bagi para 150 Dosen Kampus Telkom University Bandung, dalam workshop sertifikasi "HYPNOTEACHING SUPER LEARNING" yang per batchnya 30 orang dosen wajib mengikuti hingga 2 hari penuh..

Ketika saya menjelaskan bahaya selftalk bagi diri sendiri, maupun dampaknya bagi orang lain, dengan memberikan contoh selftalk yang salah,

"Gak tahu kenapa ya, saya makan sedikit saja langsung jadi daging.." Inilah yang menyebabkan seseorang semakin gemuk..

Lalu ada seorang dosen yang tubuhnya sangat over size, kurang lebih sekitar 160 kg, mengatakan begini,
"Oh pantesan tubuh saya semakin melar kayak gini ya pak, ternyata selftalk saya slama ini salah.." katanya disela workshop..
Lalu saya tanya, "Apa yang salah pak?"
"Gak tahu kenapa, saya minum air putih saja, langsung jadi lemak.."
dan seketika semua peserta langsung terbahak-bahak...
Wkwkwkwkwk.

Oh ya, anda harus tahu, kata-kata :
”GAK TAHU KENAPA”
“ENTAH MENGAPA”
Adalah kalimat pembuka pintu gerbang pikiran bawah sadar, tanpa seseorang harus dalam kondisi tidur dalam
Gelombang Otak Theta.

Itulah kenapa saya langsung tertawa, ketika istri saya cerita mengenai masalah financial orang lain yg ending selftalknya:
“Gak tahu kenapa HABISNYA CEPAT JUGA !!!

Sahabat,
Pernahkah anda memiliki selftalk seperti ini:

"Namanya juga hidup, ya pastilah banyak cobaan.."
"Gak tahu kenapa ya, hidup saya dari dulu itu selalu susah melulu..”

“Gak tahu kenapa ya, dari dulu sampai sekarang, saya makan apapun, sebanyak apapun, tubuh saya tetap kurus..”

“Gak tahu kenapa ya, dari dulu sampai sekarang, saya makan apapun, sebanyak apapun, tubuh saya tetap langsing..”

“Gak tahu kenapa ya, saya makan sedikit saja langsung jadi daging..”

“Gak tahu kenapa ya, saya cuma minum air putih saja, langsung jadi lemak..”

“Gak tahu kenapa ya, setiap laki-laki yang saya kenal semuanya brengsek dan mata keranjang!”

“Gak tahu kenapa ya, anak saya sering sakit-sakitan..”

“Gak tahu kenapa ya, setiap kepala saya kena air hujan, saya pasti sakit..”

“Gak tahu kenapa ya, setiap saya membuka usaha slalu bangkrut terus..”

Ya, tanpa seseorang sadari SELFTALK inilah yang menjadi program hidupnya, sehat, sakit, mental block, kematian, dan nasib, semuanya seringkali bermuara dari selftalk..

Lalu jika sudah terlanjur terucap selftalk negatif, apa yang harus kita lakukan?

Apakah masih memungkinkan mengubah arah jalan hidup?
Apakah masih memungkin kan mengubah nasib hidup?

Jika sudah terlanjur terjadi, anda masih bisa kok mulai membiasakan memprogram ulang dalam pikiran bawah sadar anda, sebuah program hidup baru, dengan selftalk seperti dibawah ini :

"Namanya juga hidup, ya pastilah banyak kemudahan..“

"Namanya juga hidup, ya pastilah banyak keberuntungan..“

"Namanya juga hidup, ya pastilah banyak keajaiban yang meliputinya.."

"Gak tahu kenapa ya, hidup saya slalu di penuhi Keajaiban Semesta, keberuntungan demi keberuntungan selalu saya dapatkan, hidup saya penuh warna-warni keindahan, keberlimpahan, dan kebahagiaan..“

"Gak tahu kenapa ya, hidup saya dari dulu itu selalu mudah dan dimudahkan oleh Alam Semesta, semua hal yang saya kerjakan selalu lancar tanpa hambatan, semua hal yang saya butuhkan semuanya tersedia begitu saja, saya bersyukur sekali, keajaiban demi keajaiban terus beruntun berdatangan dalam hidup saya..”

“Gak tahu kenapa ya, saya selalu dipertemukan dengan orang2 yang baik, orang2 yang hebat, orang-orang yang membuat hidup saya semakin sehat, semakin kaya, semakin berlimpah banyak kebahagiaan hidup"

“Gak tahu kenapa ya, hidup saya seperti dikerubuti uang, uang selalu mengikuti kemanapun saya pergi, uang seperti berjatuhan seperti air hujan, apapun yang saya sentuh, apapun yang saya kerjakan semuanya menghasilkan uang..”

“Saya sungguh bersyukur, saya merasa menjadi manusia yang paling beruntung, karena dimanapun, kapanpun, dan dengan siapapun saya bekerja sama, semuanya menghasilkan keuntungan yang besar bagi saya..”

“Saya yakin dan percaya, semua keajaiban hidup yang saya dapatkan saat ini, adalah karena Semesta mencintai saya, Semesta menyayangi saya, semuanya terjadi karena Semesta sudah mengijinkan, menghendaki, dan memilih saya untuk memiliki kehidupan seperti apa yang saya impikan..”

Sahabat..
Setiap anda mengalami rasa tidak berdaya, tidak bersemangat dalam menjalani hidup, langsung katakan SELFTALK yang memberdayakan dan menguatkan hidup seperti ini :
Aku adalah pribadi yang penting..
Aku adalah pribadi yang besar..
Aku adalah pribadi yang berharga..
Keberadaan hidupku didunia ini sangat penting..
Keberadaanku dibutuhkan oleh kehidupan ini..
Karena itulah diriku yang sejati.
Diri yang tegar..
Diri yang kuat..
Diri yang hebat..
Aku adalah pribadi yang penuh semangat.. yang senantiasa menebarkan banyak manfaat bagi seluruh makhluk penghuni dunia

Perbanyak berlatih mengelola dan menjaga selftalknya senantiasa positif..

NIKMATI KEAJAIBAN HIDUP INI
LET'S TRANSFORM



Salam Positive SelfTalk 
Joko Ristono

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rabu, 28 Maret 2018

SELF TALK

Hari ini saya mendapat posting dengan tema yang sama, dari 2 Whatsapps group yang berbeda... dan Sekali lagi ini menyadarkan saya, betapa pentingnya hal ini dan terimakasih sudah diingatkan -- ya yang dibahas adalah tentang SELFTALK.

Banyak diantara kita gagal dan bahkan celaka karena SelfTalk yang salah.


Berikut copy paste 2 WhatsApp:


HUBUNGAN ANTARA SELFTALK, SAKIT, KEMATIAN, & NASIB!

Bercermin dari sakit yang sedang mendera salah satu artis Yana Zein, yang beberapa waktu lalu saya bantu terapi di RS.SILOAM HOSPITAL Jakarta selatan..

Seperti biasa, saya memulai "pacing leading" untuk membangun suasana agar lebih akrab, rileks dan santai..

Setelah itu lanjut dengan perbincangan ringan mengenai hal-hal yang menyenangkan yang disukai oleh klien, ketika klien sedang shooting film, rasa bangga ketika pertama kali main film layar lebar bersama pelawak Doyok dan Kadir..

Ketika saya lihat klien sudah siap untuk melakukan obrolan yang lebih serius, saya bertanya dengan hati-hati dan lembut:
"Selama puluhan tahun berkecimpung di dunia film, entah layar lebar maupun diberbagai sinetron yang pernah di bintangi, apakah bu Yana merasa enjoy dan menikmati masa-masa pindah-pindah lokasi, shooting dari pagi hingga pagi lagi berhari-hari, ibu yakin tidak ada tekanan slama berkarir didunia keartisan, ibu yakin tidak ada internal konflik didalam batin ibu?"

Dan Bu Yana menjawab,
"Selama saya berkarir di dunia perfilman saya merasa sangat enjoy, saya orangnya santai, bahkan mungkin bisa dibilang super cuek.."

"Saya ga pernah ambil pusing omongan orang lain tentang diri saya, bagi saya shooting film itu seperti nafas saya, mau berhari-hari shooting dengan berpindah-pindah lokasi, berganti peran dengan memainkan berbagai adegan, saya merasa sangat senang sekali..saya happy sekali.."

"Saya sadar, bahwa cara hidup saya tidak beraturan, makan minum, istirahat tidur ga jelas, disaat orang lain istirahat tidur, saya begadang sampai pagi, disaat orang lain sedang sibuk kerja, saya malah tidur .."

Saya menyimak dengan serius setiap kata-kata yang meluncur dari bibirnya..

Jika apa yang dikatakannya benar, lalu apa yang menjadi pemicu sakit kanker yang stadiumnya sudah Kanker Stadium 4?

Dalam hal ini, meskipun gaya hidup, pola makan sembarangan, juga memiliki pengaruh munculnya kanker, saya abaikan hal ini, dan saya mencoba menggali hal lainnya dengan lebih dalam..

Karena saya pernah bertanya kepada salah satu artis Layar Lebar dan Sinetron Lulu Kurnia CHt CI, yang ketika saya beri pertanyaan yang sama, dengan kasus yang sama, ia mengatakan ketika pengambilan shooting sih senang, tapi ketika menunggu masa setting lokasi, pindah lokasi, dlsb yang seringkali memakan waktu cukup lama hingga berjam-jam, ia merasa tidak happy, ada perasaan bete, jenuh, kesal, perasaan terpaksa, perasaan tidak nyaman, dan perasaan menekan lainnya yang ia pendam secara intens dalam jangka waktu yang lama, yang pada akhirnya memicu kanker ditubuhnya, yang segera disadari dengan menerima pekerjaan/profesinya ini dengan perasaan nyaman, apapun situasi dan kondisinya..

Dan alhamdulillah Mbak Lulu saat ini bisa tetap berakting kembali, karena kanker sudah lenyap dari tubuhnya..

Nah, "benih" perasaan tidak nyaman dan "tekanan" pekerjaan inilah yang menurut saya menjadi salah satu penyebab munculnya penyakit stroke, jantung, kanker, dan penyakit degeneratif lainnya yang awalnya cuma seperti stres, dan depresi ringan..

Karena ketika tubuh penuh dengan tumpukan emosi sampah, metabolisme tubuh akan memproduksi zat asam, ketika tubuh dalam kondisi asam, maka berbagai macam penyakit mudah untuk berkembang..

Lalu Bu Yana melanjutkan lagi,

"Saya juga tahu resiko menjalani pola hidup yang tidak beraturan seperti ini, PALING JELEK SAYA KENA KANKER, dan SAYA SUDAH SIAP jika kena kanker.."

NAH, INI DIA!!!
Saya langsung menemukan sebuah "selftalk" dan "program sakit" yang di ciptakannya sendiri jauh-jauh hari, bahwa ia akan sakit kanker..

Setelah itu saya jelaskan ke klien, bahwa sebisa mungkin mulai saat ini, selftalk yang ia katakan diupayakan senantiasa positif...

Lalu saya berikan sugesti untuk belajar bersahabat dengan rasa sakit dan penyakit yang sedang dideritanya saat ini, dengan menghilangkan rasa kesal, marah, kecewa, rasa penolakan, rasa kebencian, dan rasa permusuhan terhadap penyakit nya..

Saya ajarkan TERAPI IKHLAS PASRAH, untuk menterapi dirinya sendiri..

Dengan menyentuh bagian tubuh yang sakit, dengan mengatakan:

Wahai rasa sakit..
Wahai penyakit yang bersemayam ditubuhku saat ini..
Maafkan aku jika slama ini aku berusaha untuk mengusirmu..
Maafkan aku jika slama ini aku berupaya keras menolak kehadiranmu..
Maafkan aku jika slama ini aku kesal, marah, kecewa, kepadamu..
Maafkan aku jika slama ini aku membenci dan memusuhimu..

Aku mencintaimu..
Aku menyayangimu..
Aku mengasihimu..

Mulai hari ini..
Aku menerima dirimu apa adanya..
Aku ikhlas..aku pasrah..atas apapun yang kau lakukan padaku..

Wahai tubuhku..
Wahai seluruh organ-organ dan sel-sel tubuhku..
Maafkan aku, jika slama ini aku lupa berterima kasih kepadamu..
Maafkan aku jika slama ini aku mengabaikanmu..
Terima kasih atas semua hal yang tlah kau lakukan untukku..
Terima kasih, karena sampai dengan saat ini kau sudah memberikan yang terbaik dalam hidupku..
Terima kasih untuk bantuanmu, kerjasamamu..
Terima kasih..
Terima kasih..
Terima kasih..

Dan beberapa sugesti lain yang tidak bisa saya sampaikan di sini..

Pada awalnya memang klien akan sulit menerima script yang saya sampaikan, bagaimana mungkin bersahabat dengan penyakit?

Penyakit kok dicintai?
Penyakit kok malah diajak damai?

Tapi setelah saya jelaskan pentingnya membuang rasa tidak nyaman dan segala emosi sampah lainnya, akhirnya ia mengerti..

Sahabat..
Seperti halnya dengan kematian, sebagian besar kematian, sakit, dan penyakit yang kita alami saat ini sesungguhnya adalah buah dari keputusan kita sendiri yang tanpa disadari..

Ketika ada selftalk, 
"TUGASKU SUDAH SELESAI didunia ini.."
"Aku sudah SIAP MATI.."
"INGIN MATI saja rasanya.."
"TIDAK ADA GUNANYA aku hidup.."
"BUAT APA AKU HIDUP, jika aku sudah tidak berharga lagi.."
"MATI sepertinya adalah jalan keluar terbaik masalah ini.."
"Hadiah terindah dan obat terbaik untuk saya saat ini adalah KEMATIAN.."

Dan berbagai selftalk sejenis lainnya..

Saat kita ada selftalk seperti ini dalam hati, maka seluruh sel-sel tubuh, langsung menerima dan merespon ini sebagai "perintah untuk segera menghentikan proses regenerasi sel-sel tubuh"..

Sebuah "perintah untuk mengakhiri proses kehidupan dalam diri", yang dalam ilmu kedokteran dipahami sebagai sakit/ penyakit yang tidak bisa di sembuhkan dan diobati..

Dari selftalk itulah mulai terjadi secara perlahan dan pasti proses perusakan organ-organ tubuh, yang berupa munculnya kanker, gagal ginjal, jantung bocor, stroke, & segala jenis penyakit kronis/degeneratif lainnya..

Maka hati-hati dengan selftalk anda, biasakan mengucapkan selftalk positif, buang jauh-jauh selftalk negatif, termasuk selftalk negatif yang berkaitan langsung dengan NASIB!

So, Let's Transform!
Hermawan GS


SELF TALK - 2 


Suatu ketika istri saya pernah ngobrol dengan seseorang mengenai masalah financial yang sedang dihadapinya..

Dalam obrolan tersebut, akhirnya istri saya langsung menyampaikan kepada saya sambil tertawa.. “Tahu gak Pa, itu tadi pas ngobrol sama si anu, ia bilang begini, saya itu bunda, kl dapat uang itu guampang bangeeett, pokoknya gak tahu kenapa pas saat saya butuh uang, uang itu tiba2 datang dari mana2, dan dari tempat yang tidak di-sangka2, tapi gak tahu kenapa habisnya cepat juga..”

Hahaha...saya ikut tertawa mendengar ceritanya...
Selftalk awalnya sih sudah bagus banget, tapi ending nya kok ya ngenes banget !

Seperti juga ketika saya memberikan pelatihan bagi para 150 Dosen Kampus Telkom University Bandung, dalam workshop sertifikasi "HYPNOTEACHING SUPER LEARNING" yang per batchnya 30 orang dosen wajib mengikuti hingga 2 hari penuh..

Ketika saya menjelaskan bahaya selftalk bagi diri sendiri, maupun dampaknya bagi orang lain, dengan memberikan contoh selftalk yang salah,

"Gak tahu kenapa ya, saya makan sedikit saja langsung jadi daging.." Inilah yang menyebabkan seseorang semakin gemuk..

Lalu ada seorang dosen yang tubuhnya sangat over size, kurang lebih sekitar 160 kg, mengatakan begini,
"Oh pantesan tubuh saya semakin melar kayak gini ya pak, ternyata selftalk saya slama ini salah.." katanya disela workshop..
Lalu saya tanya, "Apa yang salah pak?"
"Gak tahu kenapa, saya minum air putih saja, langsung jadi lemak.."
dan seketika semua peserta langsung terbahak-bahak...
Wkwkwkwkwk.

Oh ya, anda harus tahu, kata-kata :
”GAK TAHU KENAPA”
“ENTAH MENGAPA”
Adalah kalimat pembuka pintu gerbang pikiran bawah sadar, tanpa seseorang harus dalam kondisi tidur dalam
Gelombang Otak Theta.

Itulah kenapa saya langsung tertawa, ketika istri saya cerita mengenai masalah financial orang lain yg ending selftalknya:
“Gak tahu kenapa HABISNYA CEPAT JUGA !!!

Sahabat,
Pernahkah anda memiliki selftalk seperti ini:

"Namanya juga hidup, ya pastilah banyak cobaan.."
"Gak tahu kenapa ya, hidup saya dari dulu itu selalu susah melulu..”

“Gak tahu kenapa ya, dari dulu sampai sekarang, saya makan apapun, sebanyak apapun, tubuh saya tetap kurus..”

“Gak tahu kenapa ya, dari dulu sampai sekarang, saya makan apapun, sebanyak apapun, tubuh saya tetap langsing..”

“Gak tahu kenapa ya, saya makan sedikit saja langsung jadi daging..”

“Gak tahu kenapa ya, saya cuma minum air putih saja, langsung jadi lemak..”

“Gak tahu kenapa ya, setiap laki-laki yang saya kenal semuanya brengsek dan mata keranjang!”

“Gak tahu kenapa ya, anak saya sering sakit-sakitan..”

“Gak tahu kenapa ya, setiap kepala saya kena air hujan, saya pasti sakit..”

“Gak tahu kenapa ya, setiap saya membuka usaha slalu bangkrut terus..”

Ya, tanpa seseorang sadari SELFTALK inilah yang menjadi program hidupnya, sehat, sakit, mental block, kematian, dan nasib, semuanya seringkali bermuara dari selftalk..

Lalu jika sudah terlanjur terucap selftalk negatif, apa yang harus kita lakukan?

Apakah masih memungkinkan mengubah arah jalan hidup?
Apakah masih memungkin kan mengubah nasib hidup?

Jika sudah terlanjur terjadi, anda masih bisa kok mulai membiasakan memprogram ulang dalam pikiran bawah sadar anda, sebuah program hidup baru, dengan selftalk seperti dibawah ini :

"Namanya juga hidup, ya pastilah banyak kemudahan..“

"Namanya juga hidup, ya pastilah banyak keberuntungan..“

"Namanya juga hidup, ya pastilah banyak keajaiban yang meliputinya.."

"Gak tahu kenapa ya, hidup saya slalu di penuhi Keajaiban Semesta, keberuntungan demi keberuntungan selalu saya dapatkan, hidup saya penuh warna-warni keindahan, keberlimpahan, dan kebahagiaan..“

"Gak tahu kenapa ya, hidup saya dari dulu itu selalu mudah dan dimudahkan oleh Alam Semesta, semua hal yang saya kerjakan selalu lancar tanpa hambatan, semua hal yang saya butuhkan semuanya tersedia begitu saja, saya bersyukur sekali, keajaiban demi keajaiban terus beruntun berdatangan dalam hidup saya..”

“Gak tahu kenapa ya, saya selalu dipertemukan dengan orang2 yang baik, orang2 yang hebat, orang-orang yang membuat hidup saya semakin sehat, semakin kaya, semakin berlimpah banyak kebahagiaan hidup"

“Gak tahu kenapa ya, hidup saya seperti dikerubuti uang, uang selalu mengikuti kemanapun saya pergi, uang seperti berjatuhan seperti air hujan, apapun yang saya sentuh, apapun yang saya kerjakan semuanya menghasilkan uang..”

“Saya sungguh bersyukur, saya merasa menjadi manusia yang paling beruntung, karena dimanapun, kapanpun, dan dengan siapapun saya bekerja sama, semuanya menghasilkan keuntungan yang besar bagi saya..”

“Saya yakin dan percaya, semua keajaiban hidup yang saya dapatkan saat ini, adalah karena Semesta mencintai saya, Semesta menyayangi saya, semuanya terjadi karena Semesta sudah mengijinkan, menghendaki, dan memilih saya untuk memiliki kehidupan seperti apa yang saya impikan..”

Sahabat..
Setiap anda mengalami rasa tidak berdaya, tidak bersemangat dalam menjalani hidup, langsung katakan SELFTALK yang memberdayakan dan menguatkan hidup seperti ini :
Aku adalah pribadi yang penting..
Aku adalah pribadi yang besar..
Aku adalah pribadi yang berharga..
Keberadaan hidupku didunia ini sangat penting..
Keberadaanku dibutuhkan oleh kehidupan ini..
Karena itulah diriku yang sejati.
Diri yang tegar..
Diri yang kuat..
Diri yang hebat..
Aku adalah pribadi yang penuh semangat.. yang senantiasa menebarkan banyak manfaat bagi seluruh makhluk penghuni dunia

Perbanyak berlatih mengelola dan menjaga selftalknya senantiasa positif..

NIKMATI KEAJAIBAN HIDUP INI
LET'S TRANSFORM



Salam Positive SelfTalk 
Joko Ristono

Tidak ada komentar:

Posting Komentar