Kamis, 25 Agustus 2016

GIVE AND GIVE

Kita sering mendengar istilah Take and Give, yang maknanya kita harus saling memberi dan menerima. Kemudian banyak yang tidak setuju dengan Take and Give, menurut mereka dan saya, yang benar adalah Give adn Take, yang maknanya untuk mendapatkan sesuatu kita harus memberi terlebih dahulu, ibaratnya menabung dulu baru bisa tarik ATM. Masuk akal. 


Kemudian berkembang, bahwa kalau kita memberi dengan mengharapkan imbalan “Give berharap Take” ada unsur tidak ihklas di dalamnya, memberi dengan pamrih. Menurut saya sih buka begitu, Give and Take bukan berarti memberi mengharap imbalan, tapi memberi dengan ikhlas, dan urusan kembali ke kita biar Tuhan yang atur... naaah kalau begini baru oke.

Kemudian berkembang menjadi Give & Give, wow...

Ada seorang petani mempunyai seorang tetangga yang berprofesi sebagai pemburu dan mempunyai anjing-anjing galak. Anjing-anjing itu sering melompati pagar dan mengejar domba-domba petani. Petani itu meminta tetangganya untuk menjaga anjing-anjingnya, tapi ia tidak mau peduli.

Suatu hari anjing-anjing itu melompati pagar dan menyerang beberapa domba, sehingga terluka parah karena diserang oleh anjing si tetangga.

Petani itu merasa tak sabar, dan memutuskan untuk pergi ke kota untuk berkonsultasi pada seorang hakim.

Hakim itu mendengarkan cerita petani itu dan berkata :
"Saya bisa saja menghukum pemburu itu,  dia untuk merantai dan mengurung anjing-anjingnya, tapi Anda akan kehilangan seorang sahabat dan mendapatkan seorang musuh. Mana yang kau inginkan, sahabat atau musuh yang jadi tetanggamu?”

Petani itu menjawab bahwa ia lebih suka mempunyai seorang Sahabat.
"Baik, saya akan menawari anda sebuah solusi yang mana anda harus menjaga domba-domba anda, supaya tetap aman dan ini akan membuat tetangga anda tetap sebagai teman”.

Mendengar solusi pak hakim, petani itu setuju.
Ketika sampai di rumah, petani itu segera melaksanakan solusi pak hakim.

Dia mengambil tiga domba terbaiknya dan menghadiahkannya kepada 3 anak tetangganya itu, yang mana mereka menerima dengan sukacita dan mulai bermain dengan domba-domba tersebut.

Untuk menjaga mainan baru anaknya, si pemburu itu mengkerangkeng anjing pemburunya. Sejak saat itu anjing-anjing itu tidak pernah mengganggu domba-domba pak tani.

Sebagai rasa terima kasih atas kedermawanan petani kepada anak-anaknya, pemburu itu sering membagi hasil buruan kepada petani.

Sebagai balasannya, petani mengirimkan daging domba yang sudah dimasak buatannya.
Dalam waktu singkat tetangga itu menjadi Sahabat yang baik.

Saudaraku
"Apabila Anda melakukan kebaikan, Anda pasti akan menerima balasan kebaikan yang lebih besar. Apabila Anda melakukan kejahatan, maka pasti Anda akan mendapatkan kejahatan yang setimpal.

Jika Anda berkumpul dengan serigala, Anda akan belajar melolong. Tapi jika Anda bergaul dengan Rajawali, Anda akan belajar cara terbang mencapai ketinggian di angkasa.

Kesimpulan yang sederhana tetapi benar, bahwa :
"Anda akan menjadi seperti orang yang bergaul dekat dengan Anda".

Persahabatan tidak ada sangkut pautnya dengan harta, jabatan dan popularitas. Persahabatan yang di dapat dari uang, pangkat dan ketenaran bukan persahabatan sejati, melainkan hanya pergaulan dangkal yang penuh kepalsuan, yang egois, materialis, dan penuh kebohongan. Persahabatan sejati lahir dari kasih sayang, ketulusan, kepercayaan, kejujuran, kesetiaan dan kebersamaan.

Itu sebabnya persahabatan itu indah, tidak dapat di nilai dengan harta benda, dan tidak dapat di perjual-belikan.

Sebuah ungkapan :
"CARA TERBAIK UNTUK MENGALAHKAN DAN MEMPENGARUHI ORANG ADALAH DENGAN KEBAIKAN".

"GIVE AND GIVE,
NOT TAKE AND GIVE"

Salam Smart Life
Joko Ristono



Sumber: Group WA temen SMA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kamis, 25 Agustus 2016

GIVE AND GIVE

Kita sering mendengar istilah Take and Give, yang maknanya kita harus saling memberi dan menerima. Kemudian banyak yang tidak setuju dengan Take and Give, menurut mereka dan saya, yang benar adalah Give adn Take, yang maknanya untuk mendapatkan sesuatu kita harus memberi terlebih dahulu, ibaratnya menabung dulu baru bisa tarik ATM. Masuk akal. 


Kemudian berkembang, bahwa kalau kita memberi dengan mengharapkan imbalan “Give berharap Take” ada unsur tidak ihklas di dalamnya, memberi dengan pamrih. Menurut saya sih buka begitu, Give and Take bukan berarti memberi mengharap imbalan, tapi memberi dengan ikhlas, dan urusan kembali ke kita biar Tuhan yang atur... naaah kalau begini baru oke.

Kemudian berkembang menjadi Give & Give, wow...

Ada seorang petani mempunyai seorang tetangga yang berprofesi sebagai pemburu dan mempunyai anjing-anjing galak. Anjing-anjing itu sering melompati pagar dan mengejar domba-domba petani. Petani itu meminta tetangganya untuk menjaga anjing-anjingnya, tapi ia tidak mau peduli.

Suatu hari anjing-anjing itu melompati pagar dan menyerang beberapa domba, sehingga terluka parah karena diserang oleh anjing si tetangga.

Petani itu merasa tak sabar, dan memutuskan untuk pergi ke kota untuk berkonsultasi pada seorang hakim.

Hakim itu mendengarkan cerita petani itu dan berkata :
"Saya bisa saja menghukum pemburu itu,  dia untuk merantai dan mengurung anjing-anjingnya, tapi Anda akan kehilangan seorang sahabat dan mendapatkan seorang musuh. Mana yang kau inginkan, sahabat atau musuh yang jadi tetanggamu?”

Petani itu menjawab bahwa ia lebih suka mempunyai seorang Sahabat.
"Baik, saya akan menawari anda sebuah solusi yang mana anda harus menjaga domba-domba anda, supaya tetap aman dan ini akan membuat tetangga anda tetap sebagai teman”.

Mendengar solusi pak hakim, petani itu setuju.
Ketika sampai di rumah, petani itu segera melaksanakan solusi pak hakim.

Dia mengambil tiga domba terbaiknya dan menghadiahkannya kepada 3 anak tetangganya itu, yang mana mereka menerima dengan sukacita dan mulai bermain dengan domba-domba tersebut.

Untuk menjaga mainan baru anaknya, si pemburu itu mengkerangkeng anjing pemburunya. Sejak saat itu anjing-anjing itu tidak pernah mengganggu domba-domba pak tani.

Sebagai rasa terima kasih atas kedermawanan petani kepada anak-anaknya, pemburu itu sering membagi hasil buruan kepada petani.

Sebagai balasannya, petani mengirimkan daging domba yang sudah dimasak buatannya.
Dalam waktu singkat tetangga itu menjadi Sahabat yang baik.

Saudaraku
"Apabila Anda melakukan kebaikan, Anda pasti akan menerima balasan kebaikan yang lebih besar. Apabila Anda melakukan kejahatan, maka pasti Anda akan mendapatkan kejahatan yang setimpal.

Jika Anda berkumpul dengan serigala, Anda akan belajar melolong. Tapi jika Anda bergaul dengan Rajawali, Anda akan belajar cara terbang mencapai ketinggian di angkasa.

Kesimpulan yang sederhana tetapi benar, bahwa :
"Anda akan menjadi seperti orang yang bergaul dekat dengan Anda".

Persahabatan tidak ada sangkut pautnya dengan harta, jabatan dan popularitas. Persahabatan yang di dapat dari uang, pangkat dan ketenaran bukan persahabatan sejati, melainkan hanya pergaulan dangkal yang penuh kepalsuan, yang egois, materialis, dan penuh kebohongan. Persahabatan sejati lahir dari kasih sayang, ketulusan, kepercayaan, kejujuran, kesetiaan dan kebersamaan.

Itu sebabnya persahabatan itu indah, tidak dapat di nilai dengan harta benda, dan tidak dapat di perjual-belikan.

Sebuah ungkapan :
"CARA TERBAIK UNTUK MENGALAHKAN DAN MEMPENGARUHI ORANG ADALAH DENGAN KEBAIKAN".

"GIVE AND GIVE,
NOT TAKE AND GIVE"

Salam Smart Life
Joko Ristono



Sumber: Group WA temen SMA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar