Senin, 22 Agustus 2016

ARE U AN ORDINARY OR EXTRA ORDINARY PEOPLE?

Tulisan: Milka Santoso


“Apa kabar bu?” Tanya Salah satu mantan rekan kerja Saya di perusahaan lama
“Luar biasaaaa” Jawab Saya spontan. Suara di ujung telepon sana terdengar tertawa. “Bu Milka tuh memang dari dulu luar biasa….”
Percakapan berlanjut ringan mengenai beberapa rekan-rekan yang sedang mencari kerja dan butuh bantuan Saya.



Ketika menutup telepon, Saya merenung, apakah Saya benar-benar luar biasa? Atau hanya lips service belaka.
Jimmy Johnson berkata: 
“The Difference Between Ordinary and Extraordinary is That Little Extra”. Terjemahan bebas Saya: Perbedaan dari biasa dan LUAR biasa, cuma 1 kata: LUAR

Kita tidak bisa menjadi orang yang LUAR biasa jika kita tidak pernah mau melakukan hal-hal yang di LUAR yang biasa. 

Saya teringat kejadian beberapa tahun lalu, waktu Saya dan Suami Saya sedang menikmati hidangan kepiting di salah satu Seafood Resto di Bekasi, seorang pengamen datang menghampiri meja kami yang kebetulan terletak di tempat paling luar. Saat itu saya melihat enci yang punya restoran tergopoh-gopoh berlari dari meja kasir kearah meja kami, Saya menyangka ia mau mengusir pengamen tersebut, tapi Anda tahu apa yang ia lakukan? Ia mengeluarkan uang lima ribuan dan meminta dengan sopan agar pengamen itu pergi. Saya dan Suami Saya berpandangan. Itu adalah hal yang sangat Extra! Pertolongan yang sangat extra untuk sepasang suami istri yang tidak bisa mengambil uang receh karena kedua pasang tangannya sedang belepotan dengan bumbu kepiting asam manis!

Ada lagi kejadian saat Saya meminta salah satu anggota tim Saya menyiapkan surat tugas Saya untuk perjalanan dinas ke Balikpapan, keesokan harinya, semua document yang Saya perlukan sudah siap beserta dengan tiket, cash advance dan voucher taksinya. Bagi Saya hal ini adalah hal yang LUAR biasa, karena dia sudah tahu apa yang Saya butuhkan untuk perjalanan Saya, dan ia menyiapkannya tanpa di minta.

Untuk menghasilkan hal-hal yang extraordinary, harus ada unsur kejutan di dalamnya. Sesuatu yang orang akan berkata: “gak nyangka”. Ini sangat penting untuk mendatangkan customer delight, siapapun customer Anda: entah itu Suami, Istri, Anak-anak, Orangtua Anda di rumah; Pemilik perusahaan, atasan, rekan kerja, bawahan Anda di kantor; Principal, Vendor, Supplier, dan tentu saja Customer di tempat usaha Anda. Adalah hal yang menyenangkan dan memuaskan saat kita bisa melihat ‘blink-blink’ di mata seseorang karena apa yang kita lakukan. Dan ‘blink-blink’ itu seringkali muncul karena mereka memperoleh hal-hal yang extra, yang mereka tidak duga sebelumnya.

“Jika seseorang memintamu berjalan bersamanya satu mil, berjalanlah dengan dia dua mil” Bagi Saya, ini adalah pengertian dari going the extra miles. Lakukan 2 kali lipat dari apa yang di minta. Jangan puas dengan yang standard saja. Jika KPI Anda menuliskan target pencapaian 85%, pushlah diri Anda untuk mencapai 170%. Anda mungkin berkata hal itu tidak akan mungkin, namun percayalah itu mungkin, Saya mengenal beberapa orang yang sudah berhasil melakukannya. Jika Anda adalah orang yang LUAR biasa, Anda tidak akan membatasi diri Anda berdasarkan apa yang BIASA dicapai orang, atau apa yang BIASA Anda capai sebelumnya. Break your Limit, jika Anda percaya, Anda pasti bisa.

So… are U an ordinary? Or an EXTRAordinary people? Ups... sebenarnya itu pertanyaan Saya untuk diri Saya ya?

Double Cheers :) :)
Milka Santoso
23 Desember 2014

Salam Smart Life
Joko Ristono

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Senin, 22 Agustus 2016

ARE U AN ORDINARY OR EXTRA ORDINARY PEOPLE?

Tulisan: Milka Santoso


“Apa kabar bu?” Tanya Salah satu mantan rekan kerja Saya di perusahaan lama
“Luar biasaaaa” Jawab Saya spontan. Suara di ujung telepon sana terdengar tertawa. “Bu Milka tuh memang dari dulu luar biasa….”
Percakapan berlanjut ringan mengenai beberapa rekan-rekan yang sedang mencari kerja dan butuh bantuan Saya.



Ketika menutup telepon, Saya merenung, apakah Saya benar-benar luar biasa? Atau hanya lips service belaka.
Jimmy Johnson berkata: 
“The Difference Between Ordinary and Extraordinary is That Little Extra”. Terjemahan bebas Saya: Perbedaan dari biasa dan LUAR biasa, cuma 1 kata: LUAR

Kita tidak bisa menjadi orang yang LUAR biasa jika kita tidak pernah mau melakukan hal-hal yang di LUAR yang biasa. 

Saya teringat kejadian beberapa tahun lalu, waktu Saya dan Suami Saya sedang menikmati hidangan kepiting di salah satu Seafood Resto di Bekasi, seorang pengamen datang menghampiri meja kami yang kebetulan terletak di tempat paling luar. Saat itu saya melihat enci yang punya restoran tergopoh-gopoh berlari dari meja kasir kearah meja kami, Saya menyangka ia mau mengusir pengamen tersebut, tapi Anda tahu apa yang ia lakukan? Ia mengeluarkan uang lima ribuan dan meminta dengan sopan agar pengamen itu pergi. Saya dan Suami Saya berpandangan. Itu adalah hal yang sangat Extra! Pertolongan yang sangat extra untuk sepasang suami istri yang tidak bisa mengambil uang receh karena kedua pasang tangannya sedang belepotan dengan bumbu kepiting asam manis!

Ada lagi kejadian saat Saya meminta salah satu anggota tim Saya menyiapkan surat tugas Saya untuk perjalanan dinas ke Balikpapan, keesokan harinya, semua document yang Saya perlukan sudah siap beserta dengan tiket, cash advance dan voucher taksinya. Bagi Saya hal ini adalah hal yang LUAR biasa, karena dia sudah tahu apa yang Saya butuhkan untuk perjalanan Saya, dan ia menyiapkannya tanpa di minta.

Untuk menghasilkan hal-hal yang extraordinary, harus ada unsur kejutan di dalamnya. Sesuatu yang orang akan berkata: “gak nyangka”. Ini sangat penting untuk mendatangkan customer delight, siapapun customer Anda: entah itu Suami, Istri, Anak-anak, Orangtua Anda di rumah; Pemilik perusahaan, atasan, rekan kerja, bawahan Anda di kantor; Principal, Vendor, Supplier, dan tentu saja Customer di tempat usaha Anda. Adalah hal yang menyenangkan dan memuaskan saat kita bisa melihat ‘blink-blink’ di mata seseorang karena apa yang kita lakukan. Dan ‘blink-blink’ itu seringkali muncul karena mereka memperoleh hal-hal yang extra, yang mereka tidak duga sebelumnya.

“Jika seseorang memintamu berjalan bersamanya satu mil, berjalanlah dengan dia dua mil” Bagi Saya, ini adalah pengertian dari going the extra miles. Lakukan 2 kali lipat dari apa yang di minta. Jangan puas dengan yang standard saja. Jika KPI Anda menuliskan target pencapaian 85%, pushlah diri Anda untuk mencapai 170%. Anda mungkin berkata hal itu tidak akan mungkin, namun percayalah itu mungkin, Saya mengenal beberapa orang yang sudah berhasil melakukannya. Jika Anda adalah orang yang LUAR biasa, Anda tidak akan membatasi diri Anda berdasarkan apa yang BIASA dicapai orang, atau apa yang BIASA Anda capai sebelumnya. Break your Limit, jika Anda percaya, Anda pasti bisa.

So… are U an ordinary? Or an EXTRAordinary people? Ups... sebenarnya itu pertanyaan Saya untuk diri Saya ya?

Double Cheers :) :)
Milka Santoso
23 Desember 2014

Salam Smart Life
Joko Ristono

Tidak ada komentar:

Posting Komentar