Sabtu, 20 Februari 2016

EVENT PLUS RESPONSE EQUALS THE OUTCOME

Sejak bangun tidur di pagi hari sampai menjelang tidur di malam hari, manusia rata-rata membuat 200 keputusan, kecil, sedang dan besar. Dan menjadi seperti apa diri kita tergantung dari pengambilan keputusan ini - Joko Ristono
POLA PIKIR akan megubah SIKAP, SIKAP akan mengubah AKSI, AKSI akan mengubah KEBIASAAN, KEBIASAAN akan mengubah KARAKTER, KARAKTER akan mengubah NASIB (Lao Tze)
Apa yang terjadi pada kita adalah buah dari keputusan yang dibuat
Jack Canfield, penulis buku laris Chicken Soup for the Soul, mengajarkan sebuah persamaan yang sangat indah untuk menggambarkan sebuah hasil dan perubahan. Berikut adalah persamaannya: Events + Response = Outcome
Pada saat bangun tidur, kita bisa nemutuskan untuk tersenyum atau bete, keputusan ini akan mempengaruhi puluhan keputusan lainnya di hari tersebut. Ketika bangun tidur dengan tersenyum, badan menjadi semangat, kemudian memutuskan bersyukur, kemudian memutuskan mandi dengan segera, memutuskan sholat subuh dengan khusyuk, memutuskan menggunakan baju warna cerah, memutuskan sarapan buatan istri, memutuskan berangkat ke kantor lebih awal, memutuskan menggunakan kendaraan umum bukan kendaraan pribadi, memutuskan memberikan tempat duduk kereta kepada yang lebih memutuskan, dan seterusnya
Sebaliknya, pada saat bangun tidur Anda memutuskan untuk bete, badan terasa berat dan sakit semua, memutuskan berlama-lama di tempat tidur, memutuskan berangkat ke kantor lebih siang, memutuskan sarapan bubur ayam di kantor, memutuskan menggunakan baju casual, memutuskan marah-marah ketika menghadapi kemacetan, memutuskan menyerobot lampu merah dibandingkan tertib, memutuskan menunda ketemu klien, dan seterusnya
Dua hal yang sangat berbeda, proses pengambilan keputusan yang berbeda, dan sudah barang tentu hasilnya akan berbeda. Hari Anda akan cerah dan produktif, atau hari Anda akan menyebalkan dan banyak pekerjaan tertunda. Kenyataannya hidup memang se-simpel itu.
Sebagai contoh, peristiwa yang saya alami ketika terjebak macet dalam perjalanan bogor – Jakarta, menuju kantor menggunakan mobil pribadi. Kemacetan di jalanan adalah momen terbaik untuk mengamati respon setiap orang orang yang ada di sana. Ada yang menekan klakson keras-keras melampiaskan kejengkelannya, ada yang keluar dari mobilnya dan berusaha mencari tahu apa yang sedang terjadi, ada yang berteriak memaki-maki kendaraan yang memotong jalurnya, ada yang menyerobot melewati bahu jalan (yang jelas-jelas dilarang), ada juga yang memutar lagu dari tapenya dan mulai menganggukkan kepala mengikuti irama lagu dan ada juga yang hanya sekedar diam membisu mengamati segala sesuatu yang terjadi di sekitarnya.
Menekan klakson di tengah kemacetan, memang seolah-olah bisa melampiaskan kekesalan, tapi hasilnya Anda akan semakin bete. Menyerobot jalan orang lain seolah-olah menyelesaikan masalah kemacetan, tapi Anda akan bertemu kemacetan selanjutnya yang membuat kesal, mendengarkan lagu kesayangan memang tidak akan mengurai kemacetan, tapi membuat hati Anda tenang dan tumbuh perasaan positif. Pilihan 100% ada di tangan Anda. Menurut penelitian, setiap hari rata-rata manusia membuat 200 keputusan, baik keputusan besar, sedang atau keputusan kecil. Sekali lagi, pilihan 100% ada di tangan Anda
Response spontan dari pikiran bawah sadar
Menurut para pakar neuroscince, 88% hidup kita dikendalikan oleh pikiran bawah sadar dan hanya 12% dikendalikan pikiran sadar.
Pikiran bawah sadar mempunyai kemampuan yang jauh lebih besar dibanding pikiran sadar. Erbe Sentanu (2009) mengatakan bahwa kemampuan pikiran sadar hanya 12% dan pikiran bawah sadar 88%. Hal yang sama dikatakan Pavel Smodka (2010), bahwa dari hasil riset para ahli yang pernah dilakukan terhadap tindakan seseorang, ditemukan bahwa pikiran bawah sadar andil 88% dan pikiran sadar memberi andil hanya 12%. Critical area dari pikiran bawah sadar tumbuh dan berkembang sejalan dengan proses pendidikan dan pengalaman.
Pikiran bawah sadar menerima semua informasi yang disampaikan kepadanya sebagai fakta, kemudian diolah menjadi suatu kesimpulan logis.
Jadi apa yang harus dilakukan? Hati-hati dengan informasi yang ditangkap oleh panca indra kita, informasi baik atau buruh akan tersimpan dan mengendap dalam pikiran bawah sadar. Semakin banyak informasi baik yang ditangkap oleh panca indra kita, maka kita akan memiliki pikiran bawah sadar yang positif, begitu pula sebaliknya.
Kembali ke judul diatas, bila alam bawah sadar kita berisi dan terbentuk oleh hal-hal positif yang tersimpan dan mengendap, maka dalam setiap kejadian Anda akan memberikan respon positif, sehingga hasilnya pun positis. Bayangkan bila selama ini pikiran bawah sadar kita dijejali dengan informasi negatif, hasilnya kita akan menyikapi setiap kejadian dengan negative pula, pesimis, gampang menyerah, menyalahkan keadaan, excuse, dan lainnya. Hasilnya sudah barang tentu akan tidak baik.
Tips
Beberapa hal sederhana yang bisa Anda lakukan agar pikiran bawah sadar didominasi oleh hal-hal baik:
  1. Hindari nonton sinetron yang tidak jelas, banyak hal gak masuk akal di sana, banyak peran antagonis yang berlebih.
  2. Hindari melihat atau mendengarkan gossip di infotaiment, gak penting.
  3. Ganti channel TV Anda ke acara yang mendidik, daripada melihat berita criminal, dapatkan energy positif, dapatkan inspirasi.
  4. Biasakan pikiran sadar dengan memikirkan hal-hal baik, bila tiba-bisa terlintas pikiran negative, segera alihkan lagi ke pikiran positif.
  5. Dengarkan musik kesukaan Anda, hal ini akan mencegah hadirnya pikiran negatif
  6. Baca buku: buku biografi yang sudah pasti menceriterakan kisah sukses, buku motivasi, majalah sport yang penuh dengan prestasi, majalah hobi banyak kreativitas, dan lainnya
  7. Bergaul dengan orang-orang positif, dengan orang-orang sukses. 
  8. Bergabung dalam satu atau beberapa komunitas. Banyak orang, banyak karakter, banyak pengalaman yang bisa didapat. Dengan kesibukan dlaam komunitas, tidak memberi kesempatan pikiran untuk negatif.
Kesimpulan
Dalam peristiwa yang sama, berbeda respon dan berbeda hasil. Betul sekali keputusan yang kita buat untuk menyikapi sebuah kejadian akan menetukan hasil yang kita alami. Respon / keputusan kita menentukan hasil yang kita capai.
Contoh saat melihat Anak kita mendapat hasil buruk dalam ujian di sekolah. Apakah hal ini merupakan sebuah kegagalan? Bisa iya bisa tidak. Hasil buruk merupakan sebuah kegagalan bila kita merespon secara negatif, dalam bentuk kemarahan dan kekecewaan pada anak kita. Hasilnya, anak akan menjadi demotivasi, menganggap sekolah itu susah dan takut untuk kreatif di kemudian hari.
Berbeda saat kita memutuskan bersikap positif terhadap hasil buruk ujian anak kita, dengan memberikan motivasi bahwa kamu sudah berusaha dengan baik, banyak teman-temanmu yang hasilnya lebih buruk, masih ada waktu memperbaiki hasil ujian, hasil ujian yang dilakukan dengan jujur sudah cukup membuat ayah bangga, dan contoh kalimat positif lainnya. Hasilnya, anak akan tetap semangat, dia merasa aman karena memiliki bapak yang menentramkan, dan otomatis dia akan belajar lebih giat untuk membuat orang tuanya bangga.
Selamat mencoba..!

Salam Smart Life

Joko Ristono

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sabtu, 20 Februari 2016

EVENT PLUS RESPONSE EQUALS THE OUTCOME

Sejak bangun tidur di pagi hari sampai menjelang tidur di malam hari, manusia rata-rata membuat 200 keputusan, kecil, sedang dan besar. Dan menjadi seperti apa diri kita tergantung dari pengambilan keputusan ini - Joko Ristono
POLA PIKIR akan megubah SIKAP, SIKAP akan mengubah AKSI, AKSI akan mengubah KEBIASAAN, KEBIASAAN akan mengubah KARAKTER, KARAKTER akan mengubah NASIB (Lao Tze)
Apa yang terjadi pada kita adalah buah dari keputusan yang dibuat
Jack Canfield, penulis buku laris Chicken Soup for the Soul, mengajarkan sebuah persamaan yang sangat indah untuk menggambarkan sebuah hasil dan perubahan. Berikut adalah persamaannya: Events + Response = Outcome
Pada saat bangun tidur, kita bisa nemutuskan untuk tersenyum atau bete, keputusan ini akan mempengaruhi puluhan keputusan lainnya di hari tersebut. Ketika bangun tidur dengan tersenyum, badan menjadi semangat, kemudian memutuskan bersyukur, kemudian memutuskan mandi dengan segera, memutuskan sholat subuh dengan khusyuk, memutuskan menggunakan baju warna cerah, memutuskan sarapan buatan istri, memutuskan berangkat ke kantor lebih awal, memutuskan menggunakan kendaraan umum bukan kendaraan pribadi, memutuskan memberikan tempat duduk kereta kepada yang lebih memutuskan, dan seterusnya
Sebaliknya, pada saat bangun tidur Anda memutuskan untuk bete, badan terasa berat dan sakit semua, memutuskan berlama-lama di tempat tidur, memutuskan berangkat ke kantor lebih siang, memutuskan sarapan bubur ayam di kantor, memutuskan menggunakan baju casual, memutuskan marah-marah ketika menghadapi kemacetan, memutuskan menyerobot lampu merah dibandingkan tertib, memutuskan menunda ketemu klien, dan seterusnya
Dua hal yang sangat berbeda, proses pengambilan keputusan yang berbeda, dan sudah barang tentu hasilnya akan berbeda. Hari Anda akan cerah dan produktif, atau hari Anda akan menyebalkan dan banyak pekerjaan tertunda. Kenyataannya hidup memang se-simpel itu.
Sebagai contoh, peristiwa yang saya alami ketika terjebak macet dalam perjalanan bogor – Jakarta, menuju kantor menggunakan mobil pribadi. Kemacetan di jalanan adalah momen terbaik untuk mengamati respon setiap orang orang yang ada di sana. Ada yang menekan klakson keras-keras melampiaskan kejengkelannya, ada yang keluar dari mobilnya dan berusaha mencari tahu apa yang sedang terjadi, ada yang berteriak memaki-maki kendaraan yang memotong jalurnya, ada yang menyerobot melewati bahu jalan (yang jelas-jelas dilarang), ada juga yang memutar lagu dari tapenya dan mulai menganggukkan kepala mengikuti irama lagu dan ada juga yang hanya sekedar diam membisu mengamati segala sesuatu yang terjadi di sekitarnya.
Menekan klakson di tengah kemacetan, memang seolah-olah bisa melampiaskan kekesalan, tapi hasilnya Anda akan semakin bete. Menyerobot jalan orang lain seolah-olah menyelesaikan masalah kemacetan, tapi Anda akan bertemu kemacetan selanjutnya yang membuat kesal, mendengarkan lagu kesayangan memang tidak akan mengurai kemacetan, tapi membuat hati Anda tenang dan tumbuh perasaan positif. Pilihan 100% ada di tangan Anda. Menurut penelitian, setiap hari rata-rata manusia membuat 200 keputusan, baik keputusan besar, sedang atau keputusan kecil. Sekali lagi, pilihan 100% ada di tangan Anda
Response spontan dari pikiran bawah sadar
Menurut para pakar neuroscince, 88% hidup kita dikendalikan oleh pikiran bawah sadar dan hanya 12% dikendalikan pikiran sadar.
Pikiran bawah sadar mempunyai kemampuan yang jauh lebih besar dibanding pikiran sadar. Erbe Sentanu (2009) mengatakan bahwa kemampuan pikiran sadar hanya 12% dan pikiran bawah sadar 88%. Hal yang sama dikatakan Pavel Smodka (2010), bahwa dari hasil riset para ahli yang pernah dilakukan terhadap tindakan seseorang, ditemukan bahwa pikiran bawah sadar andil 88% dan pikiran sadar memberi andil hanya 12%. Critical area dari pikiran bawah sadar tumbuh dan berkembang sejalan dengan proses pendidikan dan pengalaman.
Pikiran bawah sadar menerima semua informasi yang disampaikan kepadanya sebagai fakta, kemudian diolah menjadi suatu kesimpulan logis.
Jadi apa yang harus dilakukan? Hati-hati dengan informasi yang ditangkap oleh panca indra kita, informasi baik atau buruh akan tersimpan dan mengendap dalam pikiran bawah sadar. Semakin banyak informasi baik yang ditangkap oleh panca indra kita, maka kita akan memiliki pikiran bawah sadar yang positif, begitu pula sebaliknya.
Kembali ke judul diatas, bila alam bawah sadar kita berisi dan terbentuk oleh hal-hal positif yang tersimpan dan mengendap, maka dalam setiap kejadian Anda akan memberikan respon positif, sehingga hasilnya pun positis. Bayangkan bila selama ini pikiran bawah sadar kita dijejali dengan informasi negatif, hasilnya kita akan menyikapi setiap kejadian dengan negative pula, pesimis, gampang menyerah, menyalahkan keadaan, excuse, dan lainnya. Hasilnya sudah barang tentu akan tidak baik.
Tips
Beberapa hal sederhana yang bisa Anda lakukan agar pikiran bawah sadar didominasi oleh hal-hal baik:
  1. Hindari nonton sinetron yang tidak jelas, banyak hal gak masuk akal di sana, banyak peran antagonis yang berlebih.
  2. Hindari melihat atau mendengarkan gossip di infotaiment, gak penting.
  3. Ganti channel TV Anda ke acara yang mendidik, daripada melihat berita criminal, dapatkan energy positif, dapatkan inspirasi.
  4. Biasakan pikiran sadar dengan memikirkan hal-hal baik, bila tiba-bisa terlintas pikiran negative, segera alihkan lagi ke pikiran positif.
  5. Dengarkan musik kesukaan Anda, hal ini akan mencegah hadirnya pikiran negatif
  6. Baca buku: buku biografi yang sudah pasti menceriterakan kisah sukses, buku motivasi, majalah sport yang penuh dengan prestasi, majalah hobi banyak kreativitas, dan lainnya
  7. Bergaul dengan orang-orang positif, dengan orang-orang sukses. 
  8. Bergabung dalam satu atau beberapa komunitas. Banyak orang, banyak karakter, banyak pengalaman yang bisa didapat. Dengan kesibukan dlaam komunitas, tidak memberi kesempatan pikiran untuk negatif.
Kesimpulan
Dalam peristiwa yang sama, berbeda respon dan berbeda hasil. Betul sekali keputusan yang kita buat untuk menyikapi sebuah kejadian akan menetukan hasil yang kita alami. Respon / keputusan kita menentukan hasil yang kita capai.
Contoh saat melihat Anak kita mendapat hasil buruk dalam ujian di sekolah. Apakah hal ini merupakan sebuah kegagalan? Bisa iya bisa tidak. Hasil buruk merupakan sebuah kegagalan bila kita merespon secara negatif, dalam bentuk kemarahan dan kekecewaan pada anak kita. Hasilnya, anak akan menjadi demotivasi, menganggap sekolah itu susah dan takut untuk kreatif di kemudian hari.
Berbeda saat kita memutuskan bersikap positif terhadap hasil buruk ujian anak kita, dengan memberikan motivasi bahwa kamu sudah berusaha dengan baik, banyak teman-temanmu yang hasilnya lebih buruk, masih ada waktu memperbaiki hasil ujian, hasil ujian yang dilakukan dengan jujur sudah cukup membuat ayah bangga, dan contoh kalimat positif lainnya. Hasilnya, anak akan tetap semangat, dia merasa aman karena memiliki bapak yang menentramkan, dan otomatis dia akan belajar lebih giat untuk membuat orang tuanya bangga.
Selamat mencoba..!

Salam Smart Life

Joko Ristono

Tidak ada komentar:

Posting Komentar