Rabu, 22 April 2015

SANG MANDOR


Kira kira 34 tahun yang lalu aku pernah diajak bapakku ke pabrik di jalan Dr.Setiabudi no.177 Semarang PT RAJA BESI, disana beliau mendedikasikan dirinya selama belasan tahun sebagai driver pabrik sebelum akhirnya memutuskan alih profesi sebagai Pilot (Pilot Angkutan Kota). Bapak membawaku ke pabrik pembuatan pipa besi, ya ... Ketempat beliau bekerja.




Begini ...
Berawal dari pertanyaanku:

Aku: "kerjaan bapak opo to pak" tanyaku.
Bapak: iya lik swasta, jawabnya singkat,"  ("lik" adalah panggilan kesayangan untuk anak kecil Jawa)
Aku: swasta ki opo to pak? (Swasta itu apa pak?)
Bapaku: yo swasta, yo swasta le, hahahaha ..., rene o lik (sambil mendudukan aku dipangkuannya), bapak iki kerjo neng pabrik wesi iku jenenge swasta.
Aku: nggawe wesi pak ? Wesi opo pak ?
Bapak: wesi ngene iki (kata beliau sambil menunjukan potongan pipa besi).
Aku: nggawene piye pak ...?

Ternyata bapak memberikan jawaban yang sangat luar biasa, dengan membawaku ke pabrik pembuatan pipa besi.
Diajaknya aku masuk dalam areal pabrik yang cukup luas, bapak bilang, "bapak kerjo neng kene, iki sing jenenge swata", ( ... Hahaha asem tenan). Beliau mengajakku berkeliling sampai pada satu areal bagian produksi dimana sangat banyak sekali orang yang sedang bekerja, mengerjakan kesibukan dan tugas yang berbeda.

Lepengan besi itu datang ya dari sana lik, katanya sambil menunjukan satu areal luas yang berisi gulungan gulungan lempengan besi yang sangat besar (sekarang saya baru tahu seluruh lempengan besi itu didatangkan langsung dari Krakatau stell).

Factory tour pun berlanjut, nah dari sana lempengan plat besi tadi trus dipotong, menurut ukuran masing masing mau dibuat pipa besar atau pipa kecil, kalo mau di buat pipa kecil yang dipotong menjadi ukuran lembaran kecil, tapi kalo mau dibuat pipa yang lebih besar diameternya berarti potongannya lembarannya juga harus lebar, artinya makin besar diameter pipa yang akan dibuat maka semakin lebar pula penampang lembaran yang harus dipotong.


Setelah dipotong lembaran masuk ke mesin rolling, lembaran akan berjalan sendiri masuk ke mesin dan keluar sudah dalam bentuk lingkaran, mesin ini ndak boleh rusak, kalo mesinnya sampe rusak, macet maka produksi akan berhenti total dan akan mengakibatkan kerugian produksi, makanya mesin ini harus di rawat dan di jaga baik baik, yang jaga disini ngk boleh sembarangan harus orang pinter, sekolahnya tinggi, bayarannya banyak," kata bapak

Proses selanjutnya adalah pengelasan, menyatukan sambungan besi agar sempurnya menjadi sebuah pipa, kemudian pemotongan ukuran panjang, quality control packing dll ....


Nah .. Yang berdiri diatas sana itu namanya mandor atau pengawas,"kata bapak sambil menunjuk ke seseorang yang sedang mondar mandir berjalan di bagian lantai atas sambil melihat kebawah, keseluruh pekerja. Pekerjaannya hanya berdiri dan mondar mandir sesekali di berteriak dengan pengeras suara untuk menegur, membetulkan.
.... SUATU SAAT NANTI KAMU HARUS BERDIRI DISANA LIK, kata bapak sambil menatapku tajam, seakan ingin memasukan kata kata itu dalam otakku.

Mungkin sebagian orang berfikir sang mandor tidak bekerja berat pekerjaannya sangat ringan hanya mondar mandir, teriak teriak, gak ikut kerja langsung bahkan mungkin sebagian pekerja ada yang berfikir coba kamu kesini, kerjakan sendiri biar kamu tau kesulitan saya, jangan cuma bisa mondar mandir dan marah marah saja.

Tapi bagi sang mandor, dari posisi itu dia bisa melihat lebih luas dia mengerti alur proses kerja, dia melihat kesulitan bagian per bagian, bahkan dia juga bisa tau bahwa kesulitan, kesalahan dan mungkin tidak selesainya target kerja pada bagian tertentu belum tentu karena kesalahan dan kebodohan bagian tersebut, bisa jadi penyebab adalah bagian lain yang tidak bertanggung jawab sehingga mengakibatkan efek domino yang fatal pada proses selanjutnya yang pada akhirnya seluruh proses kerja akan gagal total.

Dia harus bisa menggaransi seluruh proses kerja berjalan normal sesuai prosedur dan seluruh prosedur dilaksanakan dengan baik tanpa kesalahan, diselesaikan tepat waktu dengan hasil yang sempurna. Diapun juga  harus menjamin "target kerja" dan "target produksi" seluruh bagian tercapai 100 %.

Dia juga harus terus berfikir cara menyempurnakan teknis kerja, menemukan cara yang efektif dan efisien bagaimana para pekerja bisa menyelesaikan pekerjaannya dgn mudah, menemukan solusi yang cepat dan tepat dalam setiap permasalahan yang mungkin tiba tiba muncul secara mendadak dan tidak terprediksi, mempunyai kebernian dalam mengambil keputusan dalam keadaan krusial.

Dia juga harus mampu mengkoordinir seluruh pekerja, membuat suasana kerja nyaman, menghargai setiap pekerja, membangun motivasi kepada seluruh pekerja bahwa semua orang mempunyai andil penting dalam seluruh proses kerja, membangun team work yang solid, mengambil keputusan yang adil dan bijaksana, bertoleransi tinggi tanpa harus memanjakan, mendelegasikan tugas secara jelas dan gamblang sehingga mudah dimengerti oleh bawahan.

Secara umum dapat disimpulkan bahwa Mandor bertanggung jawab langsung mengenai gagal atau berhasilnya suatu proses kerja dan produksi.

Pesan Moral dari tulisan ini:

  1. Jangan pernah menilai sesuatu tau seseorang dari sudut pandangmu sendiri, karena sudut pandangmu belum tentu benar,
  2. Jangan pernah mengenal dan menilai seseorang dengan cara "perantara"  apa maksunya cara perantara? Yaitu mengenal dan menilai  seseorang lewat," katanya si anu ... Dia itu begini" atau " saya mendengar dari si anu .. Dia itu begini.
  3. Kenalilah seseorang secara langsung, nilailah dia seperti kamu mengenalnya, kenalilah, dekatilah, akrablah, terbukalah maka kamu akan mengenali dia yang sesungguhnya.
Salam Smart Life

Joko Ristono

Penulis: Tommy Afandhi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rabu, 22 April 2015

SANG MANDOR


Kira kira 34 tahun yang lalu aku pernah diajak bapakku ke pabrik di jalan Dr.Setiabudi no.177 Semarang PT RAJA BESI, disana beliau mendedikasikan dirinya selama belasan tahun sebagai driver pabrik sebelum akhirnya memutuskan alih profesi sebagai Pilot (Pilot Angkutan Kota). Bapak membawaku ke pabrik pembuatan pipa besi, ya ... Ketempat beliau bekerja.




Begini ...
Berawal dari pertanyaanku:

Aku: "kerjaan bapak opo to pak" tanyaku.
Bapak: iya lik swasta, jawabnya singkat,"  ("lik" adalah panggilan kesayangan untuk anak kecil Jawa)
Aku: swasta ki opo to pak? (Swasta itu apa pak?)
Bapaku: yo swasta, yo swasta le, hahahaha ..., rene o lik (sambil mendudukan aku dipangkuannya), bapak iki kerjo neng pabrik wesi iku jenenge swasta.
Aku: nggawe wesi pak ? Wesi opo pak ?
Bapak: wesi ngene iki (kata beliau sambil menunjukan potongan pipa besi).
Aku: nggawene piye pak ...?

Ternyata bapak memberikan jawaban yang sangat luar biasa, dengan membawaku ke pabrik pembuatan pipa besi.
Diajaknya aku masuk dalam areal pabrik yang cukup luas, bapak bilang, "bapak kerjo neng kene, iki sing jenenge swata", ( ... Hahaha asem tenan). Beliau mengajakku berkeliling sampai pada satu areal bagian produksi dimana sangat banyak sekali orang yang sedang bekerja, mengerjakan kesibukan dan tugas yang berbeda.

Lepengan besi itu datang ya dari sana lik, katanya sambil menunjukan satu areal luas yang berisi gulungan gulungan lempengan besi yang sangat besar (sekarang saya baru tahu seluruh lempengan besi itu didatangkan langsung dari Krakatau stell).

Factory tour pun berlanjut, nah dari sana lempengan plat besi tadi trus dipotong, menurut ukuran masing masing mau dibuat pipa besar atau pipa kecil, kalo mau di buat pipa kecil yang dipotong menjadi ukuran lembaran kecil, tapi kalo mau dibuat pipa yang lebih besar diameternya berarti potongannya lembarannya juga harus lebar, artinya makin besar diameter pipa yang akan dibuat maka semakin lebar pula penampang lembaran yang harus dipotong.


Setelah dipotong lembaran masuk ke mesin rolling, lembaran akan berjalan sendiri masuk ke mesin dan keluar sudah dalam bentuk lingkaran, mesin ini ndak boleh rusak, kalo mesinnya sampe rusak, macet maka produksi akan berhenti total dan akan mengakibatkan kerugian produksi, makanya mesin ini harus di rawat dan di jaga baik baik, yang jaga disini ngk boleh sembarangan harus orang pinter, sekolahnya tinggi, bayarannya banyak," kata bapak

Proses selanjutnya adalah pengelasan, menyatukan sambungan besi agar sempurnya menjadi sebuah pipa, kemudian pemotongan ukuran panjang, quality control packing dll ....


Nah .. Yang berdiri diatas sana itu namanya mandor atau pengawas,"kata bapak sambil menunjuk ke seseorang yang sedang mondar mandir berjalan di bagian lantai atas sambil melihat kebawah, keseluruh pekerja. Pekerjaannya hanya berdiri dan mondar mandir sesekali di berteriak dengan pengeras suara untuk menegur, membetulkan.
.... SUATU SAAT NANTI KAMU HARUS BERDIRI DISANA LIK, kata bapak sambil menatapku tajam, seakan ingin memasukan kata kata itu dalam otakku.

Mungkin sebagian orang berfikir sang mandor tidak bekerja berat pekerjaannya sangat ringan hanya mondar mandir, teriak teriak, gak ikut kerja langsung bahkan mungkin sebagian pekerja ada yang berfikir coba kamu kesini, kerjakan sendiri biar kamu tau kesulitan saya, jangan cuma bisa mondar mandir dan marah marah saja.

Tapi bagi sang mandor, dari posisi itu dia bisa melihat lebih luas dia mengerti alur proses kerja, dia melihat kesulitan bagian per bagian, bahkan dia juga bisa tau bahwa kesulitan, kesalahan dan mungkin tidak selesainya target kerja pada bagian tertentu belum tentu karena kesalahan dan kebodohan bagian tersebut, bisa jadi penyebab adalah bagian lain yang tidak bertanggung jawab sehingga mengakibatkan efek domino yang fatal pada proses selanjutnya yang pada akhirnya seluruh proses kerja akan gagal total.

Dia harus bisa menggaransi seluruh proses kerja berjalan normal sesuai prosedur dan seluruh prosedur dilaksanakan dengan baik tanpa kesalahan, diselesaikan tepat waktu dengan hasil yang sempurna. Diapun juga  harus menjamin "target kerja" dan "target produksi" seluruh bagian tercapai 100 %.

Dia juga harus terus berfikir cara menyempurnakan teknis kerja, menemukan cara yang efektif dan efisien bagaimana para pekerja bisa menyelesaikan pekerjaannya dgn mudah, menemukan solusi yang cepat dan tepat dalam setiap permasalahan yang mungkin tiba tiba muncul secara mendadak dan tidak terprediksi, mempunyai kebernian dalam mengambil keputusan dalam keadaan krusial.

Dia juga harus mampu mengkoordinir seluruh pekerja, membuat suasana kerja nyaman, menghargai setiap pekerja, membangun motivasi kepada seluruh pekerja bahwa semua orang mempunyai andil penting dalam seluruh proses kerja, membangun team work yang solid, mengambil keputusan yang adil dan bijaksana, bertoleransi tinggi tanpa harus memanjakan, mendelegasikan tugas secara jelas dan gamblang sehingga mudah dimengerti oleh bawahan.

Secara umum dapat disimpulkan bahwa Mandor bertanggung jawab langsung mengenai gagal atau berhasilnya suatu proses kerja dan produksi.

Pesan Moral dari tulisan ini:

  1. Jangan pernah menilai sesuatu tau seseorang dari sudut pandangmu sendiri, karena sudut pandangmu belum tentu benar,
  2. Jangan pernah mengenal dan menilai seseorang dengan cara "perantara"  apa maksunya cara perantara? Yaitu mengenal dan menilai  seseorang lewat," katanya si anu ... Dia itu begini" atau " saya mendengar dari si anu .. Dia itu begini.
  3. Kenalilah seseorang secara langsung, nilailah dia seperti kamu mengenalnya, kenalilah, dekatilah, akrablah, terbukalah maka kamu akan mengenali dia yang sesungguhnya.
Salam Smart Life

Joko Ristono

Penulis: Tommy Afandhi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar