Rabu, 11 Maret 2015

MEMBACA PERASAAN SESEORANG MELALUI ORGAN INTIMNYA


Di Hari Raya Imlek ini, Anda yang merayakan tentu sibuk dan asyik mengunjungi orangtua atau sanak keluarga yang lebih senior. Sementara Anda yang tidak merayakan bisa jadi tengah bersantai di rumah, di tempat-tempat rekreasi ataupun mal. Apapun aktivitas Anda hari ini, akan menjadi lebih seru ketika Anda melakukannya sambil mengasah terus ‘bakat-komunikasi’ Anda, khususnya kali ini dalam hal membaca gerak-gerik tubuh orang lain. Mau? Bahkan kali ini saya mau sharingkan bagaimana cara membaca perasaan seseorang dengan tolak ukur organ intimnya! Wow!! Bagaimana caranya? Yuk langsung lanjutkan baca tulisan di bawah ini….
Anda tentu familiar dengan istilah micro-expressions. Yang hobi menonton film “Lie to Me” di saluran TV kabel tentu sudah tidak asing dengan istilah ini. Namun apakah Anda familiar juga dengan istilah ‘macro-gestures’ (MG)?

MG ini sebenarnya malah perlu terlebih dahulu kita pahami sebelum mempelajari micro-expressions. Saya mengenal istilah MG dari Carol Kinsey Goman, PhD, seorang pembicara dan pelatih komunikasi dari Amerika. MG terkait gerak-gerik tubuh, kepala, lengan dan kaki. Dengan mengamati MG seseorang, kita dapat mengetahui perasaan atau emosi orang tersebut pada saat itu.

Bagaimana cara mengamatinya? Tolak ukurnya adalah organ intim orang yang kita ingin ketahui perasaannya, yaitu payudara dan alat kelamin! Maksudnya bagaimana? Tentu tidak perlu dengan cara melihatnya secara langsung. Melainkan cermati bagaimana gerak-gerik kepala, badan, lengan dan kakinya dalam kaitan dengan organ intimnya. Persisnya sbb:

Orang-orang yang sedang merasa positif (percaya diri, tenang, relaks, bangga, bahagia, gembira), gesturnya tampak seperti sengaja menunjukkan organ intim mereka. Misalnya, dengan gerakan tangan yang terentang ke atas, atau terentang pada sandaran sofa, ataupun terentang sambil memegang belakang kepala, sehingga otomatis dada menjadi terbuka lebar (untungnya tertutupi oleh pakaian, hehehe). Kemudian posisi kepala tegak bahkan kadang agak menengadah, dan tulang punggung tegak sehingga dada tampak membusung. Posisi kedua kaki biasanya membuka cukup lebar. Inilah gestur dari orang-orang yang merasa nyaman, puas, percaya diri, bangga, bahagia, damai, dan semacamnya.

Sementara gestur orang-orang yang tengah merasakan emosi ‘negatif’ seperti kesal, marah, bosan, takut, gelisah, dan semacamnya, cenderung memposisikan lengan dan kaki seperti ingin menutupi organ intim mereka. Misalnya dengan menyilangkan lengan dan kaki. 

Kepala mereka pun cenderung menunduk dan postur tubuh membungkuk atau meringkuk.
Menjadi catatan di sini bahwa ketidaknyamanan fisik (misalnya orang yang sakit flu atau kedinginan) pun mengekspresikan gestur yang sama seperti ketika mengalami ketidaknyamanan emosi atau perasaan. Agar dapat membedakan apakah ketidaknyamanan orang tersebut dari aspek fisik atau emosi perlu lakukan klarifikasi terlebih dahulu melalui komunikasi yang empatik.

Sahabat, saya yakin sebenarnya kemampuan membaca gesture orang lain sudah Anda miliki. Bahkan menjadi bagian dari intuisi di dalam pikiran bawah sadar Anda ketika berinteraksi dengan setiap orang lain. Tulisan singkat ini membantu Anda untuk menyadari kembali intuisi yang tertanam di bawah sadar agar dapat Anda cermati. Apa tujuannya? Jika ada yang keliru maka dapat Anda koreksi. Dan lebih dari itu, persepsi Anda terhadap orang-orang lain dapat Anda pertanggungjawabkan secara verbal. Anda mampu jelaskan secara rasional.
 
Anda yang menjadi pimpinan di perusahaan, analis, konsultan, dan berbagai profesi yang banyak berinteraksi dengan sesama manusia, tentunya menjadi terbantu dengan adanya kemampuan untuk menjelaskan analisa aspek non-verbal ini.



Salam komunikasi cemerlang,
 
FB
publicspeaking.co.id
heartspeaks.co.id


Sumber: PUBLIC SPEAKING INDONESIA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rabu, 11 Maret 2015

MEMBACA PERASAAN SESEORANG MELALUI ORGAN INTIMNYA


Di Hari Raya Imlek ini, Anda yang merayakan tentu sibuk dan asyik mengunjungi orangtua atau sanak keluarga yang lebih senior. Sementara Anda yang tidak merayakan bisa jadi tengah bersantai di rumah, di tempat-tempat rekreasi ataupun mal. Apapun aktivitas Anda hari ini, akan menjadi lebih seru ketika Anda melakukannya sambil mengasah terus ‘bakat-komunikasi’ Anda, khususnya kali ini dalam hal membaca gerak-gerik tubuh orang lain. Mau? Bahkan kali ini saya mau sharingkan bagaimana cara membaca perasaan seseorang dengan tolak ukur organ intimnya! Wow!! Bagaimana caranya? Yuk langsung lanjutkan baca tulisan di bawah ini….
Anda tentu familiar dengan istilah micro-expressions. Yang hobi menonton film “Lie to Me” di saluran TV kabel tentu sudah tidak asing dengan istilah ini. Namun apakah Anda familiar juga dengan istilah ‘macro-gestures’ (MG)?

MG ini sebenarnya malah perlu terlebih dahulu kita pahami sebelum mempelajari micro-expressions. Saya mengenal istilah MG dari Carol Kinsey Goman, PhD, seorang pembicara dan pelatih komunikasi dari Amerika. MG terkait gerak-gerik tubuh, kepala, lengan dan kaki. Dengan mengamati MG seseorang, kita dapat mengetahui perasaan atau emosi orang tersebut pada saat itu.

Bagaimana cara mengamatinya? Tolak ukurnya adalah organ intim orang yang kita ingin ketahui perasaannya, yaitu payudara dan alat kelamin! Maksudnya bagaimana? Tentu tidak perlu dengan cara melihatnya secara langsung. Melainkan cermati bagaimana gerak-gerik kepala, badan, lengan dan kakinya dalam kaitan dengan organ intimnya. Persisnya sbb:

Orang-orang yang sedang merasa positif (percaya diri, tenang, relaks, bangga, bahagia, gembira), gesturnya tampak seperti sengaja menunjukkan organ intim mereka. Misalnya, dengan gerakan tangan yang terentang ke atas, atau terentang pada sandaran sofa, ataupun terentang sambil memegang belakang kepala, sehingga otomatis dada menjadi terbuka lebar (untungnya tertutupi oleh pakaian, hehehe). Kemudian posisi kepala tegak bahkan kadang agak menengadah, dan tulang punggung tegak sehingga dada tampak membusung. Posisi kedua kaki biasanya membuka cukup lebar. Inilah gestur dari orang-orang yang merasa nyaman, puas, percaya diri, bangga, bahagia, damai, dan semacamnya.

Sementara gestur orang-orang yang tengah merasakan emosi ‘negatif’ seperti kesal, marah, bosan, takut, gelisah, dan semacamnya, cenderung memposisikan lengan dan kaki seperti ingin menutupi organ intim mereka. Misalnya dengan menyilangkan lengan dan kaki. 

Kepala mereka pun cenderung menunduk dan postur tubuh membungkuk atau meringkuk.
Menjadi catatan di sini bahwa ketidaknyamanan fisik (misalnya orang yang sakit flu atau kedinginan) pun mengekspresikan gestur yang sama seperti ketika mengalami ketidaknyamanan emosi atau perasaan. Agar dapat membedakan apakah ketidaknyamanan orang tersebut dari aspek fisik atau emosi perlu lakukan klarifikasi terlebih dahulu melalui komunikasi yang empatik.

Sahabat, saya yakin sebenarnya kemampuan membaca gesture orang lain sudah Anda miliki. Bahkan menjadi bagian dari intuisi di dalam pikiran bawah sadar Anda ketika berinteraksi dengan setiap orang lain. Tulisan singkat ini membantu Anda untuk menyadari kembali intuisi yang tertanam di bawah sadar agar dapat Anda cermati. Apa tujuannya? Jika ada yang keliru maka dapat Anda koreksi. Dan lebih dari itu, persepsi Anda terhadap orang-orang lain dapat Anda pertanggungjawabkan secara verbal. Anda mampu jelaskan secara rasional.
 
Anda yang menjadi pimpinan di perusahaan, analis, konsultan, dan berbagai profesi yang banyak berinteraksi dengan sesama manusia, tentunya menjadi terbantu dengan adanya kemampuan untuk menjelaskan analisa aspek non-verbal ini.



Salam komunikasi cemerlang,
 
FB
publicspeaking.co.id
heartspeaks.co.id


Sumber: PUBLIC SPEAKING INDONESIA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar