Kamis, 04 Desember 2014

PASSION



Saya tidak punya bakat khusus. Saya hanya sangat bergairah dengan rasa ingin tahu – Albert Einstein,
Setiap orang memiliki memiliki gairah pada hal tertentu, semangat pada hal tersebut dan menjadi produktif pada hal tersebut. Yaa... passion, setiap orang memiliki passion-nya masing-masing. Hal inilah yang membuat seseorang mengambil peran, berkontribusi dan berprestasi di bidangnya masing-masing. Apakah ada orang yang bekerja dan berkarya tapi bukan pada passion-nya? Banyak. Kesuksesan dan produktifitas sangat ditentukan oleh kesesuaian bidang dengan passion-nya.

Menurut Rene Suhardono, passion sedikit berbeda dengan hobi, “Passion bukanlah segala sesuatu yang Anda kuasai, namun yang kita cintai. Passion adalah salah satu unsur karir. Karir haruslah melibatkan passion, tujuan hidup, values, ketercapaian, dan kebahagiaan.
Pasti Anda sering mendengar ungkapan ‘bekerja dengan cinta - yang berarti mencintai pekerjaan’. Syarat untuk sukses dalam pekerjaan adalah mencintainya! Sampai-sampai Kahlil Gibran menulisnya dalam buku Sang Nabi “kerja adalah cinta yang ngejawantah, dan jika kau tiada sanggup bekerja dengan cinta, maka lebih baik jika kau meninggalkannya, mengambil tempat di depan gapura candi, dan meminta sedekah dari mereka yang bekerja dengan suka cita.....”

Secara otomatis, pada saat Anda mengerjakan apa yang menjadi passion Anda maka saat itulah Anda bekerja dengan cinta, mencintai yang Anda kerjakan, yang berarti akan muncul gairah dan semangat yang pada akhirnya akan melahirkan kesuksesan dalam pekerjaan tersebut.

Mari kita lihat, banyak sekali orang yang jadi pengusaha dan sukses berawal dari pekerjaan-pekerjaan yang mereka cintai, yang kita melihat dan mengenalnya sebagai hobi. Seorang pengusaha foto studio, diawali dari kecintaannya pada dunia fotografi. Saya punya seorang teman kuliah yang sejak awal menyukai dunia fotografi, dan ketika teman-teman seangkatan sibuk dengan kerja kantoran, saat ini dia sukses sebagai pengusaha fotografi di kota Semarang. Satu lagi teman saya yang mengembangkan bisnis Ayam Bakar di daerah BSD. Dia memutuskan mengundurkan diri dari salah satu perusahaan penerbangan plat merah Terbesar di Indonesia, dan menekuni apa yang dia cintai menjadi bisnis, yaa, Ayam Bakar! Tidak perlu waktu lama untuk dia sukses mengembangkan bisnisnya, awalnya dia menargetkan 6 bulan bisnis berjalan lancar dan tidak sampai 6 bulan semua bejalan dengan sangat baik. Bisnis yang diawali dengan kecintaan.

Dan saya sendiri bagaimana? Ada 2 hal yang membuat saya bergairah! Pertama, segala hal tentang Customer Relationship Management (CRM) dan kedua, menyampaikan ide, motivasi, informasi berguna kepada orang lain adalah hal yang sangat saya cintai, atau dengan kata lain “mengajar / guru”. Dalam dunia CRM, sudah membawa saya berkarir selama hampir 20 tahun, dan CRM telah menyelamatkan karir dan posisi saya di banyak perusahaan. Yang kedua, tentang passion saya menyampaikan ide, motivasi dan informasi, lebih banyak saya tuangkan di dalam blog, melalui berbagai training, dan juga melalui Buku ini.

Kenapa mengetahui Passion itu penting?
Karena ketika kita bertemu dengan passion, maka kita akan hidup lebih bersemangat dalam menjalani apapun. Bayangkan ketika Anda mengerjakan pekerjaan yang tidak Anda sukai dan karena itu sekedar tugas dari bos Anda yang disertai dengan deadline! Sudah pasti hasilnya tidak maksimal, tidak ada semangat saat mengerjakan, energi Anda cepat habis! Namun sebaliknya orang bisa memiliki energi semalam suntuk, bergairah semalaman tanpa rasa lelah saat seorang penulis menyelesaikan karyanya, saat seorang arsitek menyelesaikan gambarnya, saat seorang musisi mengerjakan sebuah lagu! Itulah passion.

Bagaimana menemukan passion?
Masih menurut Rene Suhardono, disarikan dari bukunya Your Job in not Your Career, ada beberapa langkah untuk menemukan passion Anda:
Pertama, coba cek koleksi buka Anda, buku dan bacaan yang Anda beli dan baca, kelompokkan berdasarkan tema-tema. Thema buku yang paling banyak menunjukkan bahwa Anda memilik gairah atau kesukaan pada tema tersebut dan menunjukkan kecenderungan passion Anda di situ. Susun tumpukan buku berdasarkan tema tersebut, buku tentang motivasi dan pengembangan diri, buku agama, buku tentang teknik menulis, buku tentang sosiologi, novel, dan lain-lain.

Kedua, Setelah menemukan tumpukan buku paling banyak, saatnya Anda membuktikan atau mencari pembenaran bahwa memang passion Anda pada tema sesuai tumpukan buku paling banyak tersebut. Perhatikan saat Anda melihat tayangan tivi, apakah selaras dengan tema buku-buku tersebut, saat Anda berada di toko buku, rak buku tema apa yang paling banyak anda tongkrongin? Web Portal yang paling banyak anda kunjungi dan artikel apa yang paling menarik minat untuk di baca! Sejauh ini Anda sudah menemukan passion Anda?

Ketiga, selanjutnya temukan skill yang Anda miliki saat ini. Setiap orang memiliki skill-nya masing-masing, baik itu karena seringnya dilatih ataupun ada orang yang secara lahir memiliki bakat untuk mudah menguasai skill tertentu. Temukan skill dan kapabilitas Anda dalam berbagai hal berbeda. Dalam hal sales dan marketing mungkin Anda memiliki skill membuat konsep program event offline, dalam hal motivasi Anda mahir memberikan motivasi dengan cara menceritakan kisah sukses orang lain, dalam hal sosialisasi Anda mahir sebagai pendengar yang baik sehingga sering sebagai tempat curhat temen-temen Anda. Dalam hal olah raga, bukan sebagai pelaku Anda sangat mahir membuat ulasan dan analisa tentang sebuah pertandingan sepak bola. Dan lain-lainnya. Mungkin skill tersebut tidak Anda sadari, tapi cobalah untuk dengan sadar menemukannya.

Keempat, Selanjutnya cocokkan skill yang Anda miliki tersebut dengan ketertarikan Anda. Anda memiliki ketertarikan dengan dunia motivasi, terlihat dari tumpukan koleksi buku. Dan Anda memiliki skill memberikan motivasi dan membuat sebuah ulasan, bisa jadi Anda adalah seorang penulis yang hebat! Cobalah mulai menulis artikel sesuai ketertarikan Anda dengan skill yang dimiliki...!

Temukan passion Anda dan sukseslah di sana!

Salam Smart Life

Joko Ristono

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kamis, 04 Desember 2014

PASSION



Saya tidak punya bakat khusus. Saya hanya sangat bergairah dengan rasa ingin tahu – Albert Einstein,
Setiap orang memiliki memiliki gairah pada hal tertentu, semangat pada hal tersebut dan menjadi produktif pada hal tersebut. Yaa... passion, setiap orang memiliki passion-nya masing-masing. Hal inilah yang membuat seseorang mengambil peran, berkontribusi dan berprestasi di bidangnya masing-masing. Apakah ada orang yang bekerja dan berkarya tapi bukan pada passion-nya? Banyak. Kesuksesan dan produktifitas sangat ditentukan oleh kesesuaian bidang dengan passion-nya.

Menurut Rene Suhardono, passion sedikit berbeda dengan hobi, “Passion bukanlah segala sesuatu yang Anda kuasai, namun yang kita cintai. Passion adalah salah satu unsur karir. Karir haruslah melibatkan passion, tujuan hidup, values, ketercapaian, dan kebahagiaan.
Pasti Anda sering mendengar ungkapan ‘bekerja dengan cinta - yang berarti mencintai pekerjaan’. Syarat untuk sukses dalam pekerjaan adalah mencintainya! Sampai-sampai Kahlil Gibran menulisnya dalam buku Sang Nabi “kerja adalah cinta yang ngejawantah, dan jika kau tiada sanggup bekerja dengan cinta, maka lebih baik jika kau meninggalkannya, mengambil tempat di depan gapura candi, dan meminta sedekah dari mereka yang bekerja dengan suka cita.....”

Secara otomatis, pada saat Anda mengerjakan apa yang menjadi passion Anda maka saat itulah Anda bekerja dengan cinta, mencintai yang Anda kerjakan, yang berarti akan muncul gairah dan semangat yang pada akhirnya akan melahirkan kesuksesan dalam pekerjaan tersebut.

Mari kita lihat, banyak sekali orang yang jadi pengusaha dan sukses berawal dari pekerjaan-pekerjaan yang mereka cintai, yang kita melihat dan mengenalnya sebagai hobi. Seorang pengusaha foto studio, diawali dari kecintaannya pada dunia fotografi. Saya punya seorang teman kuliah yang sejak awal menyukai dunia fotografi, dan ketika teman-teman seangkatan sibuk dengan kerja kantoran, saat ini dia sukses sebagai pengusaha fotografi di kota Semarang. Satu lagi teman saya yang mengembangkan bisnis Ayam Bakar di daerah BSD. Dia memutuskan mengundurkan diri dari salah satu perusahaan penerbangan plat merah Terbesar di Indonesia, dan menekuni apa yang dia cintai menjadi bisnis, yaa, Ayam Bakar! Tidak perlu waktu lama untuk dia sukses mengembangkan bisnisnya, awalnya dia menargetkan 6 bulan bisnis berjalan lancar dan tidak sampai 6 bulan semua bejalan dengan sangat baik. Bisnis yang diawali dengan kecintaan.

Dan saya sendiri bagaimana? Ada 2 hal yang membuat saya bergairah! Pertama, segala hal tentang Customer Relationship Management (CRM) dan kedua, menyampaikan ide, motivasi, informasi berguna kepada orang lain adalah hal yang sangat saya cintai, atau dengan kata lain “mengajar / guru”. Dalam dunia CRM, sudah membawa saya berkarir selama hampir 20 tahun, dan CRM telah menyelamatkan karir dan posisi saya di banyak perusahaan. Yang kedua, tentang passion saya menyampaikan ide, motivasi dan informasi, lebih banyak saya tuangkan di dalam blog, melalui berbagai training, dan juga melalui Buku ini.

Kenapa mengetahui Passion itu penting?
Karena ketika kita bertemu dengan passion, maka kita akan hidup lebih bersemangat dalam menjalani apapun. Bayangkan ketika Anda mengerjakan pekerjaan yang tidak Anda sukai dan karena itu sekedar tugas dari bos Anda yang disertai dengan deadline! Sudah pasti hasilnya tidak maksimal, tidak ada semangat saat mengerjakan, energi Anda cepat habis! Namun sebaliknya orang bisa memiliki energi semalam suntuk, bergairah semalaman tanpa rasa lelah saat seorang penulis menyelesaikan karyanya, saat seorang arsitek menyelesaikan gambarnya, saat seorang musisi mengerjakan sebuah lagu! Itulah passion.

Bagaimana menemukan passion?
Masih menurut Rene Suhardono, disarikan dari bukunya Your Job in not Your Career, ada beberapa langkah untuk menemukan passion Anda:
Pertama, coba cek koleksi buka Anda, buku dan bacaan yang Anda beli dan baca, kelompokkan berdasarkan tema-tema. Thema buku yang paling banyak menunjukkan bahwa Anda memilik gairah atau kesukaan pada tema tersebut dan menunjukkan kecenderungan passion Anda di situ. Susun tumpukan buku berdasarkan tema tersebut, buku tentang motivasi dan pengembangan diri, buku agama, buku tentang teknik menulis, buku tentang sosiologi, novel, dan lain-lain.

Kedua, Setelah menemukan tumpukan buku paling banyak, saatnya Anda membuktikan atau mencari pembenaran bahwa memang passion Anda pada tema sesuai tumpukan buku paling banyak tersebut. Perhatikan saat Anda melihat tayangan tivi, apakah selaras dengan tema buku-buku tersebut, saat Anda berada di toko buku, rak buku tema apa yang paling banyak anda tongkrongin? Web Portal yang paling banyak anda kunjungi dan artikel apa yang paling menarik minat untuk di baca! Sejauh ini Anda sudah menemukan passion Anda?

Ketiga, selanjutnya temukan skill yang Anda miliki saat ini. Setiap orang memiliki skill-nya masing-masing, baik itu karena seringnya dilatih ataupun ada orang yang secara lahir memiliki bakat untuk mudah menguasai skill tertentu. Temukan skill dan kapabilitas Anda dalam berbagai hal berbeda. Dalam hal sales dan marketing mungkin Anda memiliki skill membuat konsep program event offline, dalam hal motivasi Anda mahir memberikan motivasi dengan cara menceritakan kisah sukses orang lain, dalam hal sosialisasi Anda mahir sebagai pendengar yang baik sehingga sering sebagai tempat curhat temen-temen Anda. Dalam hal olah raga, bukan sebagai pelaku Anda sangat mahir membuat ulasan dan analisa tentang sebuah pertandingan sepak bola. Dan lain-lainnya. Mungkin skill tersebut tidak Anda sadari, tapi cobalah untuk dengan sadar menemukannya.

Keempat, Selanjutnya cocokkan skill yang Anda miliki tersebut dengan ketertarikan Anda. Anda memiliki ketertarikan dengan dunia motivasi, terlihat dari tumpukan koleksi buku. Dan Anda memiliki skill memberikan motivasi dan membuat sebuah ulasan, bisa jadi Anda adalah seorang penulis yang hebat! Cobalah mulai menulis artikel sesuai ketertarikan Anda dengan skill yang dimiliki...!

Temukan passion Anda dan sukseslah di sana!

Salam Smart Life

Joko Ristono

Tidak ada komentar:

Posting Komentar