Rabu, 19 Februari 2014

ANAK AYAM KEHILANGAN INDUK-NYA

kika: Jimmy-Wahju-Joko-Donal(foto ini diambil tepat pukul 8:9:10 tgl 11-12-13 di dalam mobil perjalanan dari Purwakarta - ke Jakarta)
Banyak hal yang membuat manusia menjadi kompak dan solid, membuat mereka jadi saling bantu bahu membahu, saling support, saling memperhatikan dan hal-hal kebersamaan lainnya.

Kondisi senasip sepenanggungan akan membuat manusia untuk bersatu dan mencari jalan keluar bersama-sama.

Hallah mau ngomong apa siih ini???

Oke-oke.. Intinya sih sebenarnya saya mau share kebersamaan kami (joko, wahju, donal, jimmy) + Diah dan Dwi yang terjadi hari kemarin (18 Februari 2014). Kita beri judul kebersamaan kemarin itu sebagai "Four Musketeers Mencari Kasih Sayang", hahahaha. Iya Four karena Dwi dan Diah nggak ikut!

Kejadian kemarin tentu tidak semata-mata terjadi begitu saja, pasti ada api kalau ada asap, tentu ada sebab musabab kenapa tiba-tiba kami memutuskan untuk pergi bersama-sama melakukan trip ke Bogor!

Sebulan terakhir, kami berempat dilanda rasa Galau. yaa galau seperti anak-anak ALAY gitu, motivasi naik turun, walaupun lebih banyak turun! ditengarai perubahan kebijakan di kantorlah yang membuat kami galau (kalau saya siiih sebenrnya ikut-ikutan saja galaunya). Bukannya kami nggak percaya Tuhan, karena kami yakin semua ini adalah rencana-Nya yang pasti indah buat kami. Tapi semenjak keberadaan bagian kami "kerjaan kami" menjadi isue untuk dilanjutkan atau ditiadakan. Ditambah lagi... orang yang selama ini mem-backup kami, yang menciptakan keberadaan pekerjaan kami, sudah lebih dulu meninggalkan kami. Laaah trus kalau beliau pergi gimana nasib kami, siapa yang memperjuangkan keberadaan pekerjaan kami... "kalau pergi ajak-ajak dong" gumam saya dalam hati. Itulah sebabnya judul artikel ini saya tulis "ANAK AYAM KEHILANGAN INDUK-NYA". Yaa seperti itulah yang kami rasakan, seperti ayam kehilangan induk... (hahahaah lebay)

Oke, intinya kondisi itulah yang membuat kami (plus dwi dan diah), sering menghabiskan waktu bersama, ya katanya bersama kita bisa, atau bersama kita menjadi kuat, hallah....

Naaah berikut liputan kebersamaan kami 18 Februari 2012:
Makan Siang - Kantin  LIPI
Diawali dengan makan siang bersama di kantin LIPI. makan siang kali ini terasa nikmat, karena memang lapar... Diah bawa bekel tapi tetep beli makan juga (tapi kok gak gemuk-gemuk yaa), joko & donal makan ikan goreng, jimmy makan soto, wahju makan soap ikan dan dwi lele (2 porsi euy)

Makan kenyang, curhat-curhatan puas.... 

Selanjutnya siang hari 14:00 setelah selesai meeting dan mengurus semua pekerjaan, kami melanjutkan meeting di depok dan bogor (tapi rencana sebenarnya adalah langsung ke bogor. 

Kenapa ke bogor? yaa karena ada orang bogor (joko) dan di bogor banyak kuliner yang harus dikunjungi.

Tepat pukul 14:00 wib kami menuju stasiun sudirman untuk melakukan perjalanan ke stasiun cilebut (rumah joko), ambil mobil dan lanjut ke bogor.

Biar gak banyak tulisan... saya lanjutkan dengan foto-foto saja yaa!
Turunan menuju stasiun Sudirman. hati-hati banyak copet
Mas Wahju duduk manis, tapi matanya jelalatan kesana kemari. Waaah siapa tuh cewek yang duduk di seberang? samperin nggak yaa? (malu ah sama donal dan jimmy)
Gelantungan di kereta, duuuh enak juga yaa naik kereta, murah meriah! jug ijak ijuk ijak ijuk, kereta berangkat...
Menunggu kereta datang!... om om duduk aja om, tar capek looo
Setelah menempuh perjalanan selama 45menit, sampailah kami di rumah Mas Joko - Cilebut Bumi Pertiwi! (ada yang janggal nggak dengan foto ini??? ayo yang tahu kejanggalannya, reply artikel ini yaa... dapat hadiah Power Bank 5800mA)
SEKALI NARSIS TETAP NARSIS... dimanapun, kapanpun!
Rehat sejenak. Setelah usai menjalankan ibadah sholat ashar, dan sebelum melanjutkan perjalanan ke bogor, kami menikmati TEH POCHI asli bikinan Bu Joko. srruppppppppt aaaaaahhhh.... enak tenan! (enak laaah gratis, hahahaha)
Kuliner Pertama yang kami kunjungi adalah SOP DUREN LODAYA. Wuuuihhh enak juga tempatnya. sudah ada beberapa cabang, dan kita mengunjungi Cabang Lodaya Sukasari depan PDAM Bogor. Nuansa Hijau menambah seger suasana. Kami berempat memesan 4 jenis SOP DUREN yang berbeda. ditambah dengan Batagor dan Kentang Goreng.
Menikmati SOP Duren dan tetap Narsis!
Puas menikmati SOp Duren, kami melanjutkan perjalan ke Kuliner ke-2. Dengan perut sudah lumayan penuh, tapi the show must go on... kami meluncur ke Pasar Apung Ah Poong Sentul City. Suasana sangat romantis, hujan rintik-rintik, senja.. ooh indah sekali. SAYANG KAMI BEREMPAT COWOK SEMUA.. hahahaha. Foto di salah satu jembatan. oh indahnya
Bos Wahju di kawal oleh 2 orang body guard-nya. Sangar sih.. tapi masak bos takut hujan, mesti dipayungin gitu. SENYUM MEREKAH.. lupalah segala rasa GUNDAH (galau alay)
Sepayung ber-dua
Pesan Teh Tarik dan menunggu adzan magrib.
Usai sholat magrib, menikmati Teh Tarik Panas, dan tetap dengan formasi 4 cowok. Suasana romantis yang janggal. gak ada yang pesan makanan, hanya minuman saja, karena memang menu utama adalah sop ayam pak min. Masukan untuk pengelola Ah-Poong... tolong tempat sholatnya dibuat yang lebih gedhe dong, masak tempat seluas itu tempat sholat cuma menampung 4 orang.
Pose sebelum meninggalkan Ah Pong. Sudah gak pakai patung lagi, tukng payungnya sudah pulang.
Maksudnya mau tunjukin bahwa kita bener-bener di Ah Poong. sayangnya BLUR yaa.
Wisata KULINER terakhir kami adalah SOP AYAM PAK MIN. Lokasi ini menjadi tujuan utama kami, karena bagi Wahju dan Jimmy selama ini hanya bisa membayangkan saja kelezatan Sop Ayam pak Min dari cerita Joko dan Donal. Akhirnya malam ini kesampaikan. Sayangnya sudah 20:30 wib, sehingga banyak menu yang kosong dan kuah di malam hari serasa lebih asin yaa... tapi kelihatan pada lahap juga kok.

Usai menutup kuliner di SOP Ayam Pak Min, 21:00wib kami mengakiri kegiatan kuliner hari ini. Bang Donal meluncur ke BSD melalui Jalur Parung, Mas Wahju dan Uda Jimmy balik ke Jakarta menggunakan KRL dari stasiun Cilebut dan Saya langsung istirahat usai mengantar mereka ke stasiun.

Terimakasih kebersamaan-nya ya Bro!

Looh trus katanya foru musketeer mencari kasih sayang mana? kok gak diceritain? yaa itu tadi, sambil makan dan menikmati malam, kami membuktikan bahwa kami masih saling menyayangi, meskipun Induk kami entah kemana??

Salam SmartLife
Joko Ristono

1 komentar:

  1. waduh...ini kok tokoh utamannya jadi si Anche sih...? ampuunnn...:)

    BalasHapus

Rabu, 19 Februari 2014

ANAK AYAM KEHILANGAN INDUK-NYA

kika: Jimmy-Wahju-Joko-Donal(foto ini diambil tepat pukul 8:9:10 tgl 11-12-13 di dalam mobil perjalanan dari Purwakarta - ke Jakarta)
Banyak hal yang membuat manusia menjadi kompak dan solid, membuat mereka jadi saling bantu bahu membahu, saling support, saling memperhatikan dan hal-hal kebersamaan lainnya.

Kondisi senasip sepenanggungan akan membuat manusia untuk bersatu dan mencari jalan keluar bersama-sama.

Hallah mau ngomong apa siih ini???

Oke-oke.. Intinya sih sebenarnya saya mau share kebersamaan kami (joko, wahju, donal, jimmy) + Diah dan Dwi yang terjadi hari kemarin (18 Februari 2014). Kita beri judul kebersamaan kemarin itu sebagai "Four Musketeers Mencari Kasih Sayang", hahahaha. Iya Four karena Dwi dan Diah nggak ikut!

Kejadian kemarin tentu tidak semata-mata terjadi begitu saja, pasti ada api kalau ada asap, tentu ada sebab musabab kenapa tiba-tiba kami memutuskan untuk pergi bersama-sama melakukan trip ke Bogor!

Sebulan terakhir, kami berempat dilanda rasa Galau. yaa galau seperti anak-anak ALAY gitu, motivasi naik turun, walaupun lebih banyak turun! ditengarai perubahan kebijakan di kantorlah yang membuat kami galau (kalau saya siiih sebenrnya ikut-ikutan saja galaunya). Bukannya kami nggak percaya Tuhan, karena kami yakin semua ini adalah rencana-Nya yang pasti indah buat kami. Tapi semenjak keberadaan bagian kami "kerjaan kami" menjadi isue untuk dilanjutkan atau ditiadakan. Ditambah lagi... orang yang selama ini mem-backup kami, yang menciptakan keberadaan pekerjaan kami, sudah lebih dulu meninggalkan kami. Laaah trus kalau beliau pergi gimana nasib kami, siapa yang memperjuangkan keberadaan pekerjaan kami... "kalau pergi ajak-ajak dong" gumam saya dalam hati. Itulah sebabnya judul artikel ini saya tulis "ANAK AYAM KEHILANGAN INDUK-NYA". Yaa seperti itulah yang kami rasakan, seperti ayam kehilangan induk... (hahahaah lebay)

Oke, intinya kondisi itulah yang membuat kami (plus dwi dan diah), sering menghabiskan waktu bersama, ya katanya bersama kita bisa, atau bersama kita menjadi kuat, hallah....

Naaah berikut liputan kebersamaan kami 18 Februari 2012:
Makan Siang - Kantin  LIPI
Diawali dengan makan siang bersama di kantin LIPI. makan siang kali ini terasa nikmat, karena memang lapar... Diah bawa bekel tapi tetep beli makan juga (tapi kok gak gemuk-gemuk yaa), joko & donal makan ikan goreng, jimmy makan soto, wahju makan soap ikan dan dwi lele (2 porsi euy)

Makan kenyang, curhat-curhatan puas.... 

Selanjutnya siang hari 14:00 setelah selesai meeting dan mengurus semua pekerjaan, kami melanjutkan meeting di depok dan bogor (tapi rencana sebenarnya adalah langsung ke bogor. 

Kenapa ke bogor? yaa karena ada orang bogor (joko) dan di bogor banyak kuliner yang harus dikunjungi.

Tepat pukul 14:00 wib kami menuju stasiun sudirman untuk melakukan perjalanan ke stasiun cilebut (rumah joko), ambil mobil dan lanjut ke bogor.

Biar gak banyak tulisan... saya lanjutkan dengan foto-foto saja yaa!
Turunan menuju stasiun Sudirman. hati-hati banyak copet
Mas Wahju duduk manis, tapi matanya jelalatan kesana kemari. Waaah siapa tuh cewek yang duduk di seberang? samperin nggak yaa? (malu ah sama donal dan jimmy)
Gelantungan di kereta, duuuh enak juga yaa naik kereta, murah meriah! jug ijak ijuk ijak ijuk, kereta berangkat...
Menunggu kereta datang!... om om duduk aja om, tar capek looo
Setelah menempuh perjalanan selama 45menit, sampailah kami di rumah Mas Joko - Cilebut Bumi Pertiwi! (ada yang janggal nggak dengan foto ini??? ayo yang tahu kejanggalannya, reply artikel ini yaa... dapat hadiah Power Bank 5800mA)
SEKALI NARSIS TETAP NARSIS... dimanapun, kapanpun!
Rehat sejenak. Setelah usai menjalankan ibadah sholat ashar, dan sebelum melanjutkan perjalanan ke bogor, kami menikmati TEH POCHI asli bikinan Bu Joko. srruppppppppt aaaaaahhhh.... enak tenan! (enak laaah gratis, hahahaha)
Kuliner Pertama yang kami kunjungi adalah SOP DUREN LODAYA. Wuuuihhh enak juga tempatnya. sudah ada beberapa cabang, dan kita mengunjungi Cabang Lodaya Sukasari depan PDAM Bogor. Nuansa Hijau menambah seger suasana. Kami berempat memesan 4 jenis SOP DUREN yang berbeda. ditambah dengan Batagor dan Kentang Goreng.
Menikmati SOP Duren dan tetap Narsis!
Puas menikmati SOp Duren, kami melanjutkan perjalan ke Kuliner ke-2. Dengan perut sudah lumayan penuh, tapi the show must go on... kami meluncur ke Pasar Apung Ah Poong Sentul City. Suasana sangat romantis, hujan rintik-rintik, senja.. ooh indah sekali. SAYANG KAMI BEREMPAT COWOK SEMUA.. hahahaha. Foto di salah satu jembatan. oh indahnya
Bos Wahju di kawal oleh 2 orang body guard-nya. Sangar sih.. tapi masak bos takut hujan, mesti dipayungin gitu. SENYUM MEREKAH.. lupalah segala rasa GUNDAH (galau alay)
Sepayung ber-dua
Pesan Teh Tarik dan menunggu adzan magrib.
Usai sholat magrib, menikmati Teh Tarik Panas, dan tetap dengan formasi 4 cowok. Suasana romantis yang janggal. gak ada yang pesan makanan, hanya minuman saja, karena memang menu utama adalah sop ayam pak min. Masukan untuk pengelola Ah-Poong... tolong tempat sholatnya dibuat yang lebih gedhe dong, masak tempat seluas itu tempat sholat cuma menampung 4 orang.
Pose sebelum meninggalkan Ah Pong. Sudah gak pakai patung lagi, tukng payungnya sudah pulang.
Maksudnya mau tunjukin bahwa kita bener-bener di Ah Poong. sayangnya BLUR yaa.
Wisata KULINER terakhir kami adalah SOP AYAM PAK MIN. Lokasi ini menjadi tujuan utama kami, karena bagi Wahju dan Jimmy selama ini hanya bisa membayangkan saja kelezatan Sop Ayam pak Min dari cerita Joko dan Donal. Akhirnya malam ini kesampaikan. Sayangnya sudah 20:30 wib, sehingga banyak menu yang kosong dan kuah di malam hari serasa lebih asin yaa... tapi kelihatan pada lahap juga kok.

Usai menutup kuliner di SOP Ayam Pak Min, 21:00wib kami mengakiri kegiatan kuliner hari ini. Bang Donal meluncur ke BSD melalui Jalur Parung, Mas Wahju dan Uda Jimmy balik ke Jakarta menggunakan KRL dari stasiun Cilebut dan Saya langsung istirahat usai mengantar mereka ke stasiun.

Terimakasih kebersamaan-nya ya Bro!

Looh trus katanya foru musketeer mencari kasih sayang mana? kok gak diceritain? yaa itu tadi, sambil makan dan menikmati malam, kami membuktikan bahwa kami masih saling menyayangi, meskipun Induk kami entah kemana??

Salam SmartLife
Joko Ristono

1 komentar:

  1. waduh...ini kok tokoh utamannya jadi si Anche sih...? ampuunnn...:)

    BalasHapus