Jumat, 10 Januari 2014

Kutukan Sumber Daya Alam

Pahlawan yang hebat akan terlahir dari peperangan yang besar! orang yang hebat akan terlahir dari lingkungan yang penuh tantangan. Kita tinggal di Indonesia dengan SUMBER Daya Alam yang menggiurkan seluruh dunia. Di wilayah katulistiwa, pegungan dan lempeng tektonik terbanyak di dunia -- dimana kondisi wilayah ini menciptakan sumber daya yang melimpah tiada tara. Kondisi ini tentu bisa dilihat dari sisi positifnya bahwa tongkat kayu dan batupun bisa jadi tanaman, kata koesploes. Namun kalau dilihat dari sisi yang lainnya, keterlimpahan ini akan membuat terlena, leha-leha dan akhirnya kehilangan semangat juang, kehilangan semangat survival. Bagaimana dengan orang yang tinggal di daerah kering "afrika" atau yang tinggal di daerah kutup, hanya untuk sekedar hidup saja mereka harus berjuang pada kondisi ekstrim tersebut. tapi justru hal inilah yang membentuk mereka sebagai orang-orang Tangguh.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdPBI5YBQCXPQWDTo0-LlJz-AHzzShC_7Z_nwpmzpvCV6SZG_DcOkXfVs_7sYuKVsBqcCmAiYrv73sdZ7dDKdImao0qGyVSOiDnWDW4p6Y732i3D6Hksv-xG9rv2tVtQrTdB0nSGrYHfg/s1600/Lingkungan+Hidup.jpg

Berikut kutipan berita dari pernyataan pak Budiono tentang hal tersebut:
(sumber Berita : http://finance.detik.com/read/2012/05/08/140709/1912079/4/disclamer.html)

Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam (SDA). Biasanya, negara yang kaya SDA sulit untuk maju karena cenderung santai dan malas.

Hal tersebut adalah sentilan yang diutarakan oleh Wakil Presiden Boediono di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (8/5/2012).

"Saya ingin ingatkan pada satu teori mengenai kemajuan pertumbuhan ekonomi negara. Teori ini mengatakan suatu negara yang dilimpahi dengan SDA yang besar itu kemudian cenderung tidak bisa maju berkelanjutan," ujar Boediono.

Dikatakan Boediono, ada sebuah teori yang bernama 'Teori Kutukan Sumber Daya Alam'. Artinya, mereka yang dikaruniai sumber daya alam melimpah justru kalau tidak hati-hati bisa jadi kutukan dan menjadikan bangsa tidak maju-maju.

"SDA yang melimpah cenderung membuat manusia agak santai dan malas, karena tinggal ambil dan jual saja dan ini ada negara yang dilimpahi minyak dan permata dan mineral yang harga tinggi, penduduk sedikit mereka hanya menjual SDA, terbuai oleh kemudahan hidup sehingga terlena suatu saat harga anjlok maka dia akan kaget," tuturnya.

Boediono juga menyindir, SDA melimpah yang dimiliki Indonesia membuat orang malah berebut menghabiskan SDA tersebut, dan tak mau menciptakan sesuatu yang baru.

"Kalau SDA tidak bisa ditransformasikan menjadi kemampuan kreatif SDM maka akan bangsa akan gagap, sangat penting sekali bagaimana kita kelola SDA sehingga bisa ubah menjadi kreativitas dan inovasi SDM," jelas Boediono.

"Ini peringatan kita semua, kalau masih mempunyai, dapatkan, manfaatkan SDA, gunakan secara baik jangan sampai kita lewati tahap di mana akhirnya kita tidak bisa maju lagi," kata Boediono

Semoga kita tetap menjadi orang Indonesia yang tangguh dan tidak terlena dengan kemudahan hidup di negara dengan penuh kelimpahan ini.

Salam SmartLife
Joko Ristono

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jumat, 10 Januari 2014

Kutukan Sumber Daya Alam

Pahlawan yang hebat akan terlahir dari peperangan yang besar! orang yang hebat akan terlahir dari lingkungan yang penuh tantangan. Kita tinggal di Indonesia dengan SUMBER Daya Alam yang menggiurkan seluruh dunia. Di wilayah katulistiwa, pegungan dan lempeng tektonik terbanyak di dunia -- dimana kondisi wilayah ini menciptakan sumber daya yang melimpah tiada tara. Kondisi ini tentu bisa dilihat dari sisi positifnya bahwa tongkat kayu dan batupun bisa jadi tanaman, kata koesploes. Namun kalau dilihat dari sisi yang lainnya, keterlimpahan ini akan membuat terlena, leha-leha dan akhirnya kehilangan semangat juang, kehilangan semangat survival. Bagaimana dengan orang yang tinggal di daerah kering "afrika" atau yang tinggal di daerah kutup, hanya untuk sekedar hidup saja mereka harus berjuang pada kondisi ekstrim tersebut. tapi justru hal inilah yang membentuk mereka sebagai orang-orang Tangguh.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdPBI5YBQCXPQWDTo0-LlJz-AHzzShC_7Z_nwpmzpvCV6SZG_DcOkXfVs_7sYuKVsBqcCmAiYrv73sdZ7dDKdImao0qGyVSOiDnWDW4p6Y732i3D6Hksv-xG9rv2tVtQrTdB0nSGrYHfg/s1600/Lingkungan+Hidup.jpg

Berikut kutipan berita dari pernyataan pak Budiono tentang hal tersebut:
(sumber Berita : http://finance.detik.com/read/2012/05/08/140709/1912079/4/disclamer.html)

Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam (SDA). Biasanya, negara yang kaya SDA sulit untuk maju karena cenderung santai dan malas.

Hal tersebut adalah sentilan yang diutarakan oleh Wakil Presiden Boediono di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (8/5/2012).

"Saya ingin ingatkan pada satu teori mengenai kemajuan pertumbuhan ekonomi negara. Teori ini mengatakan suatu negara yang dilimpahi dengan SDA yang besar itu kemudian cenderung tidak bisa maju berkelanjutan," ujar Boediono.

Dikatakan Boediono, ada sebuah teori yang bernama 'Teori Kutukan Sumber Daya Alam'. Artinya, mereka yang dikaruniai sumber daya alam melimpah justru kalau tidak hati-hati bisa jadi kutukan dan menjadikan bangsa tidak maju-maju.

"SDA yang melimpah cenderung membuat manusia agak santai dan malas, karena tinggal ambil dan jual saja dan ini ada negara yang dilimpahi minyak dan permata dan mineral yang harga tinggi, penduduk sedikit mereka hanya menjual SDA, terbuai oleh kemudahan hidup sehingga terlena suatu saat harga anjlok maka dia akan kaget," tuturnya.

Boediono juga menyindir, SDA melimpah yang dimiliki Indonesia membuat orang malah berebut menghabiskan SDA tersebut, dan tak mau menciptakan sesuatu yang baru.

"Kalau SDA tidak bisa ditransformasikan menjadi kemampuan kreatif SDM maka akan bangsa akan gagap, sangat penting sekali bagaimana kita kelola SDA sehingga bisa ubah menjadi kreativitas dan inovasi SDM," jelas Boediono.

"Ini peringatan kita semua, kalau masih mempunyai, dapatkan, manfaatkan SDA, gunakan secara baik jangan sampai kita lewati tahap di mana akhirnya kita tidak bisa maju lagi," kata Boediono

Semoga kita tetap menjadi orang Indonesia yang tangguh dan tidak terlena dengan kemudahan hidup di negara dengan penuh kelimpahan ini.

Salam SmartLife
Joko Ristono

Tidak ada komentar:

Posting Komentar