Rabu, 13 Februari 2013

PERENUNGAN MALAM INI



Kini mentari telah perpulang dari persinggahannya. Tetes air mata secara perlahan mengalir lembut membasahi pipi ini, tetesan air hujan setees demi setetes yang kian merapat turut singgah berjatuhan di atas bumi, gmericik air berjatuhan di atas bumi bak melantunkan simfoni dari langit. Malam ini, TUHAN telah mengikhlaskan dan mengijinkan hamba untuk menghembuskan helai – helai alunan nafas diatas suratan yang telah Engkau ukir sebelum hamba terlahir beriringan dengan insan – insan lain.

Tuhan, betapa sesungguhnya Maha Dahsyat Engkau. Engkau telah memberikan kepada hamba kehidupan hingga haari ini, waktu ini, dan detik ini. Semalam Engkau telah menjemput salah seorang kawanku untuk kembali menghadap-Mu. Betapa Engkau kasih kepadaku. Engkau telah memberikan hal yang terbaik dan lebih baik dari hamba – hamba yang lebih belia yang telah kembali berpulang kepada-MU.

Namun, apa yang telah hamba berikan kepadaMu ? apakah aku telah memberikan dan melakukan hal yang menurutMu itu baiik disisiMu ? jika Engkau hendak menurunkan firman – firmanMu kepada hambaMu yang lemah ini, tentunya jawaban Mu adalah “TIDAK” untuk pertanyaan – pertanyaanku tadi. Aku memang belum bisa menjadi seorang insan yang tulus dan senanatiasa beersjud dan bersyukur dihadapanMu, bertasbih menyebut daan memuji namaMu yang begitu agung.99 Asmaul Husna-Mu seakan begiru sulit untuk kuhafal. sebuah naskah pidato yang berlembar – lembar dapat kuhafal dan kulantunkan dengan fasih. namun, jika memandang kitabMU, rasanya tajwid – tajwid itu dengn jelas tidak ikhlas diucapakn olah seorang hamba sepertiku. banyak syair – syair lagu kuperdengarkan dengan sepasang telinga indah anugerah dariMu ini. Namun, syair – syair rohani, rasanya begitu asing ditelinga ini. Apakah hati ini telah ditutup oleh perasaan iri dan dengki ? apakah kedua bola mata ini telah dibutakan oleh hal – hal yang tidak seharusnya diperlihatkan diatas bumi ini ? apakah telinga ini telah tersumbat sehingga ayat – ayat Al-Quran tak dapat kuperdengarkan disetiap shalat umat manusia diatas lantai yang bergambar ka’bah nan indah dan mewah itu ?

Hamba telah terlalu jauh berpaling dari firman-Mu. aku telah melalui jalan terjal yang tertutup bagi insan – insan yang Engkau kasihi. aku tak tahu hikmah dari setiap helai – helai nafas yang telah kuhembuskan dalam kehidupan ini. aku tak tahu arah dari jalan yang selama ini aku pijak, aku titihkan kedua kakiku ini.

Namun Engkau begitu ikhlas atas segala sikap hamba-Mu yang selama ini enggan menoleh kepadaMu. tersesat dalam kelamnya kehidupan di dunia yang begitu liar ini. namun, Engaku kini kembali melimpahkan anugerah-Mu. Engkau berikan hamba jalan pulang agar aku tidak tersesat lebih dalam bersama sisa – sisa tapak kaki ku yang terukir disetiap aku melangkah maju. melalui rerintikan air hujan yang begitu ikhlas turun bersama firman – firmanMu. gemericik air dan iringan angin seakan melafalkan ayat-ayatMu yang telah membuka mata, hati serta telingaku yang sekian lama ini tertutup rapat untuk firmanMu.

Kini ingin aku hadapkan diri yang sekian lama hidup dalam kerumunan dosa dan kekhilafan. ingin kubasuh kembali diri ini dengan air wudlu yang mengalir dengan lembut diatas kedua tangan ini. ingin kuucap takbir, inginku melantunkan tasbih dan ingin kembali aku melantunkan firman – FirmanMu dalam ayat indah nan suci dalam satu kitab yang begitu banyak bersemayam mukjizat dan keajaiban, seta segala rahmat dari-Mu, itulah Al – Quran.

Kini aku menyadari dan mensyukuri sepenuhnya nikmat yang telah Engkau anugerahkan disetiap nafasku. jadikanlah segaala yang terjadi menjadi sebuah memori yang melukiskan kisah – kisah hidupku diwaktu lalu dan tak ingin kuulang kembali masa – masa kelam dalam hidupku. jaadikanlah setiap nafas, ucapan dan tindakanku sebagai amal ibadah di sisi-Mu.

AMIIN.










Salam SmartLife
Aliyah Almas Sa'adah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rabu, 13 Februari 2013

PERENUNGAN MALAM INI



Kini mentari telah perpulang dari persinggahannya. Tetes air mata secara perlahan mengalir lembut membasahi pipi ini, tetesan air hujan setees demi setetes yang kian merapat turut singgah berjatuhan di atas bumi, gmericik air berjatuhan di atas bumi bak melantunkan simfoni dari langit. Malam ini, TUHAN telah mengikhlaskan dan mengijinkan hamba untuk menghembuskan helai – helai alunan nafas diatas suratan yang telah Engkau ukir sebelum hamba terlahir beriringan dengan insan – insan lain.

Tuhan, betapa sesungguhnya Maha Dahsyat Engkau. Engkau telah memberikan kepada hamba kehidupan hingga haari ini, waktu ini, dan detik ini. Semalam Engkau telah menjemput salah seorang kawanku untuk kembali menghadap-Mu. Betapa Engkau kasih kepadaku. Engkau telah memberikan hal yang terbaik dan lebih baik dari hamba – hamba yang lebih belia yang telah kembali berpulang kepada-MU.

Namun, apa yang telah hamba berikan kepadaMu ? apakah aku telah memberikan dan melakukan hal yang menurutMu itu baiik disisiMu ? jika Engkau hendak menurunkan firman – firmanMu kepada hambaMu yang lemah ini, tentunya jawaban Mu adalah “TIDAK” untuk pertanyaan – pertanyaanku tadi. Aku memang belum bisa menjadi seorang insan yang tulus dan senanatiasa beersjud dan bersyukur dihadapanMu, bertasbih menyebut daan memuji namaMu yang begitu agung.99 Asmaul Husna-Mu seakan begiru sulit untuk kuhafal. sebuah naskah pidato yang berlembar – lembar dapat kuhafal dan kulantunkan dengan fasih. namun, jika memandang kitabMU, rasanya tajwid – tajwid itu dengn jelas tidak ikhlas diucapakn olah seorang hamba sepertiku. banyak syair – syair lagu kuperdengarkan dengan sepasang telinga indah anugerah dariMu ini. Namun, syair – syair rohani, rasanya begitu asing ditelinga ini. Apakah hati ini telah ditutup oleh perasaan iri dan dengki ? apakah kedua bola mata ini telah dibutakan oleh hal – hal yang tidak seharusnya diperlihatkan diatas bumi ini ? apakah telinga ini telah tersumbat sehingga ayat – ayat Al-Quran tak dapat kuperdengarkan disetiap shalat umat manusia diatas lantai yang bergambar ka’bah nan indah dan mewah itu ?

Hamba telah terlalu jauh berpaling dari firman-Mu. aku telah melalui jalan terjal yang tertutup bagi insan – insan yang Engkau kasihi. aku tak tahu hikmah dari setiap helai – helai nafas yang telah kuhembuskan dalam kehidupan ini. aku tak tahu arah dari jalan yang selama ini aku pijak, aku titihkan kedua kakiku ini.

Namun Engkau begitu ikhlas atas segala sikap hamba-Mu yang selama ini enggan menoleh kepadaMu. tersesat dalam kelamnya kehidupan di dunia yang begitu liar ini. namun, Engaku kini kembali melimpahkan anugerah-Mu. Engkau berikan hamba jalan pulang agar aku tidak tersesat lebih dalam bersama sisa – sisa tapak kaki ku yang terukir disetiap aku melangkah maju. melalui rerintikan air hujan yang begitu ikhlas turun bersama firman – firmanMu. gemericik air dan iringan angin seakan melafalkan ayat-ayatMu yang telah membuka mata, hati serta telingaku yang sekian lama ini tertutup rapat untuk firmanMu.

Kini ingin aku hadapkan diri yang sekian lama hidup dalam kerumunan dosa dan kekhilafan. ingin kubasuh kembali diri ini dengan air wudlu yang mengalir dengan lembut diatas kedua tangan ini. ingin kuucap takbir, inginku melantunkan tasbih dan ingin kembali aku melantunkan firman – FirmanMu dalam ayat indah nan suci dalam satu kitab yang begitu banyak bersemayam mukjizat dan keajaiban, seta segala rahmat dari-Mu, itulah Al – Quran.

Kini aku menyadari dan mensyukuri sepenuhnya nikmat yang telah Engkau anugerahkan disetiap nafasku. jadikanlah segaala yang terjadi menjadi sebuah memori yang melukiskan kisah – kisah hidupku diwaktu lalu dan tak ingin kuulang kembali masa – masa kelam dalam hidupku. jaadikanlah setiap nafas, ucapan dan tindakanku sebagai amal ibadah di sisi-Mu.

AMIIN.










Salam SmartLife
Aliyah Almas Sa'adah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar